
"Malam ini bolehkah aku menginap ditempatmu Lily ? hanya malam ini saja, aku janji. Saat ini aku benar benar tidak ada uang dan aku sudah berhari hari tidur di kolong jembatan. Aku butuh membersihkan diri dan sedikit istirahat di tempat yang lebih nyaman, boleh kah ?" tanya Damon saat mereka berhenti tepat didepan restoran Rhea milik Lily yang sudah gelap.
Para pegawai sudah pada pulang rupanya..
Lily tampak menimang nimang bagaimana caranya menjawab keinginan Damon. Di satu sisi memang dahulunya Damon adalah salah satu majikan di tempat dia bekerja yaitu kastil Orion. Tapi waktu di kastil Orion pun mereka jarang berinteraksi Lily tinggal di rumah belakang dengan para pelayan sedangkan Damon dikastil utama bersama pangeran Jonathan. Sebagai pelayan pasti aku harus mengijinkan tapi..
Tapi disisi lain pemikiran Lily saat ini mereka sudah tidak ada hubungan spesial kan, sekarang Lily sudah terlepas dari ikatan perjanjian kerja sama. Lily sudah tidak harus mengikat diri lagi dengan para majikan kastil Orion.
Apa yang harus aku lakukan, aku bantu apa tidak ya hhmmm... batin Lily masih berpikir dan hal itu tampak seperti orang yang sedang melamun sambil berdiri.
"Heii Lily.. kenapa malah melamun heumm ?" Damon menepuk pundak Lily beberapa kali, membuatnya mengerjapkan mata sadar dari pikirannya.
"Ah iya itu.. kalau hanya untuk semalam tidak masalah kok. " Lily tersenyum canggung lalu gegas masuk ke dalam mobil diikuti Damon dan duduk di kursi depan juga.
Mobil Lily melaju dengan kecepatan sedang hendak kembali ke mansionnya, belum terlalu larut malam sebenarnya karena tadi restoran tutup lebih awal jadi saat tiba di mansion waktu masih menunjuk pukul sepuluh malam.
__ADS_1
Mobil terparkir di garasi, "Kita sudah sampai, ayo turun.. " ajak Lily yang baru saja membuka pintu untuk dirinya sendiri dan Damon mengekori begitu saja di belakangnya.
Lily diikuti Damon dibelakangnya masuk lewat pintu belakang yang langsung terhubung dengan dapur. Lampu mansion masih menyala artinya ada nenek Alma yang masih berkutat dengan pekerjaannya di dapur.
"Nenek Alma aku pulang.. " sapa Lily menghampiri nenek Alma yang sepertinya kurang mendengar karena tengah menyalakan blender.
"Eh.. nak Lily.. maaf nenek tidak mendengar suara karena sedang memakai blender dari tadi. " Nenek Alma menghentikan aktifitasnya sesaat untuk membalas sapaan si nyonya rumah.
"Nenek, ini temanku Damon. Dia akan menginap disini malam ini.. " ucap Lily memperkenalkan Damon pada nenek Alma.
"Selamat datang.. baiklah nak Lily biarkan nenek menyiapkan kamar tamu untuk nak Damon, permisi.. " nenek Alma bersikap biasa saja saat melewati Lily dan Damon.
"Maaf merepotkan ya nek, terima kasih sebelumnya.. " sedikit berseru Lily berterima kasih.
Sedangkan tatapan Damon saat melihat langkah nenek Alma yang menuju ke dalam tampak aneh dan sulit di artikan.
__ADS_1
Lily mengajak Damon untuk duduk sebentar sampai kamar tamu siap, sementara itu nenek Alma yang sedang berada di dalam kamar tamu yang akan dia rapikan segera menghubungi seseorang lewat ponselnya.
Nak Lily membawa seorang pria ke rumah , hal ini harus segera di laporkan bukan.. batin nenek Alma sambil menekan angka satu agak lama dan tersambung dalam panggilan telpon dengan satu satunya pemilik kontak tersebut yang tersimpan di ponselnya.
Ddrrtt..
ddrrtt..
ddrrtt..
Panggilan telpon tidak langsung diangkat, nenek Alma mencoba lagi beberapa kali namun sayangnya masih tetap sama, kenapa tidak diangkat..
Nenek Alma menyerah usai puluhan kali penggilan tidak terangkat, akhirnya nenek Alma memutuskan untuk mengirim pesan.
Setidaknya jika aku tinggalkan pesan, cepat atau lambat beliau pasti membaca.
__ADS_1