
"Apa kamu serius dengan ucapanmu girl ? karena sekali aku mulai maka tidak akan berhenti sampai aku puas. " ucapan Damon terkesan seperti menerima umpan Lea.
"Lebih baik aku mati daripada nanti di ketemukan lagi oleh ayah dan ibuku, lalu mereka akan semakin menyiksaku kak.. " nada suara Lea mulai terdengar lirih sedih dengan sorot pandang yang hampir berkaca kaca.
"Huft.. baiklah sekarang angkat tubuhmu dan biarkan aku pergi bekerja. Aku ijinkan kamu tinggal selama beberapa hari saja. Dan jangan salahkan aku jika aku menerkam tubuhmu sewaktu waktu girl. " Damon meminta Lea bangkit dari pangkuannya.
Lea menurut dan kini Lea tengah duduk di tempat semula dia saat menonton acara televisi. "Terima kasih kak Damon, sudah aku putuskan jika Kak Damon adalah My love at the first sight." Lea tersenyum lebar seperti iklan pasta gigi.
"Jangan berpikir untuk menyukai aku. Untuk gadis usia 19 tahun seperti kamu harusnya kamu bisa bersikap lebih dewasa. Saranku adalah... Jangan habiskan waktumu untuk menonton acara kartun. " Damon jelas menolak ungkapan perasaan yang Lea ungkapkan.
Lihat.. benarkan dugaanku, kak Damon bukan seperti yang dia katakan, saat pria lain pasti akan mengambil kesempatan menyentuhku kak Damon jelas jelas menolakku. He is so sweet... batin Lea senang.
__ADS_1
Lea mengira Damon adalah benar benar pria baik yang membuat dirinya rela melakukan apapun agar bisa bersamanya.
Akhirnya Damon pergi bekerja sedikit terlambat, hari sudah lewat jam siang. Beruntung kondisi toko daging tempat Damon bekerja belum terlalu ramai pembeli.
"Maaf pak saya terlambat, ada sedikit urusan tadi. " kata Damon meminta maaf pada pria tua pemilik toko.
"Tumben baru sekali ini kamu terlambat nak, sudah sana pakai apronmu dan siapkan pisau, bekerjalah dengan baik seperti biasanya." ucap pria tua pemilik toko dengan ekspresi dingin seperti biasanya.
Sejak Damon bekerja di tempatnya, pria tua pemilik toko daging seolah mendapatkan bintang jatuh yang paling bersinar di alam semesta.
Penggambaran perasaan yang sedikit berlebihan.
__ADS_1
Keberuntungan selalu meningkat dari waktu ke waktu, sampai si pria tua pemiliki toko daging berencana menjadikan Damon sebagai satu satunya pegawai tetap dan hanya bekerja padanya.
Antrian pelanggan masih mengular dan semuanya adalah para wanita. Mereka para wanita sengaja rela masuk dan mengantri dalam demi menikmati suguhan aksi pria tampan dengan kelincahan tangannya.
"Berikan aku satu kilo daging tenderloin, aku berencana memasak steak untuk keluargaku. " ucap salah satu wanita yang masih muda berusia sekitar 26 tahun dengan senyum paling manisnya.
Damon tentu saja paham bagaimana cara para pelanggan itu menatap dirinya, Aku memng sesempurna itu.. ucap Damon didalam hatinya.
Sedangkan wanita berusia 26 tahun tersebut masih tampak menikmati pesona sang bucheri tampan.
Dia sangat sempurna, sayang sekali hanya bekerja di toko daging seperti ini. Jika dia mau jadi kekasihku pasti aku akan mengurung kak Damon di dalam kamar dan aku juga akan jadikan dia pria satu satunya yang akan aku ajak bercinta sepanjang waktu. Batin wanita tersebut yang masih saja tereksima saat bagaimana urat di lengan tangan Damon tampak seperti ranting pohon yang bercabang cabang,
__ADS_1
He is look so very sexy...