
Saat ini Lily tengah berada didalam kamarnya, dirinya sangat lelah sekaligus puas diwaktu bersamaan. Membayangkan bagaimana antusiasnya para pengunjung yang menikmati makanan hasil olahan tangannya.
*Bisnis berjalan dengan baik , aku yakin semua akan baik baik saja* esok hari dan seterusnya.. batin Lily senang sambil menunggui bak penuh berisi air hangat.
Malam ini Lily ingin berendam air hangat untuk mengurangi lelah ditubuhnya. Setelah air didalam bak penuh, Lily mulai menanggalkan satu persatu kain yang menempel ditubuhnya dan..
Byurr... suara air tumpah saat tubuh Lily masuk kedalamnya.
Lily menggosok tubuhnya di dalam air menggunakan spons busa yang khusus untuk digunakan pada permukaan tubuh. Ditambah aroma sabun busa yang wangi menenangkan membuat Lily sangat menikmati sesi mandi malamnya.
Lily menyalakan keran air hangat untuk menambah air hangat didalam bak tempat dia berendam. Dengan begini Lily tidak perlu khawatir air yang dia gunakan untuk berendam berubah menjadi dingin seperti suhu diluar sana.
Sesekali buang buang air tidak apa kan hehee... batin Lily yang masih ingin sedikit berlama lama di dalam kamar mandi.
__ADS_1
Rasa penat yang dirasakan Lily seolah menghilang dan menguap bersamaan dengan datangnya rasa kantuk yang tidak tertahankan.
Secara perlahan Lily mulai tertidur di dalam bak sambil bersandar relaks. Aku hanya akan memejamkan mata sebentar saja, lima menit lalu aku akan keluar dari bak. batin Lily yang mulai hilang kesadaran dan kini beralih masuk ke alam mimpi.
Sementara Lily ketiduran saat sedang berendam di dalam bathup, nenek Alma bekerja dengan cepat di dapur. Jemari tua nenek Alma lincah menyiapkan segala sesuatunya.
Toples toples kosong mulai diisi aneka macam bumbu halus siap pakai, nenek Alma berhasil menyelesaikan semuanya saat waktu sudah menunjukkan lewat tengah mam.
Mansion Lily sepi, lampu utama dimatikan hanya menyisakan beberapa lampu temaram di beberapa sudut mansion.
Desir angin berhembus membuat pintu jendela kamar Lily terbuka begitu saja, sekelebat bayangan masuk ke dalam kamar Lily.
Sosok yang setiap malam tidak pernah absen mengunjungi Lily. Siluet sosok Tinggi , jangkung , gagah berdiri menggelengkan kepala pelan saat melihat Lily tertidur sambil berendam.
__ADS_1
Beruntungnya air dalam kondisi hangat hingga tidak sampai membuat tubuh sang kekasih kedinginan.
Apa kamu berniat tidur di dalam sini sampai pagi, my Lily...
Iya sosok itu siapa lagi kalau bukan Nathan, beberapa saat yang lalu Nathan bertengger di pohon besar tengah hutan seperti biasanya namun, sang kekasih tidak ada pergerakan sama sekali di dalam kamar.
Cukup lama Nathan mengamati, dirinya juga menahan diri untuk tidak ceroboh karena masih ada orang yang beraktivitas di dalam rumah Lily.
Setelah orang tersebut yakni nenek Alma mematikan lampu dan masuk ke dalam kamarnya barulah Nathan memberanikan diri mendatangi kamar sang kekasih.
Akses jendela yang sudah sangat Nathan hafal, salah satu sarana untuk dirinya berhasil menyusup diam diam tanpa ketahuan setiap malam. Nathan dengan gerakan ala vampir yang secepat angin mencari keberadaan Lily disekitar kamar dan suara gemericik air dari dalam kamar mandi membuat Nathan memberanikan diri sedikit mengintip barangkali memang sang kekasih masih terjaga.
Eh ternyata Lily sama sekali tidak bergerak tetapi nafasnya teratur, dan beranilah Nathan untuk masuk ke dalam kamar mandi saat melihat pantulan sang kekasih yang tengah terlelap dari kaca didekat wastafel.
__ADS_1