Kekasihku pangeran vampir

Kekasihku pangeran vampir
Bab 25 Mengendap endap


__ADS_3

Sementara kedua orang tua sedang dalam perjalanan menuju kastil Orion, situasi di dalam kamar Pangeran Jonathan sudah memanas sejak tadi.


Alice yang mengira jika Damon adalah Nathan mencoba merengkuh percintaan yang lebih panas dan agresif. Berbeda lagi dengan situasi Nathan yang saat ini berhasil masuk ke dalam kamar Lily usai mengendap endap melewati jendela kamar.


"Dia benar benar tidur dan tidak ke kamarku, hhmmm... " Nathan melangkah mendekat duduk di tepi ranjang Lily.


Sentuhan dingin itu mengusik nyenyaknya Lily yang harus terganggu saat menikmati alam mimpinya.


"Wake up baby... " lirih Pangeran Jonathan berbisik tepat di telinga Lily, tiupan nafas Nathan terasa menggelikan sampai akhirnya Lily menggeliat membuka mata dan terkejut,


"Nathan ???" kedua bola mata Lily membelalak sempurna saat menatap sosok didepannya yang berjarak kurang dari lima belas centi meter.


"Bagaimana kamu bisa masuk ?? " Lily sedikit mendorong tubuh pria didepannya lalu duduk, menutup selimut sampai batas dada sambil menatap sungkan pada Nathan.


Pria tampan itu terus saja menatap Lily sambil tersenyum manis dan mata yang tidak berkedip, membuat Lily benar benar malu dan ingin sembunyi ke dasar bumi.


Kenapa kamu menatapku begitu Nathan ?? apa muka bantalku terlalu jelek ?? aaaaa... berpaling lah ke arah lain ish. batin Lily malu. Saat ini wajahnya pasti bersemu malu mirip kepiting rebus.


"Bukankah kita sudah janji akan menikmati malam ini berdua heumm..? " Nathan terkekeh menyukai ekspresi panik Lily yang bercampur malu.

__ADS_1


Tubuh Lily seketika meremang saat mendengar kalimat yang diucapkan oleh Nathan. Tidak.. aku belum siap.. dan aku tidak tahu bagaimana harus memulainya Aaaa memalukan sekali.


"Baby.. " ucap Nathan menarik pelan dagu Lily yang tersipu menghadapnya. Jarak wajah keduanya dekat hanya beberapa belas centi saja. Namun cukup membuat Lily seperti kepiting rebus, malu..


Lily mematung tak tahu harus merespon bagaimana, jika dia menolak maka bayangan nominal lembaran dollar bernilai jutaan dollar melayang sudah.


Tapi jika dirinya mengiyakan nyatanya dia sendiri belum siap, Lily tidak ada pengalaman sedikitpun tentang percintaan diatas ranjang.


Meskipun pria di hadapannya saat ini sangat tampan seperti idol korea tapi.. tetap saja Lily merasa belum siap.


"Nathan.. apakah kita bisa melakukan itu lain kali saja ? aku sangat lelah saat ini, aku butuh tidur.. " ucap Lily yang pura pura menguap, Hhoaammm..


Terasa dingin tapi nyaman, sentuhan Nathan sangat halus dan lembut membuat Lily seperti kucing dan Nathan adalah tuan yang selalu membelai memberikan rasa nyaman pada dirinya.


"Tapi Nathan... " Lily masih berusaha berkelak meski dirinya tidak memungkiri sangat menikmati sentuhan Nathan.


Ada getaran halus seperti aliran listrik terapi yang menggetarkan jiwa..


"Ini juga pertama kali bagiku, jiwaku milikmu dan aku tahu kamu juga menyukai aku.. baby.. " ucapan Nathan lirih sekali sampai Lily bisa merasakan hembusan nafas dingin di permukaan kulitnya.

__ADS_1


"Nathan... " Lily menahan nafas saat Wajah Nathan tenggelam di ceruk lehernya.


Mendusel dusel sembari menghirup aroma tubuh Lily yang candu. Sesekali Nathan menjilat membuat Lily memekik kaget "Aawsshh.. Nathan apa yang kamu lakukan, hentikan !"


Lily mencoba mendorong tubuh Nathan tapi percuma, Tubuh gagah Nathan lebih dominan dan saat ini Nathan sudah tidak bisa menahan lagi.


"Baby.. aku belum meminum darahmu, malam ini aku belum mendapatkan sesi terapiku. Let me... " Nathan dalam sekejap berubah ke mode vampir dan memainkan ujung gigi taringnya di permukaan leher Lily


Terus memainkan lidah dan ujung gigi taring sampai Lily menyerah dan mengangguk pelan sebagai respon aktifitas yang dilakukan Nathan.


Tanpa basa basi Nathan membaringkan tubuh Lily. Satu tangan Nathan menopang sebagian tubuh Lily hingga posisi menjadi setengah tidur.


Lalu tangan Nathan yang lain merengkuh tubuh Lily dan,


JLEESSS...


Nathan menancapkan gigi taringnya tepat di pembuluh darah leher Lily, lalu mulai menghisap pelan usai tubuh Lily sedikit tersentak.


Hisapan Nathan sangat lembut, seperti bayi yang meminum langsung dari sumbernya. Setiap hisapan yang dilakukan Nathan seolah menarik sedikit demi sedikit kesadaran Lily hingga..

__ADS_1


__ADS_2