
Lily sedang mengemasi barang bawaannya di dalam kamar saat terdengar suara orang mengetuk pintu beberapa kali. Ternyata itu adalah Nathan yang merengek ingin mengajak Lily untuk menghabiskan waktu bersama di suatu tempat tanpa ada seorang pun yang mengganggu.
"Nathan, aku harus berkemas. " ucap Lily yang memilih kembali sibuk mengemasi barang barangnya saat Nathan mendusel dari belakang, "Tapi aku ingin habiskan sisa malam di kastil ini denganmu baby.. " Nathan menghirup dalam dalam aroma Lily lewat ceruk lehernya.
"Jangan konyol Nathan, ingat ayah dan ibumu. " Lily berusaha menolak meski dalam hatinya merasa senang setiap Nathan bermanja di tubuhnya.
"Aku sudah bilang pada ayahku dan dia mengijinkan, jadi sekarang aku akan menculikmu baby.. " sambil tertawa Nathan menarik tubuh Lily lalu menggendong ala koala.
Dengan gerakan cepat ala pangeran vampir, Nathan membawa Lily berlari secepat angin menuju bagian selatan kastil Orion.
"Aaa.. Nathan pelan pelan !!" Lily memejamkan mata sambil mengeratkan pelukan, ini seperti naik permainan roller coaster.
Kurang dari dua menit mereka berdua tiba di sebuah ruangan khusus yang sudah disiapkan sebelumnya oleh Nathan.
Nathan menurunkan Lily dengan hati hati, "Hati hati saat menapakkan kaki baby.. " ucap Nathan pelan.
__ADS_1
"Nathan.. apa ini heumm ?" Lily mengamati ruangan tempat mereka berada saat ini dimana, nuansa ruangan di setting dengan warna merah darah berpadu warna merah muda, pencahayaan lilin membuat suasana didalam ruangan terasa hangat meski agak temaram, karena memang nuansa kastil Orion adalah kuno klasik .
Nathan menyalakan perapian, karena tidak ingin kekasihnya kedinginan. Malam ini bahkan Nathan sudah menyiapkan makan malam romantis di dekat perapian.
Setidaknya Nathan menginginkan kenangan yang akan berkesan selamanya untuk dirinya dan juga Lily.
Sementara Nathan menyetel nyala api di perapian, Lily berjalan melangkahkan kakinya mendekat ke jendela.
Udara dingin pegunungan tertutup salju menerpa wajah Lily yang ayu, membuat rona kemerahan saking dinginnya suhu malam ini.
Tempat ini sangat indah, dingin dan nyaman. Sayang sekali sebentar lagi aku harus pergi.. batin Lily sambil menerawang menatap bulan yang bersinar penuh diatas sana.
Grebb.. tiba tiba Nathan memeluk posesif dari belakang, kedua tangan Nathan melingkar di pinggang Lily sementara wajah tampan itu bersandar di pundak sang kekasih.
"Jangan berpikir macam macam baby, saat ini hanya lihat dan pikirkan diriku saja heumm.. " Nathan berbisik lirih lalu mendusel di ceruk leher Lily.
__ADS_1
Aroma tubuh Lily selalu candu dan Nathan tidak ingin melupakan aroma itu sampai kapanpun.
"Aku tidak berpikir macam macam kok honey, hanya sedang menikmati keindahan bulan diatas sana.. " Lily meletakkan tangannya diatas tangan Nathan.
Dinginnya kulit tubuh Nathan justru membuat Lily merasa nyaman.
"Honey.. kenapa bisa senyaman ini saat bersamamu, dingin tapi nyaman aku suka perpaduan itu.. " Lily mengusap usap tangan Nathan yang kini sama sama asik menikmati sinar rembulan.
"Sekarang adalah malam bulan purnama, lihat kan bulan diatas sana sangat bundar dan terang. Bagi kami kaum vampir bulan purnama biasanya kami gunakan untuk menambah energi kehidupan kami lewat percintaan.. " Nathan mengeratkan tangannya, membuat tubuh Lily menempel bersandar sepenuhnya pada tubuh Nathan.
"Para leluhur percaya jika terjadi percintaan dengan cinta sejati di malam bulan purnama maka, kisah keduanya akan abadi. Mereka akan hidup bahagia bersama selamanya.. " ucapan Nathan saat ini secara tidak langsung menunjukkan isi hatinya saat ini.
"Lalu apa malam ini kamu ingin melakukan percintaan panas denganku ? bukankah ini malam purnama terakhir kita sebelum berpisah honey.. " nada suara Lily terdengar parau.
"Apa kamu juga menginginkan hal yang sama baby ?" Nathan menarik dagu Lily pelan menghadap nya.
__ADS_1
Netra keduanya bertumpu lalu..