KEMARIN BUNDA ADA DISINI 2

KEMARIN BUNDA ADA DISINI 2
Hayo ayah


__ADS_3

Natalia melihat Anisa ada diantara kedua orang tuanya seperti melihat nyamuk pengganggu, kebahagiaan orang tuanya.


" Kalian setiap hari kepanti asuhan seperti tidak ada kegiatan yang lebih penting dan menyenangkan saja?" Tanya Natalia menatap heran orang tuanya


" Ke panti asuhan kok dibilang tidak penting sih Natalia, berbagi ke anak anak yang kurang mampu itu kan bagus sayang, kenapa harus bicara seperti itu sih?" Tanya Rangga heran melihat Natalia seperti tidak suka melihat Rangga setiap hari ke panti asuhan


" Berbagi atau mau menebus kesalahan sendiri? karena dianggap menelantarkan ka Marsya kecil, dan membuat ka Marsya pernah merasakan tinggal di panti asuhan selama empat tahun?, ayah terlalu berlebihan tahu, ka Marsya tidak akan pernah merasakan hidup di panti asuhan jika tante Anisa mampu membesarkan anak seorang diri, dan tante Anisa punya saudara kenapa tidak kembali saja, lagian diusir saat hamil lima bulan pun dengan status punya suami kan, kenapa harus malu? ayah terlalu bodoh mau dibuat bersalah terus menerus oleh tante Anisa yang payah ini?" Tanya Natalia menatap sinis kearah Anisa, yang selalu bisa membuat Rangga merasa bersalah terus menerus


" Ternyata kamu berfikir yang sama seperti bunda sayang, yah ayah memang sudah dibuta kan oleh cinta pertamanya dan tidak berfikir logis, sekarang mau cape cape urus anak orang di panti asuhan dengan alasan mau menebus kesalahan dimasa lalu dan membuat Marsya dan Anisa menderita, jika Anisa mampu bangkit pasti bisa, lagian banyak kok singel women yang sukses dan mampu membesarkan anak selama ada keinginan diri sendiri, tapi Anisa tidak melakukan itu semua, dasarnya wanita payah dan wajar jika diusir oleh suami karena tidak ada gunanya sebagai istri, bunda saja awal kenal ayah dan ayah mau bangkit dari hidup susahnya, minta kekek serahkan perusahaannya ke ayah, dengan janji bisa sukses, lihat lah sekarang perusahaan kecil kakek bisa berkembang bahkan sebentar lagi akan dipimpin oleh Marsya" Ucap Iis dengan sombongnya, sambil menatap sinis kearah Anisa, yang tidak ada apa apanya dibandingkan Iis, yang bisa membantu Rangga dari hidup susah dan membuat Rangga bisa kaya raya seperti sekarang.


" Hayo ayah, mau bela siaapa? dan apa masih bilang Natalia tidak sopan? Natalia cuman tidak tega melihat ayah selalu merasa bersalah akan masa lalunya ka Marsya, yang sebenarnya salah tante Anisa yang tidak berguna sebagai seorang ibu dan tidak mampu membesarkan anak sendiri, Natalia dan bunda tidak bahas seperti ini ke ka Marsya karena kasihan, pasti akan benci ke tante Anisa yang payah sebagai orang tua?" Tanya Natalia senyum sinis kearah Anisa


" Sudah lah Natalia, orang tua baru pulang sudah bicara seperti itu, apapun kesalahan orang tua dimasa lalu karena ada alasannya dan sebagai seorang anak tidak pantas menyalahkan orang tua seperti itu, apa lagi bilang ayah bodoh segala" Lanjut Rangga, yang sejujurnya bingung mau salahkan Anisa tidak tega, tapi jika membenarkan ucapan Iis dan Natalia tidak tega membuat Anisa merasa malu

