
"Apa maksudmu Nathan ? " tanya ayah Claude dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Aku sudah memutuskan ayah.. ibu.. aku tidak akan melanjutkan perjodohan dengan Alice karena aku sudah memilih Lily sebagai kekasihku satu satunya. " Pangeran Jonathan menatap sang ayah dengan jawaban tegas yang tak kalah tajam sambil mengeratkan genggaman tangannya pada Lily disampingnya.
"Apa maksudmu sayang.. Apa kamu ingin menjalin hubungan percintaan dengan wanita yang berbeda ras dengan kita ? Nathan.. kita ini adalah bangsawan vampire ras murni yang pantang menikah dengan yang selain satu kasta dengan kita. Tidak.. tidak.. ibu dan ayah tidak setuju !" ucapan ibu Claudya membuat Lily secara tidak langsung merasa bersalah.
Mana Mungkin aku meminta Nathan melawan kedua orang tuanya hanya untuk perasaan kami yang baru tumbuh seperti benih jagung di musim semi.. batin Lily bergejolak.
"Dengarkan ayah Nathan ! ini bukan hanya tentang perasaan mu dengan Lily. Tapi ini menyangkut keberlangsungan bangsa vampire dan tidak akan pernah ada pernikahan yang akan terjadi di keluarga Salvatore selain pernikahanmu dengan Alice !! Keputusan ayah sudah bulat, mengerti !" ayah Claude menatap geram pada sang putra dan wanita berdarah suci itu.
Aku mendapatkan wanita berdarah suci itu untuk menjadi bank darah putraku Nathan, bukan untuk merebut Nathan dari klan Salvatore. batin ayah Claude menjadi geram saat netranya menatap kearah Lily.
Lily yang bukan dari golongan kasta bangsawan, bahkan wanita itu hanyalah tunawisma didunia manusia, kastanya sangat rendah dan tidak pantas bersanding dengan Nathan yang notabene merupakan seorang putra mahkota, pangeran vampir.
__ADS_1
Terjadi ketegangan antara ayah, ibu dan putra mereka. Alice merasa harus memainkan peran agar semua berjalan sesuai rencana.
Ini tidak boleh melenceng dari rencana, aku harus pastikan hal itu. batin Alice ambisius.
"Ayah.. ibu.. Nathan.. tolong jangan seperti ini. Jika Nathan ingin menikahi Lily maka aku bisa apa huhuhuuu... Aku tidak mau dianggap sebagai wanita yang memaksakan kehendak, biarlah Nathan hidup bersama kekasihnya Lily hiks... aku akan cari alasan untuk menghadapi orang tuaku. " nada bicara Alice terdengar sedih mengharu, membuat ayah Claude dan ibu Claudya merasa bersalah.
Bayangan hubungan kerja sama kedua klan tiba tiba melintas dalam pikiran ayah Claude dan ibu Claudya.
Pasangan suami istri itu saling melirik seakan menyelaraskan isi pikiran mereka.
"Alice.. jangan bicara begitu nak tenangkan dirimu.. " ucap ayah Claude iba.
"Aku sungguh tidak apa apa. Aku akan pulang kembali ke klan Romanov, tapi.. entah bagaimana aku mengatakan pada kedua orang tuaku jika putri semata wayang kebanggaan klan Romanov telah kehilangan kesucian dan kehormatan saat berada di kastil mantan calon suami , hiks... " alice menangis sesegukan tapi mencoba tetap tenang.
__ADS_1
Akting yang bagus Alice, sedikit lagi.. batin Alice tertawa.
"Tuan.. nyonya.. ijinkan saya bicara. " tiba tiba Lily menyeletuk ingin bicara. Membuat semua orang menoleh tanpa kecuali Nathan yang mengerinyitkan alisnya.
"Lily.. " Nathan berkata lirih saat Lily melepaskan tautan tangan mereka.
Dengan langkah ragu, Lily maju beberapa langkah lalu memberanikan diri menatap raja Claude dan Ratu Claudya bergantian.
"Disini saya menyadari satu hal tuan.. nyonya.. jika sumber permasalahan ada pada diri saya. Maaf jika saya lancang karena telah berani menjalin hubungan terlarang dengan pangeran Jonathan. Sebelumnya saya tidak tahu jika pangeran Jonathan sudah dijodohkan, bahkan perjodohan mereka terjadi sejak mereka masih kecil. " Lily menghirup udara dalam dalam sebelum melanjutkan perkataannya.
"Sebagai manusia biasa, saya akan menolak hubungan dengan Nathan ehm maksud saya Pangeran Jonathan. Bukankah sebuah hubungan yang baik akan langgeng jika mendapatkan restu dari kedua orang tua ? maka saat ini saya memilih untuk melepaskan pangeran Jonathan. " Lily membungkuk hormat meminta maaf pada raja Claude dan ratu Claudya.
"Apa maksudmu Lily !!!"
__ADS_1