Kekasihku pangeran vampir

Kekasihku pangeran vampir
Bab 96 Hamil anak vampir


__ADS_3

Eunghh.. Lily menggeliat pelan diatas pembaringan. Secara perlahan netra Lily membuka dan menyesuaikan dengan cahaya di sekitarnya.


Sebuah ruangan yang tidak asing, aroma khas elemen wood yang mengingatkan dirinya akan sebuah tempat yang penuh kenangan.


"Apa aku berhalusinasi ? apakah ini di alam mimpi kenapa rasanya sangat nyata.." ucap Lily di dalam hati, dia merasa sedang berada di kamar tempat dia bekerja di kastil Orion.


Atmosfer udara yang sama seperti saat tinggal di kastil Orion, kastil penuh kenangan antara dirinya bersama sang kekasih, pangeran vampir Jonathan..


"Syukurlah kamu membuka mata baby, haii.. " suara seorang pria yang tidak asing, terdengar nyata membisik sisi kanan Lily sambil tersenyum.


Suara itu... Lily menoleh ke arah sumber suara dan benar saja apa yang dia lihat saat ini, "Nathan.. apa ini beneran kamu ? " beberapa kali Lily mengerjapkan mata mencoba meyakinkan diri apakah benar itu adalah sosok sang kekasih atau hanya imajinasinya saja.


"Akhir akhir ini aku memang sangat merindukan Nathan, tapi... apa sebegitu parahnya kerinduan yang aku rasakan sampai harus berimajinasi seperti ini ??" kembali Lily mencoba menyadarkan dir dari situasi yang dia kira alam mimpi.


"Kamu tidak sedang berimajinasi di alam mimpi baby, ini semua nyata.. rasakanlah.. " lirih ucapan Nathan dengan ekspresi sayang yang melimpah, binar netra pangeran vampir tersebut tidak bisa ditutupi dirinya sangat bersyukur Lily sang kekasih bisa bertahan setelah tertidur beberapa hari.


Nathan dengan tangan dinginnya meraih tangan Lily yang hangat lalu menarik pelan dan meletakkan di wajahnya, membwa jemari lentik sang kekasih mengukir setiap lekuk wajahnya.


Lipatan dahi, netra Nathan yang teduh hingga tulang rahang sampai hidung dan berakhir di bibir..

__ADS_1


Cup.. sebuah kecupan dari bibir Nathan ke punggung tangan menyadarkan Lily jika semua ini bukanlah imajinasinya semata, Ini nyata.. sungguh nyata... batin Lily yang tiba tiba mengharu menitik sebulir air di sudut matanya.


"Nathan... ini sungguh kamu kenapa tiba tiba kamu muncul di hadapanku seperti ini huhuhuuu... " Lily terisak ingin bangun dari ranjang tapi..


"Awjhss... " Lily meremas pucuk kepalanya. Tiba tiba saja dirinya merasa pusing, sangat pusing sampai tenaga untuk bangun pun tidak ada.


"Baby.. jangan paksakan dirimu, tiduran dulu saja.. Aku ingin menyampaikan sesuatu padamu, Listen to me oke.. " Nathan tidak meneruskan ucapannya.


Saat ini Nathan hanya ingin Lily sang kekasih menenangkan diri karena apa yang akan dia ucapkan selanjutnya pasti akan lebih mengejutkan.


"Kepalaku pusing Nathan.. " ucap Lily yang lebih terkejut lagi lantaran di lengannya terpasang infus transfusi darah.


Apa yang sebenarnya terjadi pada diriku.. Kenapa aku membutuhkan darah ?? dalam hati Lily merasa panik bercampur bingung.


Lily hanya terbaring pasrah saat Nathan sang kekasih membenarkan posisi tidurnya. Nathan mengatakan jika saat ini Lily membutuhkan asupan darah agar bisa beraktivitas secara normal.


"Aku akan menyampaikan sebuah berita, berita bagus untuk kita berdua.. " ucap Nathan dengan senyum teduh menenangkan.


"Berita bagus apa Nathan ? " tanya Lily yang masih belum mencerna semua kejadian dengan baik. bukankah seharusnya saat ini aku berada di dunia manusia dan hidup secara normal kan ? jika aku disini terus Bagaimana dengan restoran ku ? Lily masih saja memikirkan urusan bisnisnya di dunia manusia.

__ADS_1


"Restoran mu tetap beroperasi seperti biasanya baby, ada Alma dan dua pegawaimu yang akan mengatasi semuanya, jangan memikirkan hal itu dulu oke, My Lily... look at me baby.. " dengan gerakan lembut Nathan memalingkan dagu Lily agar berfokus pada dirinya.


Netra keduanya beradu, Lily tidak tahu harus bereaksi seperti apa saat Nathan mulai tampak serius dengan sorot mata tajamnya.


"Kamu sedang mengandung.. ada kehidupan kecil di dalam sini.. " ucap Nathan pelan dan sangat hati hati sambil mengusap halus permukaan perut Lily yang masih tampak rata. Nathan berharap reaksi Lily tidak akan berlebihan.


"Me.. mengandung ? Aku ? Apa kamu sedang bercanda Nathan ? Bagaimana mungkin aku hamil, hamil anak kita ?? Tidak tidak... ini tidak mungkin kan, kamu pasti bercanda kan Nathan ?? JAWAB !!" Lily menatap nanar ke arah Nathan yang masih tidak merubah ekspresi keseriusan di wajahnya.


"Aku tidak bercanda baby, ada janin yang sedang tumbuh di dalam sini. Anak kita... " senyum getir terukir di wajah Nathan saat Lily menola fakta tersebut.


"Nathan.. aku tidak mau hamil, aku belum siap dan a.. aku.. aku hamil anak vampir ?? Aarrgghhh !!!" Lily menjadi histeris saat menbayangkan janin yang tumbuh di rahimnya, bukan janin manusia seperti yang biasa dia jumpai tetapi janin vampir..


Mengerikan sekali hiks... Lily menangis di dalam hati.


"Lepaskan aku Nathan, lepaskan !! huHhhuuuu.... " Lily menangis terisak saat Nathan memeluk tubuhnya di pembaringan.


Kehamilan yang sama sekali tidak Lily inginkan, terlebih jika janin yang dia kandung bukan manusia sepertinya melainkan vampir seperti ayah biologisnya. Lily terus meronta sampai energinya habis lalu kembali pingsan, membuat Nathan kembali menghela nafas panjang penuh kesedihan, dalam hati Nathan berkata,


Sesulit itu ternyata bagi Lily untuk menerima kehamilannya, aku harus bagaimana lagi...

__ADS_1


__ADS_2