
Ditempat lain..
Lily tertidur pulas dalam dekapan tubuh Nathan yang dingin tapi nyaman. Sisa sisa percintaan mereka masih terasa basah di atas ranjang kamar Lily.
Nathan yang tidak tidur terus terusan menatap penuh rasa sayang pada sosok wanita berdarah suci di pelukannya. Nathan teringat saat adegan dirinya berhasil menerobos dinding labirin keperawanan Lily.
Seperti tersengat aliran listrik jutaan watt, tubuh Nathan menerima energi yang sangat besar hingga dia merasa sesuatu berdetak di dalam dirinya.
Begitu besar energi yang di hasilkan oleh perawan berdarah suci sampai bisa membuat kristal kehidupanku seperti berdetak seakan hidup.. batin Nathan kagum.
Jiwaku dan jiwamu telah terikat Lily, selamanya aku tidak akan melepaskanmu. Kita akan hidup bersama, bahagia bersama keluarga kecil kita kelak.. i love you my holly blood.. Ungkapan perasaan Nathan yang tidak dipungkiri akan terdengar sangat naif jika Lily mendengarnya.
Cup.. satu kecupan mendarat di pucuk kepala Lily, siempunya hanya menggeliat tapi tidak membuka mata.
"Kamu pasti sangat lelah baby.. " Nathan tersenyum gemas saat melihat wajah Lily yang tampak sangat cantik dan bersinar saat sinar matahari menyusup melewati jendela dan menerpa wajah kekasihnya.
Sosok yang menjadi candu bagi Nathan, hingga saat ini dia berharap waktu akan berhenti selamanya.
__ADS_1
Nathan sangat ingin menghabiskan hidup bersama Lily di sepanjang waktu keabadian..
Tubuh Lily merasa geli saat merasakan sesuatu seperti sedang menyentuh tubuhnya, Lily terpaksa membuka mata saat rasa geli itu semakin menjalar dan benar saja apa yang dia rasakan jika Bayi besar sedang menyusu langsung dari sumbernya.
"Nathan.. apa yang kamu lakukan heumm.. " lirih Lily berucap tidak berusaha melawan sedikitpun.
"Morning baby, aku butuh asupan dipagi hari, hhmmpphh.. " ucap Nathan di sela sesi menyusu nya.
Lily hanya tersenyum, bahkan seperti sengaja membiarkan Nathan menikmati susu nya. Lily mulai membusungkan dada saat Nathan semakin rakus menikmati.
"Ahh Nathan.. " Lily meracau sambil meremas kepala Nathan.
Bermenit menit kemudian, Ranjang tempat mereka tidur kembali berderit, Lily sampai meremas sprei saking enaknya yang dia rasakan ketika Nathan sengaja menggesekkan batang beruratnya diantara celah seng ga ma yang mulai basah lagi.
"Nathan.. pelan pelan ahh.. " tubuh Lily agak tersentak saat Nathan menancapkan batang berurat dengan pelan namun dalam.
"Percintaan di pagi hari baby.. kamu suka jika aku bergerak seperti ini ? atau begini ?" ucap Nathan yang secara mesum dan terang terangan menawarkan opsi bercinta di pagi hari.
__ADS_1
"Ahh.. Nathan jangan aneh aneh deh, " Lily menahan pinggang keras Nathan lalu mengucapkan satu kalimat vulgar, "Let me ride you honey.. " kerling binalnya Lily membuat senyum tipis di wajah Nathan terbit lalu mengangguk.
"Give me some good ride baby, akhh.. " Nathan setengah terlentang dengan kedua tangan menahan bobot tubuhnya darii belakang, sedangkan Lily,
Lily memposisikan dirinya duduk dipangkaun Nathan tapi membelakangi, Kedua tangan Lily bertumpu pada kedua lutut Nathan lalu secara perlahan pinggul seksi itu bergerak naik turun mengurut batang berurat yang menancap sempurna di dalam liangnya.
Keduanya sama sama mengerang, posisi ini membuat tubuh keduanya benar benar menikmati, seperti apa rasanya tersedot semakin dalam di dalam jepitan basah otot wanita yang sudah tidak perawan sejak beberapa jam yang lalu.
"Akhh iya baby begitu, agghh.. " racau Nathan merem melek saat Lily semakin bergerak cepat benar benar mengejar pelepasan.
"Ahh Nathan.. aku tidak tahan lagi, ahh.. " Sedikit lagi sampai tapi Lily sudah kelelahan, dia meminta Nathan melanjutkan permainan sampai selesai .
Nathan menahan pinggul Lily lalu merubah ke posisi do gy style. Nathan bergerak maju mundur semakin cepat sementara tubuh Lily yang menungging terpental pental nikmat.
Semakin lama semakin cepat hingga kedunya merengkuh pelepasan bersamaan yang diiringi jeritan kecil, akhhh.. 💦💦
Baru saja keduanya mengatur nafas yang ngos ngosan tiba tiba ..
__ADS_1
Tokk.. Tokk.. Tokk .. !!!
Suara pintu kamar diketuk dengan sangat keras, membuat Nathan dan Lily saling menatap dan berkata, " Siapa ya ?"