Kekasihku pangeran vampir

Kekasihku pangeran vampir
Bab 103 Menjelang persalinan


__ADS_3

"Baby... " Lirih Nathan berucap bingung campur heran lantaran cairan terus keluar dari V Lily membasahi sampai menetes deras, seperti mengompol.


"Cairan apa ini Akkhhss !!!" Lily tiba tiba memekik kesakitan saat merasakan otot pinggulnya menegang seperti di pelintir.


Melilit sakit sekali..


Nathan yang panik saat melihat sang kekasih kesakitan segera membenarkan pakaian keduanya lalu dengan satu gerakan cepat membawa Lily kembali ke dalam kastil.


Secara perlahan Nathan membaringkan Lily diatas ranjang, Lily pun memiringkan tubuhnya menghadap kekiri lantaran saat ini nyeri tersebut mulai reda.


"Nathan, my honey.. sepertinya anak kita sedang mencari jalan keluar aakkhhh!! " kembali meringis saat Lily merasakan kontraksi itu datang lagi.


Sekian menit kemudian mereda, dan pada saat nyeri mereda itulah Lily meminta Nathan memanggil bantuan.

__ADS_1


"Honey.. panggilkan bantuan, aku tidak yakin bisa bertahan lebih lama lagi. " Lily mulai kesulitan mengatur nafas.


Sedangkan Nathan yang terlalu cemas seperti tidak tega meninggalkan Lily seorang diri. "Bagaimana aku bisa meninggalkan kamu di saat begini.. " panik sekali Nathan saat kembali kontraksi itu datang.


"I am okay Honey, cepat panggil bantuan sebelum terlambat !!" Lily sedikit membentak agar Nathan segera bergerak.


Akhirnya Nathan bergegas memanggil ibu Natasha, ya hanya beliau yang bisa diandalkan di saat genting begini.


Ibu Natasha Romanov yang mendengar ucapan sang putra menantu saat panik mendatangi kamarnya tadi segera menemui Lily dan benar saja, setelah Ibu Natasha Tiba cairan yang merembes semakin banyak.


Dengan cepat Ibu Natasha meminta Nathan untuk menyiapkan air hangat di dalam bak. "Jonathan isi penuh bak di dalam kamar mandi dengan air hangat, jangan terlalu panas oke, kita harus menyiapkan Lily. Cepatlah !" ibu Natasha membantu Lily mengatur nafas ,


Sedangkan Nathan melakukan apa yang ibu mertua katakan, bolak balik Nathan keluar masuk kamar mandi demi mengecek langsung kondisi Lily hingga setelah beberapa menit, "Airnya siap bu.. " ucap Nathan gegas menghampiri Ibu Natasha yang baru saja memberikan kapsul ajaib pada Lily.

__ADS_1


"Kamu akan kehilangan banyak energi saat bayi ini lahir, jadi persiapkan mentalmu ya nak.. " ucapan ibu Natasha terdengar menenangkan membuat Lily merespon mengangguk setuju.


"Nathan, kamu sudah hubungi Tabih Jeane ? suruh dia segera kemari. Aku tidak bisa melakukannya sendiri. " ibu Natasha sedikit banyak sudah paham bagaimana merawat orang yang akan melahirkan.


Terlebih saat ini darah dagingnya yang akan melahirkan, dirinya merasa harus tetap mendampingi Lily sampai Akhir.


"Aku sudah hubungi Jeane, dia segera kemari ibu. Apa yang harus kita lakukan sekarang ?" Nathan bertanya lantaran saat ini kontraksi Lily mereda.


"Bawa Lily berendam di dalam bak, itu akan mengurangi rasa sakit jika kontraksi datang lagi, cepat Nathan mumpung kontraksi Lily mereda !" Ibu Natasha mengikuti dari belakang saat Nathan menggendong Lily masuk ke kamar mandi.


"Aku tidak apa apa honey, aku wanita kuat.. " lirih Lily kembali meringis menahan sakit sambil tersenyum.


Senyum yang gagal menutupi rasa sakit yang dia rasakan, sesaat yang lalu kontraksi hebat kembali membuat Lily seperti hampir mati.

__ADS_1


Nathan yang Tetap setia menjaga Lily dengan ikut masuk kedalam bak berisi air hangat suam suam kuku.


"Aku tahu baby, kamu akan menjadi ibu terhebat setelah ini, kita akan hidup bahagia bersama.. " Nathan menciumi pucuk kepala Lily menyalurkan energi positif agar Lily semangat.


__ADS_2