
Suara burung berkicau mengusik tenangnya seseorang yang tengah tidur dibalik selimut. Beberapa kali Lily menggeliat pelan mengeratkan selimut pada tubuhnya.
Pagi ini terasa lebih dingin dari biasanya, membuat Lily harus berjuang melawan rasa malas dalam dirinya.
Setelah mengumpulkan kesadaran, Lily mulai meregangkan otot tubuhnya sebelum turun dari ranjang hangatnya.
Dirinya bahkan tidak merasakan keanehan saat bangun pagi ini, hanya sedikit rasa heran Bagaimana aku bisa tidak ingat apa yang aku lakukan semalam, kenapa ingatanku hanya mentok disebatas berendam lalu ketiduran ? Lily berusaha mengingat tapi semakin otaknya berpikir, semakin dirinya tidak mengingat apapun.
Selesai bersiap didalam kamar ,Lily keluar menuju dapur dimana sudah ada nenek Alma yang sedang menyeduh kopi dan membuat sarapan sederhana.
"Pagi nenek Alma, apa aku kesiangan hari ini ?" tanya Lily yang kemudian duduk disebuah kursi dekat dapur.
"Pagi nak, kamu bersiap seperti hari biasanya kok, sama sekali tidak kesiangan. Silakan sarapan dahulu sebelum berangkat kerestauran. " ucap nenek Alma saat menyajikan secangkir kopi hangat di campur cokelat dan roti panggang dioles butter.
Lily dan nenek Alma sarapan dengan tenang seperti yang biasa mereka lakukan. Hari ini untuk pertama kalinya Lily akan berangkat ke restaurannya sendiri.
Nenek Alma sudah meletakkan semua yang Lily butuhkan di bagasi mobil. Sementara Lily bersiap untuk melajukan mobilnya, nenek Alma juga tengah mulai untuk membersihkan kebun bagian depan rumah dan pekerjaan bersih bersih lainnya.
__ADS_1
"Aku berangkat ya nek, bye! " ucap Lily pamit saat mobilnya melaju pelan keluar dari halaman deoan mansion dimana nenek Alma mulai menyirami tanaman.
Nenek Alma melambaikan tangan mengiringi kepergiaan Lily dengan mobilnya.
Sementara itu di restoran sudah ada dua pelayan yang akan bekerja membantu Lily. Satu pelayan pria dan satu lagi pelayan wanita.
Sembari menunggu siempunya restoran tiba, mereka membersihkan dan menyiapkan apa saja yang perlu disiapkan seperti menanak nasi, merebus air untuk menyiangi daging dan lain sebagainya.
Setengah jam berlalu, mobil Lily berhenti tepat di pelataran restoran. Membunyikan klakson beberapa kali untuk memanggil dua pegawai restoran nya agar membantu membawakan bahan bahan masakan yang ada di dalam bagasi mobil.
"Bawa masuk semua bahan yang ada di dalam bagasi ya, letakkan sesuai dengan urutan nama dan nomor toples. " ucap Lily memberikan perintah.
Kemudian Lily masuk duluan ke dalam restoran untuk memeriksa semua kelengkapan sebelum membalik tanda OPEN di jendela kaca dekat pintu restoran.
Hari ini berjalan sama seperti hari kemarin dan sebelum sebelumnya, baru beberapa menit setelah tanda OPEN terpasang sudah mulai berdatangan para pelanggan yang ingin makan di tempat.
Menu makanan hangat yang dimasak langsung oleh sang koki Lily memiliki banyak peminat, selain karena menu yang ditawarkan adalah masakan khas asia yang kaya akan bumbu rempah, cara penyajian dengan takaran porsi yang pas dengan harga terjangkau menjadi salah satu daya tarik lainnya.
__ADS_1
Pelanggan datang silih berganti, hampir tidak ada jeda waktu untuk beristirahat lantaran pesanan yang terus berdatangan .
Menjelang sore hari, "Bu.. ada pelanggan yang ingin memesan beberapa menu box untuk di antar, apakah kita bisa menyelesaikan dalam waktu kurang dari dua jam? " tanya seorang pegawai perempuan yang berdiri di dekat Lily yang sedang memasak pesanan.
"berapa banyak menu box yang mereka inginkan heumm ? karena persediaan bahan masakan untuk hari ini sudah hampir habis. " ucap Lily tanpa mengalihkan pandangan dari penggorengan panas diatas kompor.
"12 menu box bu," jawab pegawai perempuan tersebut.
"Baiklah, katakan menu pesanan akan siap dan diantar dalam waktu dua jam. " ucap Lily yang kemudian menyiapkan segala sesuatu nya.
Tepat dua jam kemudian restoran tutup, dengan pesanan terakhir yang siap diantar. Pegawai pria pergi mengantar pesanan menggunakan mobil Lily, sedangkan pegawai wanita membantu Lily membereskan restoran.
"Bu, biar sisanya saya yang lanjutkan. " kata pegawai wanita saat melihat sang nyonya bos hendak mencuci peralatan kotor.
"Ya.. aku hanya akan mengumpulkan semua peralatan kotor agar kamu lebih mudah nanti saat mencucinya. " jawab Lily sedikit berseru.
Setelah menyelesaikan apa yang dia kerjakan, Lily masuk ke ruangan khususnya untuk menghitung laba pendapatan hari ini
__ADS_1
Sementara Lily sibuk menghitung pendapatan restoran Rhea untuk hari ini, dan si pegawai wanita tengah menyapu lantai usai mencuci peralatan di dapur tiba tiba..