Kekasihku pangeran vampir

Kekasihku pangeran vampir
Bab 82 Ingin makan sandwich daging rusa setengah matang


__ADS_3

Pangeran Jonathan mengatur nafasnya agar lebih tenang, saat ini dirinya berada di sebuah ruangan khusus miliknya. Tidak seorangpun mengetahui ruangan ini, tempat dimana pangeran Jonathan membaca setiap laporan dari orang kepercayaannya lewat ponsel rahasia.


Rentetan notifikasi masuk beruntun tampil di layar ponsel yang baru saja dihidupkan satu menit yang lalu. Ada banyak panggilan tak terjawab lalu beberapa pesan masuk.


Pangeran Jonathan membuka isi pesan tersebut sambil membelalakkan mata, seorang kepercayaan nya mengirimkan sebuah foto dan juga pesan teks.


Ada pria lain di mansion Lily dan pria itu adalah, Kak Damon ?? seketika netra pangeran Jonathan membulat sempurna, tidak percaya tapi ada foto yang menyertakan bukti laporan tersebut.


Auto panik pangeran Jonathan saat membayangkan sosok sang kakak yang terkenal sebagai berandal casanova dari negeri vampir.


Aku harus segera kesana, aku tidak boleh membiarkan kak Damon mengambil kesempatan, Aarrgghhh pria brengsek itu kenapa bisa bertemu My Lily !!!


Pangeran Jonathan yang panik melempar kembali ponsel rahasia nya ke dalam laci lalu dengan gerakan secepat angin dirinya gegas melompat keluar lewat jendela.


Pangeran Jonathan bergerak terburu buru saat ini pikirannya hanya berisi tentang Lily dan ancaman pria casanova dirumah kekasihnya.


Beberapa waktu kemudian..


Tap.. tap.. tap.. Pangeran Jonathan bertengger pada pohon besar seperti biasanya. Netra tajamnya mengintai setiap sudut mansion Lily yang masih menyala terang lampunya.


Hampir tengah malam dan lampu belum dipadamkan artinya mereka masih beraktivitas didalam rumah, tapi apa yang mereka lakukan aku harus mencari tahu.. pangeran Jonathan tetap berhati hati dan tidak gegabah.


Masih memilih untuk mengamati dari kejauhan..

__ADS_1


Sementara pangeran Jonathan mengintai, didalam rumah tepatnya di dapur memang masih ada kehidupan dimana ada Damon yang sudah berpenampilan lebih bersih dan rapih.


Tampak Lily juga tengah berbincang dengan Damon bagaimana tiba tiba saja dirinya ingin makan olahan daging rusa setengah matang dan Damon yang bersedia membuatkan.


"Aku akan buatkan sandwich daging paling enak ala Damon.. " ucap Damon yang tangannya lincah meracik setiap bahan.


Lily yang melihat pertunjukan memasak sangat terpukau, tidak meyangka jika Damon memiliki kemampuan memasak didapur yang sangat baik.


Satu tangan Damon lincah memanggang daging dan tangan lainnya menyiapkan setiap irisan sayur dan roti. pekerjaan tangan yang sangat rapih. Bumbu saus dengan takaran yang pas membuat aroma sandwich isi daging rusa setengah matang terasa menggoda.


"Air liurku hampir menetes, apa masih lama heumm ?" ucap Lily yang sudah tidak sabar.


Di restoran daging tadi dirinya tidak berselera makan tapi ketika tiba di rumah malam ini tiba tiba ingin makan daging dan kebetulan sekali Damon bersedia membuatkan menu spesial itu untuknya.


"Sebentar ya, ini sudah hamir jadi kok.. " ucap Damon yang menatap sekilas kearah Lily yang duduk manis sambil menopang dagu.


"Silakan nona.. " Damon memberika piring berisi satu porsi sandwich dengan bergaya ala chef.


"Terima kasih chef Damon.. aromanya sangat enak. " Lily menerima piring berisi sandwich isi daging dan tidak sabar mencicipi.


"Berikan nilai untuk masakanku.. rating antara 1 sampai 10? " kata Damon menggoda, tentu saja itu hanya basa basi saja.


"Nilai sempurna , nilai 9 dari 10. Ini sangat enak dan berkelas Damon. Aku seperti makan menu mewah restoran bintang lima.. " Lily tersenyum sambil mengunyah makanannya.

__ADS_1


"Hhmm kalau begitu apakah aku bisa bekerja denganmu Lily ?" tatapan Damon saat ini cukup serius dengan sorot netra yang tajam tapi manis.


"Heummm akan aku pertimbangkan hehee.. " kembali Lily memotong dan memasukkan sepotong sandwich ke dalam mulutnya.


Damon terus menatap Lily yang sedang makan, netra Damon tersorot bening seakan mengutarakan sesuatu yang hanya dirinya sendiri yang tahu.


Kenapa Damon terus menatap seperti itu... batin Lily yang merasa agak risih sebenarnya tapi tetap mencoba bersikap tenang.


Seporsi sandwich daging rusa hangat habis tak bersisa dalam waktu kurang dari lima menit. Porsi yang sangat mengenyangkan membuat perut Lily terasa benar benar kenyang.


"Setelah ini aku akan kembali ke kamar untuk istirahat, dan sebaiknya kamu juga istirahat ke kamar yang disiapkan nenek Alma tadi. " ucap Lily saat menyeruput teh lemon hangat sebagai penutup acara makan malam dadakan.


"Padahal aku masih ingin ngobrol banyak hal lagi denganmu.." Damon masih dengan tatapan yang sama mencoba menarik perhatian Lily.


"Sayangnya kita harus istirahat bukan, besok aku harus bangun pagi pagi sekali untuk bersiap ke restoran. Aku wanita pengusaha yang sibuk Damon. " senyum ramah Lily yang terlihat lembut tetapi tegas.


"Baiklah.. besok aku akan bantu bantu kamu di restoran. Anggap saja itu adalah caraku membalas budi karena telah menolongku hari ini. " Senyum Damon yang tampan selalu memukau tapi sayangnya Lily sama sekali tidak tertarik.


Lily tidak enak jika menolak tawaran Damon, maka dirinya setuju jika besok pagi Damon akan ikut dengannya bekerja di restoran.


Setelah itu keduanya masuk ke kamar masing masing usai mematikan sakelar lampu utama dan mengganti dengan lampu temaran di beberapa sudut.


...----------------...

__ADS_1



TATAPAN MATA MAS DAMON SAAT MENCOBA MENARIK PERHATIAN LILY


__ADS_2