Kekasihku pangeran vampir

Kekasihku pangeran vampir
Bab 87 Anemia parah


__ADS_3

Pangeran Jonathan dan Natasha Romanov disambut oleh nenek Alma yang sudah berkutat didapur sebelum membangunkan Lily.


"Tuan.. " ucap nenek Alma penuh hormat sejenak menghentikan aktifitas paginya.


"Apa Lily belum bangun ?" tanya pangeran Jonathan yang kini sudah kembali ke wujud manusia normal.


Dirinya melangkah masuk begitu saja beriringan dengan Natasha Romanov.


"Biasanya nak Lily akan keluar dari kamarnya sebentar lagi, silakan duduk dahulu tuan.. nyonya.. " nenek Alma mempersilakan kedua tamu untuk duduk sembari menunggu Lily keluar kamar.


"Suasana rumah ini cukup nyaman, aku suka.. " ucap Natasha Romanov tiba tiba.


"Karena ada manusia yang menghuni, makanya terasa nyaman. Bukankah berbeda dengan kastil tempat kita tinggal yang lebih ke cenderung gelap, pengap dan suram hehee.. " respon pangeran Jonathan yang sedikit tersenyum menanggapi sang ibu mertua.


Mereka berbincang ringan sembarii menunggu Lily bangun, namun sudah hampir lewat setengah jam yang ditunggu tak kunjung muncul.


"Alma, ini sudah setengah jam sejak kamu bilang Lily akan keluar dari kamarnya.. " ucap pangeran Jonathan yang merasa sudah menunggu cukup lama.


"Apa anda ingin saya membangunkan nak Lily sekarang tuan ?" tanya Nenek Alma sopan.


"Ya.. bangunkan Lily, matahari sudah terbit seharusnya dia sudah bangun kan.. " titah pangeran Jonathan sambil tersenyum tak sabar memberi kejutan pada kekasihnya.

__ADS_1


Nenek Alma membungkuk hormat untuk undur diri dan menuju kamar Lily untuk membangunkan.


Sedangkan Natasha Romanov..


Sejak tadi hanya diam, diamnya bukan sekedar diam tetapi diam diam Natasha Romanov mengamati segala sesuatu yang ada di rumah tersebut.


Ada sebuah perasaan aneh saat merasakan aura murni, aura murni dari seorang wanita berdarah suci sama sepertinya.


Mungkin hanya perasaanku saja atau ada sesuatu yang menarik disini.. batin Natasha Romanov sambil tetap mengamati sekitar.


Belum lama nenek Alma pamit untuk membangunkan Lily namun tiba tiba..


Nenek Alma berlari sedikit tergesa menghampiri pangeran Jonathan yang tengah duduk disebuah kursi menghadapa keluar jendela.


"Ada apa Alma !" sedikit tegas pangeran Jonathan bertanya.


Raut muka nenek Alma terlihat panik dan pangeran Jonathan bisa merasakan hal itu. "Nak Lily tidak sadarkan diri tuan.. "


Ucapan nenek Alma barusan terdengar seperti suara petir yang mengejutkan pangeran Jonathan, "Apa katamu !! " panik pangeran Jonathan bergerak cepat masuk ke dalam kamar Lily diikuti nenek Alma dan Natasha Romanov di belakangnya.


"Nak Lily tidak merespon saat saya bangunkan tuan, biasanya nak Lily akan segera bangun tapi ini... " nenek Alma panik bercampur khawatir lantaran kondisi tubuh Lily seperti tidak normal.

__ADS_1


"Lily.. bangunlah heii baby.. " pangeran Jonathan mengusap halus pipi Lily yang masih tidak merespon.


"Sepertinya dia pingsan Jonathan.. " ucap Natasha Romanov yang tiba tiba berada di samping pangeran Jonathan.


"Biar aku periksa, kamu minggirlah dahulu.. " Natasha Romanov meminta pangeran Jonathan sedikit bergeser agar dirinya memiliki cukup ruang untuk memeriksa kondisi Lily.


Deg.. deg.. deg.. deg.. Suara degup jantung Natasha Romanov tiba tiba terasa lebih cepat seperti genderang yang bertalu talu.


Perasaan apa ini.. batin Natasha Romanov saat netranya menatap sosok Lily yang memejamkan mata.


Wanita ini..


Dengan sedikit menahan rasa bergetar tangan Natasha Romanov memerika netra Lily dan benar saja, "Wanita ini mengalami anemia yang cukup parah, lihatlah kelopak matanya tidak segar dan tampak sayu. Kondisi ini tidak wajar, karena biasanya seorang manusia normal yang mengalami anemia separah apapun tidak sampai seperti ini. Tapi wanita ini bahkan tampak sangat rapuh dengan kondisi kulitnya sangat pucat seperti tidak ada darah yang mengalir ditubuhnya. "


Ucapan Natasha Romanov membuat pangeran Jonathan semakin panik, "Apa ibu bisa membantu ? katakan kondisi apa yang sedang dialami Lily ?"


Natasha Romanov melihat kekhawatiran pada cara pandang pangeran Jonathan, lalu dengan sigap memeriksa kondisi vital lainnya.


Suasana di dalam kamar Lily tiba tiba terasa senyap, hanya terdengar suara detik jam di dinding. Pangeran Jonathan tampak mengawasi setiap gerakan yang dilakukan sang ibu mertua saat memeriksa kondisi vital kekasih hatinya.


Beberapa menit kemudian..

__ADS_1


Natasha Romanov menghela nafas panjang lalu menatap dalam dalam netra pangeran Jonathan.


"Putraku Jonathan, aku ada kabar buruk untukmu.. "


__ADS_2