Kekasihku pangeran vampir

Kekasihku pangeran vampir
Bab 56 Menolong wanita tua


__ADS_3

Lily berkeliling kota sampai hari menjelang senja, dia mendapatkan semua barang yang diperlukan dari toko perlengkapan yang dia kunjungi hari ini. Lily meminta semua barang tersebut diantar esok hari ke alamat kios tempat usaha restorannya akan berjalan.


Lapar.. adalah apa yang saat ini Lily rasakan, dalam perjalanan pulang tanpa disengaja Lily hampir saja menabrak seorang wanita tua yang hendak menyeberang jalan tiba tiba.


Cciitt.. suara rem mendadak dan beruntung mobil Lily tidak mengenai tubuh wanita tua tersebut.


Lily gegas keluar dari mobil untuk menghampiri wanita tua yang terduduk di tengah jalan tepat didepan mobilnya.


"Nenek.. nenek tidak apa apa ? apakah nenek terluka ?" tanya Lily khawatir sambil membantu wanita tua itu berdiri.


"Aku tidak apa apa nak, maaf.. " tubuh wanita tua itu gemetar, sepertinya kedinginan.


"Ayo aku akan bawa nenek ke rumah sakit, tubuh nenek gemetar begini. Aku takut terjadi apa apa. " ucap Lily khawatir.


Wanita itu menurut dan ikut masuk ke mobil Lily, melaju dengan kecepatan sedang menuju rumah sakit terdekat.


Kurang dari lima belas menit perjalanan mereka tiba di sebuah rumah sakit swasta, setelah memarkirkan mobil Lily membawa wanita tua tersebut masuk ke dalam gedung rumah sakit untuk diperiksa.

__ADS_1


Sekitar setengah jam lamanya Lily menunggui wanita tua tersebut sambil menyelesaikan biaya administrasi.


Lily duduk menunggu di depan ruangan dokter saat seorang perawat memanggil namanya, "Nona Lily ? apa anda yang bertanggung jawab atas pasien bersama Alma usia 55 tahun ? Silakan masuk dokter ingin bicara dengan anda. "


Perawat mempersilakan Lily untuk masuk kedalam ruangan Dimana didalam sana sudah ada seorang dokter dibalik meja dan wanita tua bernama Alma duduk disebuah kursi.


Lily duduk di kursi sebelah wanita tua itu setelah dokter mempersilakan. Kemudian dokter menjelaskan kondisi wanita tua bernama Alma usai pemeriksaan.


"Tidak ada luka serius di tubuh pasien, mungkin ada sedikit rasa shock saat hampir tertabrak tapi secara keseluruhan pasien baik baik saja. Gemetar yang dialami pasien mungkin disebabkan karena kondisi tubuhnya yang sedang tidak sehat, tadi pasien sempat mengkonfirmasi jika sudah beberapa dirinya tidak makan, ditambah cuaca yang sangat dingin ini membuat pasien menjadi terlalu kurang fokus hingga lalai saat menyeberang jalan. " dokter tersebut menjelaskan semuanya dengan detail.


Namun sesaat kemudian Lily menghela nafasnya lega, kondisi lambung nenek Alma baik baik saja. Artinya sekarang juga Lily harus membelikan nenek Alma makanan hangat .


Kebetulan aku juga belum makan malam, baiklah sekalian saja kalau begitu.. batin Lily merasa bertanggung jawab .


Setelah mendapatkan resep dari dokter untuk kondisi kesehatan nenek Alma, Lily meninggalkan gedung rumah sakit bersama nenek Alma.


Ada rasa iba yang tiba tiba muncul dalam benak Lily, Bagaimana bisa wanita renta seperti nenek Alma hanya hidup sebatang kara, kasihan..

__ADS_1


Kehidupan tunawisma pernah dijalani Lily selama belasan tahun, dan dirinya sangat paham situasi yang dialami nenek Alma saat ini.


Akhirnya Lily mengajak nenek Alma makan disebuah kedai kuliner yang menjual makanan hangat. Lily memesan banyak makanan dan tidak lupa minuman hangat juga.


Keduanya makan dengan lahap, nenek Alma tampak awalnya sungkan namun lama lama menghabiskan semua makanan hangat yang di sajikan.


Setelah selesai menyantap makan malam, Lily bertanya pada nenek Alma, "Apa yang membuat nenek tidak makan berhari hari heumm ? apa tidak ada sanak keluarga yang merawat nenek ?"


"Nenek hanya hidup sebatang kara nak, berhari hari nenek tidak makan karena tidak ada orang yang memperkerjakan nenek jadi nenek tidak ada uang untuk bertahan hidup.. " lirih nenek Alma berucap.


"Pekerjaan apa yang biasa nenek kerjakan ?" tanya Lily lagi.


"Nenek bekerja serabutan nak, terkadang nenek diminta untuk membersihkan rumah, pernah juga nenek diminta untuk memasak, melakukan pekerjaan rumahan. Nenek tidak punya majikan tetap jadi.." nenek Alma menjelaskan tentang pekerjaan serabutan yang menjadi sumber mata pencaharian nya selama ini.


Lily yang menatap iba pada nenek Alma terbesit sebuah ide, Kenapa tidak aku ajak nenek Alma kerja denganku..


"Baiklah sudah aku putuskan.. "

__ADS_1


__ADS_2