Kekasihku pangeran vampir

Kekasihku pangeran vampir
Bab 33 Aku sudah memutuskan


__ADS_3

Dhoorr..


Dhoorr..


Dhoorrr..


Suara ketukan pintu semakin keras terdengar lebih mirip suara orang menggedor kasar pintu kamar Lily.


"Nathan !! aku tahu kamu didalam, keluarlah !!" teriak seseorang dari luar pintu.


Nathan dan Lily menoleh lalu gegas mengenakan kembali pakaian mereka yang semalam tercecer di sembarangan tempat di dalam kamar.


"Suara wanita, biar aku yang buka." ucap Lily tergesa gesa.


"Buka !!!" teriak orang itu lagi.


Dan Lily mengatur nafasnya sebelum membukakan pintu,


Ceklek.. pintu kamar Lily terbuka, menampilkan sosok Lily yang meskipun sudah berpakaian tetapi masih tampak berantakan apalagi rambut panjang itu yang di gelung asal.


Alice semakin kesal sampai menggenggam tangannya sendiri sampai buku buku kuku tampak membekas di sela kulitnya saat melihat ada banyak tanda kemerahan di leher Lily,


"Nona Alice.. " lirih Lily berucap menahan rasa terkejutnya, " apa yang anda lakukan disini ? ada yang bisa saya bantu nona ?"


Plakk !!

__ADS_1


Suara telapak tangan Alice mendarat kasar di wajah polos Lily. Alice benar benar tidak terima jika tebakannya benar, Berani sekali wanita ja lang ini menggoda Nathanku, Aarrgghh !!!


"Dimana kamu sembunyikan Nathan hahh ?? dasar wanita ja lang !!" Alice mendorong kasar tubuh Lily sampai hampir jatuh kebelakang namun syukur lah seseorang menahan bobot tubuh Lily tepat waktu.


"Nathan... " ucap Lily dan Alice bersamaan.


"Kamu tidak apa apa baby.. hati hati.. " Nathan membantu Lily berdiri lalu ganti menatap tidak suka ke arah Alice.


"Apa yang kamu lakukan Alice !!" bentak Nathan dengan tatapan tajamnya.


"Nathan.. jadi benar semalaman kamu bersama wanita ja lang ini, astaga huhuhuuu... " Alice menangis tersedu saat mendapati fakta jika Nathan menghabiskan waktu bersama Lily.


Apalagi tanda kemerahan di leher Lily itu sangat kentara jelas jika mereka tidak hanya sekedar menginap tapi juga pasti melakukan aktifitas panas di ranjang.


"Pergilah Alice. Aku tidak ingin melihatmu.. aku sudah memutuskan jika aku akan hidup bersama Lily, maaf.. tapi aku tidak bisa melanjutkan permainan para orang tua kita. Pergilah !!" ucap Nathan tegas dan to the poin .


Bahkan Nathan sama sekali tidak ingin menatap Alice yang memasang ekspresi sedih terkejut, tentu saja itu hanya pura pura.


Alice bukannya pergi justru tertawa pelan, "Apa maksudmu Nathan ? justru kedatangan aku mencarimu untuk mengatakan jika ayah dan ibu berada di dalam kastil utama. Mereka mencarimu Nathan.. " nada suara Alice terdengar ramah.


Seolah Alice memang sengaja menulikan telinga saat Nathan berkata kasar padanya barusan.


Mendengar kata ayah dan ibu membuat Nathan terkejut, kenapa orang tuanya tiba tiba kemari. Ada hal penting apa yang membuat ayah dan ibu harus mendatangi kastil Orion miliknya..


"Apa kamu serius Alice ?" kali ini tatapan Nathan melunak, mendengar kata ayah dan ibu membuat Nathan merasa was was.

__ADS_1


"Seribu rius Nathan, ibu Claudya memintaku mencarimu untuk menemui mereka, ayo.. " Alice hendak meraih tangan Nathan tapi ditepis.


"Aku akan segera menemui mereka, pergilah !" Nathan segeta menutup pintu, dan membiarkan Alice tetap diluar.


Sementara di dalam kamar, "Ayo kita bersihkan diri lalu bersiap bertemu ayah dan ibuku, aku sudah memutuskan akan memilih hidup bersamamu baby, aku akan menikahimu dan kamu akan hidup bersamaku selamanya.. " tatapan Nathan berseri senang.


Padahal Lily belum berpikir sejauh itu, baginya saat ini adalah meraih impiannya selama ini. Lily memang mulai menaruh hati untuk Nathan tapi bukan untuk pernikahan juga.


"Tapi Nathan.. A.. aku belum siap untuk itu, bagaimana jika mereka menolakku ? aku takut.. " ucap Lily serius tapi tidak menolak saat Nathan membawa dirinya masuk bersama ke dalam kamar mandi.


Saat ini Nathan dan Lily sudah masuk ke dalam kamar mandi, Nathan membantu membersihkan tubuh Lily dan juga tubuhnya.


Hanya membersihkan, tidak lebih..


Beberapa menit kemudian, "Jangan banyak berpikir, ada aku baby.. " Nathan tersenyum menatap Lily.


Dengan sedikit bujukan akhirnya Lily bersedia mengikuti keinginan Nathan, Lily merasakan ketulusan yang sangat besar dalam diri Nathan.


Keduanya siap menemui kedua orang tua pangeran Jonathan. Alice yang sedari tadi menunggui Nathan di depan kamar Lily hanya bisa mendengus kesal saat Nathan justru lebih memilih berjalan bersama Lily sambil bergandengan tangan sementara Alice mengikuti mereka di belakang.


Cih menyebalkan sekali dasar wanita ja lang, Tapi tidak apa nikmatilah saat saat terakhirmu sebelum Aku menghancurkan hatimu karena Nathan hanya akan jadi milikku , hahahaa... batin Alice tertawa jahat.


"Dimana ayah dan ibuku Alice ?" tanya Nathan tanpa menoleh kebelakang saat mereka memasuki pintu utama.


"Ayah dan ibu menunggu di kamarmu Nathan.. " jawab Alice singkat.

__ADS_1


__ADS_2