
Raja Claude tampak memikirkan sesuatu lalu beliau berjalan mendekat kearah Lily dan berkata, "kalau begitu tunggu asisten Mouhan tiba, pada saat itu kamu bisa cek isi rekeningmu. Sekaligus menandatangani pembatalan surat kerjasama. " Ucap Ayah Claude tegas.
"Terima kasih tuan.. " ucap Lily singkat berterima kasih karena sudah berbaik hati.
Sementara itu Alice merasa senang karena rencananya berhasil. "Ternyata tidak sesulit itu hahaha..." batin Alice sangat senang sebentar lagi Nathan akan jadi miliknya, satu satunya pangeran yang layak mendampingi dirinya di atas singgasana.
Akhirnya Ayah Claude memutuskan jika mereka akan menunggu selama beberapa hari untuk menunggu asisten Mouhan tiba dan menyelesaikan semuanya.
Asisten Mouhan saat ini sedang dalam urusan bisnis di sebuah negara di Asia.
Sementara itu keputusan awal tidak berubah, Nathan tidak mendapatkan apa yang dia inginkan dan harus merelakan wanita yang dia cintai demi keberlangsungan bangsa vampire.
Setidaknya rencana awal tetap berjalan sesuai dengan apa yang diinginkan para orang tua.
__ADS_1
Raja Claude dan Ratu Claudya mengijinkan Lily untuk tinggal beberapa hari sampai semua urusan pembayaran selama dia bekerja melayani pangeran Jonathan beres.
Semua orang sudah pergi dari kamar pangeran Jonathan, Lily kembali ke kamarnya, Alice juga berada di dalam kamarnya, kedua orang tua pangeran Jonathan juga menyelesaikan urusan lain di kamar mereka.
Saat ini didalam kamar hanya ada pangeran Jonathan,
Nathan terus terusan menekuk wajah, dia merasa marah pada diri sendiri kenapa tidak bisa memperjuangkan apa yang dia inginkan, kenapa harus aku yang harus jadi pewaris tahta klan Salvatore, bahkan bukan hanya aku putra mahkota dalam klan Salvatore, ada kak Damon kan? bukan kah kak Damon seharusnya juga mengemban tugas dan tanggung jawab yang sama sepertiku ? Tapi dimana dia sekarang, kenapa tiba tiba lenyap bagai ditelan bumi saat adiknya terjebak masalah. Nathan bermonolog dalam hati.
Teringat bagaimana semalam dirinya baru saja merenggut nikmatnya surga duniawi bersama sang kekasih hati, belum cukup puas rasanya jika harus berakhir seperti ini.
Seharusnya tidak begini kan akhirnya..
Masih ada banyak hal yang ingin Nathan lakukan bersama Lily , hingga terbesit sebuah ide yang membuat pangeran Jonathan smirk tersenyum.
__ADS_1
Pangeran Jonathan menemui Ayah Claude yang kini berada di sebuah ruangan, ruang tidur untuk ayah dan ibu. Dengan percaya diri dan egois Nathan mengatakan jika memang tidak bisa hidup bersama Lily sang kekasih, setidaknya ijinkan beberapa malam terakhir ini pangeran Jonathan ingin habiskan bersama Lily.
"Hanya itu permintaan terakhirku ayah, mungkin terdengar sedikit egois tapi aku tidak peduli, jiwaku sudah terikat dengan Lily dan aku tidak bisa jauh darinya. Biarkan aku habiskan sisa malam terakhir dengan kekasihku !" Pangeran Jonathan menatap tegas kearah sang ayah yang mengerinyitkan dahi.
""Apa kamu sudah tidak waras putraku ? bagaimana perasaan Alice jika dia tahu calon suaminya justru memilih menghabiskan malam bersama wanita lain dan bukan dirinya hah ?" ucapan ayah Claude terdengar lirih tak habis pikir.
"Aku tidak peduli !! Bahkan aku rela jika ayah ingin membunuhku setelah malam terakhir ku dengan Lily. Dengan ayah memisahkan aku dari Lily artinya ayah sudah mematikan separuh jiwaku. " ucap Nathan tegas.
Ayah Claude menatap keseriusan di mata putranya, kemudian ayah Claude menghela nafas panjang hingga berkata,
"Baiklah.. pastikan setelah semua ini selesai, kamu akan melepaskan wanita itu untuk selamanya dan jadikan Alice satu satunya istrimu, mengerti !!?" tanya ayah Claude tetap menegaskan apa yang harus Nathan lakukan.
"Aku mengerti ayah , tapi perlu ayah ketahui jika aku tidak bisa berjanji untuk menghilangkan Lily dari hidupku. Sekarang aku akan bawa Lily ke kastil Orion sebelah selatan dan aku tidak mau diganggu sampai hari dimana Mouhan tiba. " tidak peduli ayahnya menggerutu atau mengumpat tapi keputusan Nathan sudah bulat dan dia hanya akan menghabiskan sisa malam terakhir di kastil Orion sebelah selatan bersama Lily.
__ADS_1