
Syyuuuttt... Dengan satu gerakan cepat Nathan mengangkat tubuh sang kekasih setelah mematikan keran air hangat .
Tubuh wanitanya sangat ringan bagi vampir Jonathan, dengan cepat dan hati hati Nathan membalut tubuh Lily dengan handuk besar lalu membaringkan di atas kasur.
Pulas sekali Lily bermain di alam mimpi hingga sedikitpun tidak terusik saat kekasih vampir nya memakaikan pakaian bersih dan membenarkan letak posisi tidurnya.
Nathan bergerak sangat cepat dan telaten, usai memakaikan pakaian bersih pada tubuh Lily dirinya juga membalur sedikit minyak eucalyptus untuk menghangatkan bagian punggung dan telapak kaki.
Merasa sang kekasih sudah merasa nyaman, Nathan lalu ikut membaringkan tubuhnya di samping Lily.
Aroma tubuh sang kekasih adalah candu tersendiri bagi Nathan hingga membuat dirinya rela menempuh jarak yang cukup jauh setiap malam demi candunya itu.
Cup.. Nathan mencium pucuk kepala Lily dengan dalam, meyalurkan rasa sayang yang semakin melimpah setiap harinya.
Senyum setipis bulan baru terbit di wajah Nathan saat Lily menggeliat pelan semakin menempelI ketubuh nya. Mungkin reaksi Lily adalah reaksi dari bawah alam sadarnya yang merasakan sesuatu yang membuat tubuhnya nyaman, dingin dan nyaman.
__ADS_1
Nathan sama sekali tidak mengalihkan tatapan matanya pada sang kekasih. Satu tangan Nathan menyangga kepalanya dan tangan lain mengukir permukaan kulit sang kekasih, mulai dari ujung rambut sampai wajah.
Semua yang ada pada dirimu adalah sempurna sayang, love you..
Aku bisa terus terjaga hanya untuk melihatmu bermafas baby..
Bahkan saat ini bisa melihat kamu sedang tersenyum di mimpimu..
Aku rela habiskan sisa hidup ku untuk kesengsaran manis ini..
Nathan sudah memikirkan semuanya, tentang tanggung jawab dan hatinya. Nathan sudah memutuskan untuk meninggalkan semua kejayaannya di bangsa vampir.
Lebih baik hidup sebagai vampir terbuang , setidaknya dia bisa hidup bersama sang kekasih. Nathan yakin Lily pasti akan tetap menerima jika dirinya bukan lagi seorang pangeran yang berkuasa.
Bahkan Nathan juga berencana untuk menceraikan Alice , apapun alasannya nanti Nathan yakin semua akan terselesaikan meski akan ada sedikit pergunjingan antara dua keluarga.
__ADS_1
Sebelum menemui Lily tadi, Nathan dan Alice bertengkar, lagi. Alice yang tidak mengijinkan Nathan pergi karena dirinya sedang sakit.
"Aku istrimu Nathan, aku sedang sakit dan kamu mau meninggalkan aku malam malam begini, mau kemana sih sebenarnya ? Apa lebih penting dari aku ?" bentak Alice pada Nathan yang bersikap tak peduli.
"Aku harus pergi Alice, ada pelayan disini katakan saja apa yang kamu butuhkan pada mereka. " ucap Nathan ketus.
paling kamu hanya mencari alasan agar aku memperhatikan kamu, cih.. aku sama sekali tidak akan terbujuk. batin Nathan yang kemudian memilih pergi dari rumah begitu saja.
"NATHAANNN !!!!" teriakan Alice menggema dari dalam rumah saat mendapati sang suami melesat pergi begitu saja.
Prankk.. Prankk... Pyaarrr... Prankj... Alice mengobrak abrik perabotan yang ada didekatnya, pelayan pun tidak ada yang berani mencegah.
Kedua pelayan sudah terbiasa dengan kekacauan didalam rumah majikannya, mereka biasanya akan membiarkan majikan mereka melampiaskan kekesalan dan setelah itu baru para pelayan membereskan sisa kekacauan tersebut.
Hiks.. hiks.. Nathan... Alice menangis tersedu sedu terduduk bersimpuh di lantai, dirinya merasa benar benar putus asa, Apa lagi yang harus lakukan...
__ADS_1