Kekasihku pangeran vampir

Kekasihku pangeran vampir
Bab 27 Kunjungan ayah dan ibu


__ADS_3

Nathan seperti sengaja memainkan batang beruratnya dengan gerakan pelan yang membuat Lily menggila, setiap ujung nya menusuk Lily seperti tersetrum nikmat seakan jiwa mereka sedang mengikat kuat simpul mati satu sama lain.


Nafas keduanya mulai memburu dan terjadilah hal yang tubuh mereka sama sama inginkan, saat Nathan berhasil menerobos masuk melewati dinding labirin keperawanan Lily, saat itu juga tubuh Nathan seperti mendapatkan energi yang luar biasa, energi yang berasal dari darah perawan suci milik Lily.


Penyatuan yang semakin lama semakin terasa canduk nikmatnya benar benar membuat tubuh Lily dan Nathan menggila bersamaan dengan puncak pelepasan dahsyat yang mereka gapai bersama.


"Aku tidak tahan lagi Nathan.. ahh !" de sah Lily terdengar seksi.


"Bersama baby.. akhh sedikit lagi !!" racau Nathan saat menghujam lebih dalam dan kuat hingga beberapa saat kemudian,


Aakkhh... 💦💦


Beberapa waktu kemudian..


Sinar matahari pagi ini bersinar cerah terasa sangat menghangatkan puncak pegunungan bersalju tempat Kastil Orion berdiri kokoh, seiring dengan terdengarnya suara mesin helikopter yang hendak mendarat di landasan helipad.


Pasangan Raja dan Ratu klan Salvatore telah tiba, Raja Claude memastikan mesin helikopter untuk kemudian turun bersama sang istri melangkah menuju kastil Orion.


Ratu Claudya membenarkan penutup kepalanya saat angin pagi sedikit menerpa tubuhnya, "Pagi yang indah ya sayang.. aku tidak sabar bertemu Nathan.. " ucap ratu Claudya sambil tersenyum pada sang suami.


"Ini masih sangat pagi, ayo kita beri kejutan untuk Nathan ?" tanya Raja Claude yang berniat memberi kejutan.

__ADS_1


Keduanya saling melempar senyum setuju sepemikiran hingga tibalah pasangan raja dan ratu tersebut di depan pintu kastil sambil bergandengan tangan.


Kastil Orion tumben sangat sepi, biasanya ada pelayan yang membukakan pintu utama. "Kemana semua orang hmm.. " raja Claude membuka pintu utama begitu saja,


"Tidak ada penjaga juga tidak dikunci. Tumben.. " gumam raja Claude saat melangkahkan kakinya masuk diikuti ratu Claudya.


Suara derap alas kaki raja dan ratu klan Salvatore terdengar menggema cukup nyaring di dalam ruangan kastil.


"Apa kedatangan kita berdua terlalu pagi suamiku ? " ucap Ratu Claudya saat langkah mereka memasuki ruangan utama lantai dasar kastil.


Kastil berdinding batu gaya klasik itu terlalu sunyi, sampai ratu Claudya dan suaminya memutuskan untuk bermaksud naik kelantai atas menuju kamar Nathan.


Kamar Nathan yang terletak paling ujung menghadap jendela, pintu besar nya terbuat dari bahan kayu berusia ratusan tahun.


Tokk..


tokk..


tokk..


Ratu Claudya mengetuk pintu kamar pangeran Jonathan, setelah mengetuk beberapa kali namun tidak terdengar sahutan dari dalam sana.

__ADS_1


"Ayo kita langsung masuk saja, " ucap raja Claude yang langsung membuka pintu kamar pangeran Jonathan.


Kkkrrreeetttt... suara derit pintu kayu kuno tersebut terdengar nyaring hingga pintu terbuka sepenuhnya.


"Nathan.. putraku !! ayah dan ibu datang !!" seru sang ratu Claudya dengan senyum semangat dan mendekat ke arah ranjang.


"Sayang... " ratu Caludya yakin jika pangeran Jonathan pasti tertidur dibalik selimut.


Tampak sosok pria besar membelakanginya, dan seketika sang ratu menyibak kain selimut yang menutupi sampai batas dagu.


Ssrreett.. Selimut tersingkap begitu saja.


Menampilkan sosok pria yang tampak berbeda, Seharusnya itu adalah Nathan tapi sang ratu Claudya merasa fisik Nathan kenapa agak berbeda..


"Nathan... " lirih sang ratu menyentuh pundak sang putra lalu membalik posisi yang tadinya miring agar menghadapnya.


"Astaga, DAMON !!" pekik sang ratu terkejut setengah mati tidak menyangka apa yang dia lihat di hadapannya saat ini.


Posisi Damon sedang memeluk posesif Alice, Alice yang tampak lelap tertidur mendusel di dada Damon.


Dan yang lebih parah lagi adalah..

__ADS_1


__ADS_2