Kekasihku pangeran vampir

Kekasihku pangeran vampir
Bab 46 Hadiah dari sang kekasih


__ADS_3

Lily masih menatap asisten Mouhan dengan binar antusias, dirinya benar benar penasaran siapa gsrangan yang sudah memberikan hadiah tak terduga ini.


Asisten Mouhan membalas tatapan Lily dengan sorot khas nya, sorot mata asisten Mouhan yang selalu tampak dingin dan tanpa ekspresi, Apa reaksinya jika tahu semua ini adalah pemberian dari Pangeran Jonathan hhmmm..


"Anda sungguh ingin tahu nona ? karena orang yang menghadiahkan semua ini adalah.. " asisten Mouhan menjeda kalimatnya, menunggu bagaimana reaksi Lily yang saat ini tampak cukup absurb , bagaimana tadi dia terlihat jual mahal lalu tiba tiba bertingkah terlalu manis.


"Katakan Han, setidaknya aku harus mengucapkan terima kasih kan, hadiah yang dia berikan ini bernilai ratusan juta dollar kan" netra Lily masih membinar antusias dengam senyum lebar.


"Pangeran Jonathan.. " sebuah nama terucap begitu saja oleh mulut asisten Mouhan. Sedangkan Lily yang tadinya antusias dentan binar di wajahnya seketika diam membisu, perlahan senyum lebar itu surut dari wajah Lily.

__ADS_1


Raut wajah Lily seketika berubah datar, dan dada nya terasa sesak. Bayangan Nathan sang kekasih vampirnya seketika melintas kembali membayangi pikiran.


"Nathan.. apa kamu serius Han ? kenapa Nathan memberikan begitu banyak untukku... Aku jadi semakin sulit melupakan dia kan kalau begini.. " Lily tersenyum getir, rencana untuk bisa move on melanjutkan hidup belum apa apa sudah kembali dibayangi oleh sang pangeran Vampir yang memberi kejutan tak terduga.


"Nona terima dulu kunci ini, " Asisten Mouhan menarik satu tangan Lily dan meletakkan kunci mansion di telapak tangannya.


Lily masih terpaku menatap sendu pada kunci mansion yang ada ditelapak tangan kanannya.


"Benarkah Nathan mengatakan hal seperti itu Han ? Wahh.. seketika aku merasa seperti sangat kurang ajar ya kan. Aku datang pada Nathan untuk menjual darahku tapi justru berakhir dengan aku mendapatkan semua kekayaan ini, serakah sekali aku ini. Belum cukup menjadi kekasih pangeran vampir kini aku juga mendapatkan kekayaan ini, hiks.. dasar aku ini wanita kurang ajar dan tak tahu malu !! " Lily tersedu mengisak tangis di wajahnya.

__ADS_1


"Jangan seperti ini nona, ingat pesan Pangeran Jonathan.. " Asisten Mouhan menahan tangan Lily yang beberapa kali memukuli kepalanya sendiri.


"Tapi Han.. hiks.. " Lily masih terisak meski tidak lagi memukuli kepalanya.


"Menangislah sebentar lalu hapus semua air matamu dan jangan pernah menangis lagi nona, mengerti ?" ucapan Asisten Mouhan mendapatkan respon anggukan dari Lily.


Untuk beberapa menit selanjutnya mereka berdua masih belum beranjak dari depan hekikopter. Asisten Mouhan masih berdiri dengan tegak dan tenang sembari kedua tangan masuk kedalam saku celana.


Sedangkan Lily juga masih berdiri dengan sisa segukan berusaha menghentikan tangis yang sejak tadi sulit dihentikan. Beberapa kali jemari tangan Lily mengusap setiap bulir air mata yang menetes di pipi.

__ADS_1


Nathan.. aku akan semakin sulit jika harus melupakan kamu. Semua yang kamu berikan untukku membuat aku serakah dan ingin juga memilikimu seutuhnya untuk diriku sendiri hiks.. batin Lily masih bergejolak mengingat perasaan cinta antara dirinya dan sang kekasih, pangeran vampir Jonathan.


__ADS_2