
Eunghh... Lily menggeliat pelan diatas pembaringannya. Tidak terburu buru bangun tetapi memilih zoning out terlebih dahulu.
Mengerjapkan mata beberapa kali sambil mengumpulkan energi dan kesadaran. Apa yang akan aku lakukan hari ini...
"Hufftt.. " Lily menghela nafas pelan saat otaknya mulai memikirkan rentetan kegiatan yang akan dia lakukan hari ini.
Kemarin Lily sudah kekota untuk mencari lokasi untuk membuka restoran kecilnya. Mendatangi beberapa lokasi yang menurutnya strategis namun bangunan yang sesuai seleranya belum dapat.
Hwaiting Lily !!! Semoga hari ini aku bisa menemukan bangunan yang sesuai aku mau. Lily beranjak dari kasurnya usai menyemangati diri sendiri.
Setelah itu kemudian Lily membersihkan diri, bersiap lalu sarapan. Lily keluar dari mansion mengenakan setelah kasual warna navy, mantel kulit untuk melindungi tubuhnya dari cuaca dingin di kota ini.
Pakaian yang sangat menutup tubuhnya, bahkan Lily juga memakai penutup kepala dan juga penutup telinga. Suhu cuaca hari ini benar benar rendah, jika saja tidak harus mencari tempat untuk membuka usaha demi keberlangsungan hidup pasti Lily akan memilih untuk rebahan di balik selimut tebal di dalam kamarnya yang hangat.
Mengendarai mobil miliknya yang berwarna putih, Lily menuju kekota dengan kecepatan pelan, jalanan bekas turun salju pasti Licin dan karena Lily masih baru tinggal di kota ini, dirinya belum sempat membeli perlengkapan untuk mobil di kondisi hujan salju, terutama pengait roda agar mobil tidak licin saat melintas jalanan yang tertutup salju.
Tiba di sebuah lokasi jejeran kios di pinggiran jalan dekat salah satu taman kota, Lily memarkirkan mobilnya lalu turun.
Terpaan udara dingin seketika membuat Lily mengeratkan jaket dan penutup kepalanya. Lily melangkah hati hati menyeberangi jalan besar untuk menuju ke salah satu kios.
__ADS_1
Deretan kios tersebut memang untuk disewakan dan Lily tertarik dengan salah satunya, kemarin dirinya sudah menghubungi nomor yang tertera pada brosur dan kini mereka janji bertemu untuk negosiasi harga.
"Apa aku bisa melihat bagian dalam kios ini dulu tuan ?" tanya Lily yang tengah bersama pria pemilik bangunan tersebut.
"Tentu saja boleh, silakan.. " pria berusia setengah abad tersebut mempersilakan Lily menelisik setiap sudut ruangan di dalam bangunan.
Kios yang memang sengaja terkonsep untuk mini kafe ini memang menarik. Ukuran bangunan tidak terlalu kecil juga tidak terlalu besar.
Lily membayangkan akan mampu melakukan bisnis kuliner di kota ini, Bangunan ini sudah sempurna dan aku sangat suka.. batin Lily usai puas menjelajahi setiap ruangan.
Kesepakatan harga pun ternyata sedang berpihak pada Lily, si pemilik toko bersedia menyewakan kiosnya dengan potongan harga sewa sampai 70% setiap bulannya.
"Apa anda bercanda tuan ? harga tersebut sangat murah di bandingkan semua lokasi yang aku kunjungi, i mean... " Lily merasa bingung kenapa dirinya bisa mendapatkan harga yang sangat murah begitu.
Sama sekali tidak ada yang janggal, Lily hanya merasa beruntung saja. Usai melakukan transaksi harga sewa untuk tiga bulan pertama, Lily pamit.
Tujuan selanjutnya adalah sedikit merubah kios tersebut sesuai konsep yang dia inginkan. Lily kembali mengendarai mobilnya menuju toko yang menjual segala macam perabotan untuk restoran .
Sementara pria paruh baya tadi juga tampak menyunggingkan senyum kepuasan, saat seseorang muncul di hadapannya beberapa menit setelah kepergian Lily.
__ADS_1
Pria itu adalah asisten Mouhan, yang sengaja menemui pria tua pemilik kios sehari sebelumnya karena yakin jika nona Lily pasti akan mengunjungi kiosnya hari ini.
"Bagaimana anda tahu jika nona tadi menginginkan kiosku tuan ?" tanya pria tua pemilik kios sopan.
Mereka kini sedang duduk di dalam kios dengan dua cangkir berisi cokelat panas di antara keduanya.
"Itu bukan urusan anda, yang terpenting adalah karena anda sudah mau bekerja sama denganku. " ucap asisten Mouhan dalam mode dingin dan to the poin.
Dengan lincah asisten Mouhan menulis sejumlah nominal yang terbilang besar sebagai tanda jual beli kios tersebut.
"Silakan terima pembayaran anda, mulai hari ini anda bukan lagi pemilik kios, dan saya membutuhkan tanda tangan anda untuk berkas membalik nama atas nama atasan saya nanti. " Asisten Mouhan selalu bekerja cepat dan praktis.
Sekali dayung dua pulau terlewati, sekali bertemu semua urusan beres, begitulah prinsip kerja asisten Mouhan.
Hari itu juga kios yang di sewa oleh Lily dibeli kontan oleh asisten Mouhan, tentu saja atas perintah pangeran Jonathan. Tidak hanya membayar kios yang akan di tempati nona Lily tapi juga sekalian pengalihan nama pemilik kios baru yang hari ini juga berubah menjadi milik Lily. Dan surat sertifikat kepemilikan bangunan akan Asisten Mouhan simpan ditempat yang aman.
Level secret admire Pangeran Jonathan memang anti mainstream.. batin Asisten Mouhan saat keluar meninggalkan kios tersebut.
...----------------...
__ADS_1
VISUAL KIOS RESTORAN