
Natalia bener bener jalanin keinginannya untuk godain Satria diam diam, Satria yang merasakan badannya dipegang Natalia merasa kesal sekali, karena Natalia semakin nekat dan tidak menghargai ucapannya sama sekali.
“ Sayang tukeran” Ucap Satria yang sudah tidak bisa tahan, karena tangannya Natalia bener bener berani pegang badannya terus menerus
“ Kenapa sayang?” Tanya Marsya heran melihat Satria yang tiba tiba minta pindah dan wajahnya terlihat marah
“ Bahaya Satria pindah duduk seperti itu, ngapain sih kamu minta pindah seperti itu?” Tanya Natalia senyum manis melihat Satria yang mulai emosi
“ Diam kamu!” Bentak Satria kesal, melihat Natalia yang sudah keterlaluan
“ Sayang kenapa marah ke Natalia? Dia kan cuman tanya?” Tanya Marsya heran melihat Satria emosi
“ Pak, tolong berhenti pak, mumpung kita jauh dari orang tua, lebih leluasa untuk bicara” Lanjut Satria yang berusaha untuk terus terang, supaya perselingkuhan tidak terjadi
“ Baik pak” Ucap Kusir yang mulai ke pinggir jalan dan berhenti
“ Turun duluan!” Bentak Satria melihat Natalia yang masih duduk dengan manisnya
Natalia turutin keinginan Satria untuk turun duluan, disusul Satria dan baru Marsya.
Plak, Satu tamparan mendarat di pipinya Natalia, membuat Marsya kaget melihat sikapnya Satria yang tiba tiba kasar ke Natalia
__ADS_1
“ Sayang,kenapa tampar Natalia dan terlihat marah ke Natalia?” Tanya Marsya bingung melihat Satria bisa kasar ke adiknya
“ Tolong hargai saya sebagai kaka ipar kamu, walaupun Marsya bukan kaka kandung kamu tapi dia satu bapak dengan kamu, jangan pernah menggoda saya dengan cara apapun karena saya tidak akan pernah menghianati pernikahan saya dan cinta saya ke Marsya karena saya mencintai Marsya apa adanya!” Bentak Satria menatap sinis kearah Natalia yang masih pegang pipinya
“ Kapan Natalia menggoda sayangnya aku?” Tanya Marsya kaget dan tidak percaya Natalia berusaha menggoda Satria
“ Bohong ka, saya tidak pernah godain ka Satria kok, ka jangan fitnah seperti ini dong?” Tanya Natalia pura pura sedih
“ Dari awal aku ke kantor sayang, Natalia sudah mulai godain aku, mulai berani terang terangan bilang suka dengan aku, dan bahkan tadi dia tidak sopan pegag punggung aku cukup lama sayang, aku semakin risih dengan sikapnya yang semakin keterlaluan sayang” Lanjut Satria terus terang, tidak ingin ada yang disembunyikan dari Marsya sama sekali
“ Astaga, kamu kenapa setega ini Natalia berani godain suami kaka kamu sendiri? Kamu kenapa tega mau merebut Satria dari kaka kamu sendiri?” Tanya Marsya tidak menyangka jika Natalia selama ini, simpan perasaan untuk Satria
“ Gila kamu Natalia, kamu tidak bisa seperti ini ke kita, apa salah ka Marsya ke kamu sampai kamu tega mau merebut Satria dari kehidupan ka Marsya?” Tanya Marsya tidak menyangka, jika Natalia bisa setega ini ke
Marsya
“ Salah kaka banyak, kaka sudah tega minta tante Anisa rujuk dengan ayah, kaka tahu tidak perasaan bunda sakit sekali saat ayah mau turutin keinginan kaka untuk rujuk kedua orang tua kaka, dan kaka mau merebut perusahaan saya juga, kaka sudah merebut perhatian ayah dari saya, biar kaka bisa merasakan bagaimana jika suami sendiri direbut apa lagi kaka sudah mau setahun menikah tanpa bisa memberikan keturunan untuk Satria, saya siap menggantikan kaka untuk memberikan keturunan untuk Satria” Lanjut Natalia terus terang, Natalia sudah tidak bisa menahan emosinya ke Marsya
