Kekasihku pangeran vampir

Kekasihku pangeran vampir
Bab 22 Serbuk ajaib terkutuk


__ADS_3

Jamuan makan malam selesai, dan kini mereka mulai menikmati minuman didalam gelas kristal ditangan masing masing.


Tangan kanan mereka terangkat bersamaan memegang gelas kristal berisi minuman darah premium sambil berucap "Untuk kesehatan Nathan, CHEERS !!"


TINGG.. suara tiga gelas kristal saling berdenting.


Kemudian mereka bertiga meminum sampai habis darah premium tersebut. Setelah sebelumnya Damon sendirilah yang menyiapkan minuman untuk mereka bertiga dengan salah satu sudah di campur serbuk ajaib.


"Apa yang akan kita lakukan setelah ini ? apa kita akan mengobrol sampai besok sambil bermain permainan jaman kita kecil dulu ?" ucap Damon sambil tertawa renyah mencairkan suasana.


"Nathan.. malam ini aku ingin tidur di kastil utama boleh ya ? kastil di sebelah timur terlalu sempit aku tidak bisa istirahat dengan nyaman. " ucap Alice sambil menatap Nathan antusias, dalam hati Alice bersabar menunggu obat yang dikatakan Damon bereaksi.


"Malam ini kalian berdua aku ijinkan untuk istirahat di kastil utama, pilih saja mau istirahat di kamar yang mana. Hhmm.. tapi maaf sepertinya aku sedikit pusing jadi aku akan istirahat duluan di kamar. Sampai jumpa besok.. bye " Nathan pergi begitu saja meninggalkan ruangan menuju lantai atas tempat kamar utama miliknya berada.


Setelah suara tapak alas kaki Nathan tidak terdengar, Damon dan Alice saling menatap dengan senyum smirk yang sama sama mereka rencanakan.


"Sepertinya berhasil Damon, lihatlah Nathan sudah mulai merasa tidak nyaman di tubuhnya . Setelah ini pasti dia akan tergoda padaku.. " ucap Alice antusias dengan tersenyum yakin.


"Sebenarnya.. aku agak ragu apakah tadi Nathan meminum gelas yang tercampur obat atau tidak soalnya.. " Damon menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil tersenyum getir mengingat kecerobohannya tadi.

__ADS_1


Sebelumnya...


Setelah selesai makan, Damon bangkit dari meja makan lalu menemui pelayan khusus yang melayani makan malam mereka untuk menyiapkan tiga gelas minuman.


Semua lancar lancar saja saat Damon menuang serbuk terkutuk itu ke dalam salah satu gelas. Namun cerobohnya Damon adalah, dia lupa mengatakan pada pelayan tersebut gelas mana yang harus di minum oleh Nathan.


Karena tiga gelas berisi sama dan tidak bisa dibedakan, saat pelayan membawakan minuman tersebut ke tempat para majikan berada, baru saja pelayan hendak meletakkan gelas untuk Nathan tapi Nathan justru terlebih dahulu Mengambil satu gelas yang diatas nampan.


Damon yang melihat hal itu agak terkejut, seharusnya Nathan tidak meminum dari gelas yang itu. Seingat Damon minuman yang untuk Nathan adalah gelas yang ada di sebelah kanan nampan.


Tapi melihat bagaimana reaksi Nathan setelah meminum itu maka Damon berusaha berpikir positif dan mengira Nathan sudah meminum dari gelas yang tepat dan terpengaruh reaksi obat.


.


"Apa sekarang kita ke kamar Nathan ? aku sudah tidak sabar " ucap Alice antusias dan tidak sabaran.


"Aku akan pastikan malam ini kamu akan memiliki Nathan seutuhnya, ayo.. " Damon berdiri dan mengajak Alice untuk ke kamar Nathan.


Dengan langkah cepat dan tidak sabaran, Damon dan Alice kini sudah berdiri di depan pintu kamar Nathan.

__ADS_1


Sayangnya saat Damon hendak membukakan pintu untuk Alice ternyata kamar Nathan terkunci. "Sepertinya terkunci dari dalam.. " beberapa kali usaha Damon memutar kenop pintu tapi gagal.


"Lalu bagaimana ahh aku mau Nathanku.. " ucap Alice lirih sambil mengusap usap lengannya.


Kenapa tubuhku merasa aneh begini.. apa ini karena aku tidak sabar untuk bercinta dengan Nathanku.. batin Alice


"Seharusnya setiap kamar di kastil ini punya kunci cadangan yang biasanya disimpan di sebuah lemari kaca khusus di ruang bawah tanah. Tunggu sebentar akan aku ambilkan, tetap disini oke !!" Damon meminta Alice agar tetap menunggu didepan kamar Nathan.


Dengan kecepatan seperti angin Damon cepat menuju ruang bawah tanah dan mencari kunci cadangan kamar Nathan.


Tidak butuh waktu lama untuk menemukan kunci cadangan kamar Nathan, hingga kini Damon sudah kembali berdiri disamping Alice.


Damon terkejut saat melihat Alice bersandar di dinding kastil seperti menahan sesuatu. "Alice are you okay ?" Damon bertanya memastikan karena sepertinya Alice tidak enak badan.


"Aku tidak apa apa.. aku hanya ingin Nathanku.. cepat bawa aku menemui Nathan.. ahh.. " Alice seperti merasa terbakar di dalam tubuhnya seolah bergejolak panas.


Damon membuka kunci pintu sambil sudut mata memperhatikan gerak gerik Alice yang Aneh..


Apa jangan jangan..

__ADS_1


__ADS_2