
Sementara itu di dalam kastil utama..
"Sayang sudah ya, tenangkan dirimu. Bersabarlah sedikit lagi oke.. " ibu Claudya sedang berusaha menenangkan Alice yang uring uringan karena bersikeras ingin bertemu Nathan.
"Ibu.. kenapa aku tidak boleh bertemu Nathan ? bukankah kami akan segera menikah ? setidaknya ijinkan aku berbicara dengan Nathanku... " Alice duduk bersandar dalam pelukan ibu Claudya.
Tentu saja Alice tidak tahu menahu tentang keinginan Nathan yang ingin menghabiskan sisa hari terakhir bersama wanitanya, gadis berdarah suci miliknya.
Ibu Claudya hanya mengatakan pada Alice jika dirinya tidak diperkenankan menemui Nathan kecuali saat hari keberangkatan.
Dengan alasan jika Nathan yang menginginkan hal itu, maka Alice pun terpaksa menurut.
"Daripada memikirkan Nathan, bagaimana jika kita membahas tentang gaun pernikahan heumm ?" tanya ibu Claudya berusaha mengalihkan pikiran Alice dari Nathan.
"Ide yang bagus ibu.. apa menurut ibu aku harus mengenakan gaun berwarna putih seperti di dunia manusia ? " kata Alice tertawa kecil.
__ADS_1
"Warna putih tidak cocok untuk vampir seperti kita anakku, bagaimana jika Hitam atau merah heumm ?" ibu Claudya menawarkan warna yang biasa digunakan dalam pernikahan di dunia vampir.
"Aku selalu bingung jika memilih diantara kedua warna itu ibu, Tapi mungkin jika Nathan mengenakan warna hitam maka aku mau pakai warna merahnya. Kami akan menjadi pasangan pengantin paling serasi di seluruh negeri, ya kan bu ?" Alice benar benar sudah tidak sabar menunggu hari pernikahan nya.
Sedangkan di tempat lain di dunia manusia..
Damon benar benar tidak diijinkan menggunakan fasilitas pangeran vampir, saat ini dirinya sedang luntang luntung mencari pekerjaan.
Menyusuri jalanan yang sepi Damon melangkahkan kaki sesekali menendang udara meluapkan rasa kesalnya.
Melihat irisan daging segar membuat naluri memangsa Damon kambuh. Jangan sekarang..
Damon berusaha menahan hawa itu, saat ini dirinya sedang dalam mode manusia normal yang artinya dia harus bertingkah selayaknya manusia normal pada umumnya.
Damon melangkahkan kakinya masuk ke dalam toko daging tersebut, menemui seorang tua yang duduk didekat kasir Damon meminta pekerjaan.
__ADS_1
"Berikan aku pekerjaan apa pun tuan, sudah dua hari aku tidak makan dan saat ini aku juga sangat butuh uang untuk menyambung hidup. " ucap Damon mengiba.
"Penampilanmu masih muda dan gagah nak, apa kamu bisa memotong daging dengan cepat ? " kata bapak tua itu menawarkan sebuah pekerjaan.
"Bisa.. aku akan melakukan apa saja tuan. " Damon membungkuk hormat dan mengucapkan terima kasih.
Hari itu juga Damon mulai bekerja ikut bapak tua pemilik toko daging.
Setiap hari pesanan daging selalu banyak dan si bapak tua pemilik toko tersebut sering kewalahan melayani jumlah pesanan langganan.
Dibantu Damon yang kuat dan juga gesit memotong setiap daging dalam ukuran sekali masak. Pekerjaan memotong daging akan dilakukan sampai malam hari dengan upah yang diberikan langsung tergantung dari jumlah daging yang dipotong dan juga juga pesanan pelanggan.
Malam hari setelah toko tutup Damon akan dipanggil untuk pembayaran upahnya. Setelah mengucapkan terima kasih Damon melangkah keluar dari toko daging tersebut dan memutuskan untuk segera membeli makan malam setelah itu baru istirahat.
Damon tidak memiliki cukup uang untuk menyewa tempat tinggal, maka dari itu jika dimalam hari cuaca bersahabat maka dirinya bisa tidur di atas pohon.
__ADS_1
Tapi jika cuaca di malam hari tidak bersahabat maka Damon akan tidur bersama para tunawisna di kolom jembatan.