“ Maafin kaka, kaka cuman menghargai keinginan ayah, yang ingin kaka tinggal bersama ayah dan kaka tidak tega membiarkan mamah tinggal sendirian tanpa ada kaka sama sekali, walaupun sering ketemu tapi tidak ada hubungan jelas antara ayah dan mamah, juga mamah tidak ada yang melindungi selama ada disini, tidak mungkin mamah tinggal di rumah ayah Nando terus kan, maafin kaka jika egois dan dianggap merusak rumah tangga ayah dan bunda Iis sampai sekarang, kaka cuman ingin melihat kedua orang tua kaka bersatu saja, tanpa sadar menyakiti perasaan kamu dan bunda Iis, tapi kaka mohon jangan merusak rumah tangga kaka juga, dengan kamu balas dendam seperti ini, maafin ke egoisan ka Marsya selama ini” Lanjut Marsya tidak menyangka selama ini Natalia dan Iis tidak bahagia dengan kehadiran Marsya dan Anisa dikehidupannya
“ Kamu jadikan saya untuk sebagai alat balas dendam kamu? Dengan memanfaatkan rasa kagum kamu ke saya?” Tanya Satria tidak menyangka, jika poligami diantara orang tua, membuat Natalia bisa dendam seperti ini ke Marsya
__ADS_1
“ Terserah apa yang kalian bilang, yang jelas sampai kapan pun saya tidak pernah senang melihat Marsya ada dirumah dan jika kalian tega aduin hal ini ke orang tua bearti kalian semakin tega melihat saya semakin jauh dengan ayah kandung saya sendiri dan saya semakin dendam dengan Marsya karena dengan teganya membuat saya dimarahin oleh ayah kandung saya sendiri, benalu seperti Marsya dan tante Anisa kan pasti senang melihat saya semakin jauh dengan orang tua saya sendiri” Lanjut Natalia senyum sinis melihat Marsya nangis dan tidak bisa berbuat apapun
“ Saya tidak menyangka jika kamu bisa sejahat dan setega ini ke Marsya” Lanjut Satria peluk Marsya yang nangis karena mendengar ucapan Natalia yang terus terang, godain Satria dan mau merebut Satria karena balas dendam rasa sakit hati yang dirasakan Iis dengan kehadiran Marsya dan Anisa dikehidupannya Rangga
Natalia senyum sinis melihat Marsya manja ke Satria, dengan nangis dalam diamnya, tapi Natalia merasa lega sekali karena rasa kesalnya bisa disampaikan langsung ke Marsya
Dilain sisi, Iis tidak membiarkan Rangga ada ditengah tengah, karena Iis tidak rela melihat Rangga romantisan juga dengan Anisa
“ Sayang, ingat tidak masa kuliah kita sayang, sering naik delman seperti ini, saat ayah ikut ke Villa untuk liburan bersama temen temen kampus?” Tanya Iis sengaja membuka obrolan masa lalu, Iis minta orang tuanya untuk membiayai kuliahnya Rangga sampai selesai dan setelah lulus kuliah Iis dan Rangga menikah sekaligus Iis minta orang tuanya untuk serahkan perusahaan ayah nya untuk Rangga kelola
“ Iyah sayang, aku ingat sekali sayang, aku jadi kangen liburan di villa kita yah sayang, kapan kapan kita liburan yah bersama anak anak, Nando, dan Lusi juga yah” Ucap Rangga merasa tidak tega, jika membahas masa lalu bersama Iis didepan Anisa
“ Iis bener bener membuat ayah jauh lebih baik kehidupannya, bahkan orang tuanya membiayai kuliahnya ayah juga, jadi ingat ucapan ayah dulu yang memberikan biaya kuliah ayah nya Iis berkat permintaan Iis membuat ayah
bisa merasakan menjadi sarjana dan sekarang menjadi seorang pembisnis sukses, apa aku salah merusak kebahagian perempuan yang sudah banyak bantu dalam kehidupannya Rangga yah” Batin Anisa, Anisa sampai terakhir bersama Rangga pun sama sekali tidak bisa membantu sama sekali masalah keuangan keluarga sampai
akhirnya Rangga dengan tega usirnya dari rumah.
“ Boleh sayang, kata tukang kebun kita, tanaman kita dulu sudah sering berbuah dan sering dinikmati orang orang disana sayang” Lanjut Iis senyum sinis melihat Anisa cuman bisa diam saja, saat Iis dan Rangga bahas masa lalu berdua
Iis sama sekali tidak peduli dengan perasaannya Anisa, yang penting bisa bernostalgia bersama Rangga, dan membuat Rangga bahagia saat ingat masa lalu berdua, disaat Iis bener bener bisa bantuin Rangga bangkit dari keterpurukan hidupnya Rangga
__ADS_1