
Mobil berwarna putih itu memasuki garasi mansion tepat pada pukul sepuluh malam hari. Lily mengajak nenek Alma untuk tinggal bersamanya malam ini.
"Nenek akan tinggal denganku sampai kondisi tubuh nenek benar benar pulih. Ayo aku antarkan nenek ke kamar tamu. " Lily mengajak nenek Alma masuk kedalam mansion mewah miliknya dan langsung menuju ke sebuah kamar yang ada didekat ruang tamu.
"Ini terlalu mewah nak , nenek tidak pantas. Sungguh nenek bisa tidur dilantai diteras rumah ini saja.. " nenek Alma merasa sungkan dan tidak layak untuk tidur di kamar semewah ini.
Bagi nenek Alma kamar yang dipersilakan Lily sebagai tempat istirahat sampai kondisi tubuhnya pulih sangat mewah, Bahkan kamar majikan tempat aku bekerja tidak ada yang semewah ini, astaga aku jadi merasa tidak enak hati, wanita ini baik sekali.. batin nenek Alma.
"Aku hanya tinggal sendiri nek, tidak perlu sungkan. Sekarang nenek istirahat ya karena setelah sehat, nenek akan bekerja denganku direstoran. Nenek bisa membantuku menyiapkan bumbu untuk bahan masakan, tapi itu nanti setelah kondisi nenek pulih oke.. " Lily tersenyum ramah saat meninggalkan kamar tamu tersebut.
Nenek Alma merasa sangat bersyukur malam ini, Ampuni hambamu ini Tuhan, karena sudah berniat untuk bunuh diri tadi. Pertolonganmu sungguh nyata Tuhan , engkau pertemukan aku dengan wanita berhati malaikat Lily..
Air mata nenek Alma lolos begitu saja, rasa haru bercampur syukur memberikan energi baru dalam dirinya.
Sementara itu di tempat lain..
__ADS_1
KEDIAMAN PANGERAN JONATHAN DAN ALICE
"Dimana Nathan, kenapa tidak ada di kamar ?" tanya Alice pada salah satu pelayan yang baru saja membersihkan ruang tamu.
"Maaf nyonya.. tuan Jonathan ada dikamar tamu. Kata beliau ingin istirahat dan tidak ingin diganggu. " ucap pelayan sambil membungkuk hormat.
"Kamar tamu ?? apa apaan Nathan kenapa tidak tidur di kamar kami malah tidur di kamar tamu ish !!" Alice tidak menyukai perubahan sikap pangeran Jonathan sejak tinggal Dirumah ini.
Sejak kejadian malam pengantin tempo hari, Alice benar benar merasa diremehkan. Waktu itu Nathan meninggalkan aku begitu saja dimalam pengantin. Sekarang bukannya tidur sekamar justru pisah ranjang Aarrgghh !!!
Alice melangkah emosi menuju ke kamar tamu yang dimaksud pelayan tadi .
Alice ingin membuka pintu tapi nihil, dikunci dari dalam. "Damn !!"teriak Alice frustrasi sambil memukul daun pintu.
Nafas Alice tiba tiba memburu, memikirkan sikap suaminya yang sangat dingin itu, Alice hendak menggedor paksa pintu kamar saat bersamaan dengan ponsel nya berdering.
__ADS_1
Ddrrtt..
Ddrrtt..
Ddrrtt..
Alice menatap nama yang tertera di layar ponsel, ibu mertua... batin Alice.
Segera Alice mengubah ekspresi raut wajahnya yang tadi marah kini sudah tampak manis, "Halo ibu mertua... " ucap Alice begitu mengeser tombol berwarna hijau dan tersambung dalam panggilan video.
"Halo sayang, bagaimana kabar kalian heumm ? apa kalian suka hadiah rumah nya ?" tanya Ratu Claudya diujung sambungan dengan senyum merekah seorang ibu.
"Suka ibu mertua, suka sekali.. Suasananya sangat romantis karena hanya ada kami berdua dan dua orang pelayan, " Alice tersenyum sambil melangkahkan kaki menuju ruang depan.
"Syukurlah anakku, ah iya bagaimana Jonathan ? apa kalian sudah mencetak calon cucu untuk kami heumm? " ratu Claudya melontarkan pertanyaan yang sulit Alice jawab.
__ADS_1
Namun bukan Alice namanya jika tidak pandai bersilat lidah, "Doakan saja ya bu, setiap malam kami selalu melakukan itu kok, apa ibu mertua tahu jika suamiku sangat tergila gila padaku ? Nathan selalu meminta jatah sampai pagi. Lihat saja jam segini dia belum mau bangun. " kalimat yang diucapkan Alice di selingi tawa malu malu genit, seolah olah yang dia ucapkan adalah kebenaran.
"Ahh iya, ini adalah pengalaman pertama kalian hidup berdua sebagai pasangan suami istri, kalau begitu terus semangat membuat adonan cucu untuk kami ya, dan mungkin kami para orang tua akan berkunjung ke kediaman kalian minggu depan. Sampai jumpa minggu depan anakku, sampaikan salam untuk suamimu ya.. " Ratu Claudya mengakhiri panggilan video setelah memastikan Alice merespon dengan kata setuju, baik.