
"Aah itu.. itu karena aku sedang dalam penyamaran, kamu tahu kan aku ini adalah seorang pangeran vampir, mana mungkin aku tampil seperti biasa dalam situasi begini.. " ucap Damon memberi alasan.
"Ohh.. kamu sedang dalam penyamaran, baiklah.. " Lily mengangguk mengerti. Mungkin itu sebabnya Damon berpenampilan anti mainstream..
Selanjutnya makanan yang mereka pesan satu persatu mulai disajikan. Damon makan dengan sangat lahap sementara Lily hanya mengamati polah tingkah pangeran vampir yang sempat dia taksir sebelum dirinya terikat dengan pangeran Jonathan.
Lily membatin pada hatinya, Waktu awal aku bekerja di kastil Orion dan bertemu Damon rasanya sangat berbunga bunga seperti jutaan kupu kupu mengitariku. Waktu itu aku benar benar terpesona dengan Damon dan bahkan kami sempat berciuman kan.. Tapi sekarang kemana perasaan itu ?? kenapa rasanya biasa saja padahal sudah lama kami tidak bertemu, aneh..
Makanan yang tersaji diatas meja habis tak bersisa dalam waktu kurang dari setengah jam, Damon benar benar makan seperti orang kelaparan.
Lily sudah membayar semua tagihan mereka lalu keluar dari restoran daging dengan Damon beriringan.
__ADS_1
"Setelah ini mau kemana Damon ?" tanya Lily basa basi.
"Hhmm.. saat ini aku butuh pekerjaan . Ayah Claude tidak mengijinkan aku menggunakan akses kekayaan sebagai pangeran vampir, agar penyamaranku tidak terbongkar.. " ucap Damon seolah olah dirinya benar benar dalam misi.
Padahal hanya alibi saja..
"Pekerjaan seperti apa yang kamu butuhkan heumm ?" Tanya Lily lagi, kini keduanya tengah melangkahkan kaki kembali menuju restoran Rhea untuk memgambil mobil.
Karena Damon saat ini adalah buronan atas kasus pemerkosaan dan pembunuhan seorang wanita di tempat kost nya. Bercinta sampai lawan mainnya tewas dengan kondisi organ vital yang mengenaskan. Damon meninggalkan Lea begitu saja usai puas menyalurkan hasratnya di tambah menghisap darah Lea sampai tubuhnya kering.
"Heii bung.. aku juga pernah mengalami hal yang saat ini kamu alami. Apa kamu lupa kalau aku ini mantam tunawisma hehee " Lily tertawa kecil, menertawakan masa lalu dirinya sendiri .
__ADS_1
"Apa aku boleh bekerja denganmu Lily ? aku bisa melakukan apa saja. " kata Damon kali ini bernada serius, tentu saja dia punya maksud tersendiri.
"Kamu mau kerja jadi pegawaiku ? apa yang bisa kamu lakukan jika bekerja di restoranku Damon ?" ucap Lily yang kini juga bernada serius.
Pangeran vampir satu ini sepertinya menyimpan rahasia deh, ada yang janggal dari setiap cerita yang Damon tuturkan.. Lily membatin sendiri.
Menurutnya ya aneh saja,
"Aku punya tenaga yang bisa kamu suruh suruh 24 jam setiap hari Lily, aku bisa melakukan apapun yang kamu minta sebut saja.. Aku bisa meracik bahan masakan sebelum kamu mengeksekusi menjadi menu pesanan, aku bisa bantu memotong daging segar sesuai satu porsi menu. Atau, aku juga bisa mencuci peralatan kotor dengan cepat...." belum selesai Damon berucap Lily menjeda dengan berkata,
"Tenaga seorang vampir memang tidak diragukan lagi, tapi aku saat ini belum ada pekerjaan yang pas untukmu Damon .Aku sudah ada fua pegawai yang membantuku di restoran dan saat ini formasi kami sudah cukup." Lily mengatakan apa adanya, belum lagi nenek Alma yang membantu aku dirumah..
__ADS_1