__ADS_1


" Biarin lah ayah mengelak dan terus membela cinta pertamanya terus, walauppun dia yang menjadi sumber masalahnya" Lanjut Natalia semakin benci Anisa, karena Anisa selalu berhasil membuat Rangga tidak pernah marah ke Anisa, beda dengan Rangga ke Iis dan Natalia dengan mudahnya emosi berlebihan, Natalia langsung jalan menuju kamarnya untuk istirahat, setelah lega melihat Rangga dan Iis  pulang ke rumah, tanpa ada luka luka sama sekali


" Bunda dan mamah yuk kita ke kamar juga, untuk istirahat" Lanjut Rangga yang tidak ingin membahas lagi, apa yang sudah dibahas bersama Natalia, Rangga gandeng tangannya Iis dan Anisa untuk jalan ke kamar


Anisa sama sekali tidak sanggup menjawab setiap ucapan Iis dan Natalia, karena Anisa mengakui jika dirinya tidak mampu menyelesaikan masalahnya di masa lalunya, yang akhirnya membuat Rangga merasa bersalah terus menerus dengan kondisi Marsya pernah tinggal di panti asuhan dan ditinggal di pasar tradisional akhir dibesarkan oleh Nando dan Lusi selama lima belas tahun.


Dilain sisi, Lusi yang rindu main congklak bersama Marsya, ajak Marsya main congklak saat santai di ruang keluarga bersama Nando dan Satria.


" Memangnya congklaknya masih ada bunda?" Tanya Marsya heran, karena sudah lama sekali tidak melihat congklak, selama kuliah banyak mainan Marsya yang disumbangkan karena terlalu banyak dan mainan Marsya penuh bahkan sampai satu kamar isinya mainan Marsya semua dari kecil sampai SMU masih beli mainan


" Masih sayang, beberapa mainan yang bunda simpan, cuman ada lima belas mainan saja sih, yang masih bunda simpan dan tidak bilang ke Marsya" Lanjut Lusi yang sengaja tidak membuang mainan, mainan yang dibelikan setiap saat Marsya ulang tahun.


" Serius bunda? ada mainan apa saja yang masih disimmpan?" Tanya Nando bahagia mendengar Lusi masih simpan mainannya Marsya

__ADS_1


" Segitunya perhatiannya ayah Nando dan bunda Lusi ke Marsya, bagaimana Marsya tidak memilih tinggal bersama mereka, selain materi yang cukup banyak, perhatian luar biasa yang mereka berikan ke Marsya, bahkan saya saja tidak segitunya diberikan perhatian dan sebesar ini, ayah sudah malas diajak main mobil mobilan" Batin Satria salut dengan cara Nando dan Lusi memberikan perhatian luar biasanya ke Marsya


" Yuk lihat mainan apa saja yang masih disimpan oleh bunda?" Tanya Satria yang penasaran dengan mainan yang Lusi simpan selama bertahun tahun


" Sayang mau lihat juga?" Tanya Marsya tidak percaya jika Satria antusias dengan mainan milik Marsya


"  Tentu mau dong sayang, hayo bunda kasih lihat dimana mainannya disimpan?" Tanya Satria yang penasaran mainan apa saja yang dimiliki oleh Marsya, sampai Lusi mau simpan maianan lamanya Marsya


" Boleh saja Satria jika kamu mau melihat mainannya Marsya juga" Lanjut Lusi bahagia, karena Satria begitu antusias dengan mainan yang dimiliki Marsya


" Satria bener bener cowok baik, dia tidak merespon negatif yang akhirnya membuat Lusi sedih dan malu, karena ajak main congklak bersama Marsya, alhamdulillah respon positif yang Satria berikan dengan ajakannya Lusi untuk main congklak bersama Marsya, bener bener bisa menghargai perasaan orang lain" Batin Nando salut dan bangga karena Satria bisa menjaga perasaannya Lusi dan Marsya yang masih mau main padahal sudah dewasa


Lusi ajak Marsya dan Satria untuk melihat mainan apa saja yang masih Lusi simpan, Lusi bahagia sekali punya menantu yang bisa menjaga perasaan mertunya dan tidak membuat mertuanya merasa malu

__ADS_1


__ADS_2