
Boby bahagia sekali karena kedua orang tuanya akhirnya sampai juga di tanah air, Natalia diajak untuk menyambut kedatangan calon mertuanya di bandara.
" Selamat datang ayah dan bunda, di tanah air dan ketemu langsung dengan Natalia." Ucap Natalia bahagia sekali akhirnya bisa ketemu langsung dengan calon mertuanya.
" Terimakasih nak sudah datang jauh jauh ke bandara, untuk menyambut kedatangan kami kembali ke tanah air." Ucap Bunda nya Boby bahagia melihat Natalia mau menyambut kedatangannya ke tanah air.
" Ka Brata mana bunda? Kenapa tidak ikut pulang ke tanah air?" Tanya Boby heran kerena Kaka satu satunya tidak ikut kembali ke tanah air.
" Brata baru saja meninggal dunia beberapa bulan yang lalu, maafkan kami tidak kasih tahu kamu Boby karena ka Brata tidak ingin kamu sedih dan mengganggu pekerjaan kamu disini." Ucap Ayah nya Bobby sedih karena harus merahasiakan kondisi Brata dari Bobby
__ADS_1
" Ayah bohong kan, ka Brata sakit apa? Kenapa turutin keinginan ka Brata ayah dan bunda? Bagaimana pun kondisinya Bobby juga kan mau lihat kondisinya?" Tanya Bobby kesel dan sedih karena kondisi Kaka nya dirahasiakan
" Brata selama ini mengidap penyakit jantung, Brata tidak ingin merepotkan kamu untuk bulak balik ke US dan tanah air, untuk jenguk kondisi Kaka kamu, untungnya perusahaannya Satria selalu membuat kamu sibuk, membuat kamu tidak ada waktu untuk bisa ke US." Lanjut Ayah nya Bobby sedih, karena ikutin kepinginnya Brata untuk merahasiakan kondisinya dari Bobby selama ini.
Bobby Bener bener terpukul dengan keadaan yang ada, kalo Brata sudah meninggal dunia karena penyakit jantung.
Dilain sisi, Iis yang sudah selesai kerja dan berencana untuk ke dapur karena merasa haus dan lapar, Iis melihat Rangga begitu romantis dengan Anisa membuat Iis senyum sinis melihatnya
" Tidak jaga jarak kok bunda, sama saja sikap aku ke bunda dan mamah tidak ada yang aku beda bedakan sayang." Ucap Rangga kaget melihat Iis masuk kedalam ruang keluarga
__ADS_1
" Halah, saya sudah tidak peduli dengan ucapan kamu, saya sudah tidak percaya mulut manis kamu sekarang." Lanjut Iis langsung jalan pergi, Iis sudah tidak mau peduli apapun yang dilakukan Anisa dan Rangga selama ada dirumahnya
" Mau sampai kapan seperti ini, bunda semakin menjauh seperti ini sayang, aku harus bagaimana lagi?" Tanya Rangga yang frustasi dengan sikapnya Iis yang tidak seperti dulu lagi.
" Ayah saja kurang membujuk bunda sayang, ayah kurang ajak ngobrol bunda, perempuan kalo lagi Ngambek seperti itu mau dimengerti sayang, apa lagi urusan jatah, ayah tidak bujuk bunda untuk melakukan kewajiban kalian. Bunda seperti itu eh ayah nya cuek, jujur lah sayang apa bener semenjak kehadiran aku disini ayah sikapnya sedikit beda ke bunda dan tidak seperti dulu lagi?kenapa ayah harus seperti itu sayang?" Tanya Anisa sedih karena jika bener dirinya membuat Rangga berubah merasa bersalah sekali ke Iis karena sudah merusak rumah tangganya
" Iyah sayang, jujur aku bahkan sampai ancam bunda untuk menceraikan bunda jika tidak memberikan aku ijin untuk menikah lagi dengan mamah, cinta pertama aku dan aku merasa bersalah karena sudah membuat mamah dan Marsya menderita selama ini, sikap aku juga tidak bisa manis didepan bunda seperti sikap aku ke mamah bener bener tulus dan aku lebih bahagia dideket mamah, mempertahankan rumah tangga juga karena Natalia sebagai anak kandung aku, tapi sikap aku pun lebihh perhatian ke Marsya dibandingkan Natalia dan tidak pernah marah sama sekali ke Marsya, tapi jika ke Natalia aku lebih mudah marah dan kesel sayang, aku baru sadar jika selama ini aku terlalu pilih kasih dan egois kurang perhatian ke bunda, jujur setiap mamah tidak ada disamping aku, aku selalu cemas dan memikirkan mamah tidak pernah bahagia dan tenang disamping bunda sama sekali" Lanjut Rangga terus terang, rasa cinta dan perhatian Rangga ke Iis pudar semenjak adanya Anisa dan Marsya dalam hidupnya, kebahagiaan Rangga selalu bersama Anisa dan Marsya, tidak pernah merasa bahagia setiap kali dideket Iis dan anaknya Natalia
"Astaga sayang, pantas saja jika bunda semakin marah ke ayah, memang bener ayah pilih kasih dan semakin tidak ada perhatian ke bunda sama sekali, mamah mohon sayang jangan seperti ini terus, aku tidak ingin dianggap sebagai perusak rumah tangga ayah bersama bunda, cukup dianggap plakor dan istri kedua, tanpa harus membuat kalian bercerai, kasihan bunda yang bener bener mencintai ayah tapi dihianati dan membuat ayah berubah seperti ini, aku tidak mau dianggap perempuan tega yang sudah merebut suaminya dan membuat sikap ayah semakin cuek ke bunda nya sayang, aku mohon kembalilah romantis seperti dulu dan berjuang lah memperbaiki rumah tangga kalian,jangan sampai ada kata perpisahan diantara kalian aku mohon sayang, jangan membuat nama aku semakin jelek dimata orang lain, cuman karena ayah semakin cinta ke aku sedangkan ke bunda semakin dicuekin bahkan sampai bercerai aku mohon, bersikap adil lah dan tulus lah dalam menjalankan rumah tangga poligami ini sayang aku mohon" Lanjut Anisa dengan lirih, Anisa tidak menyangka jika kehadiran Anisa bener bener membuat Rangga berubah drastis ke Iis, tidak pernah romantis, tidak adil, dan lebih mudah marah.
__ADS_1
" Maafkan aku sayang, tapi aku semakin lama semakin tidak bisa mencintai bunda lagi, biarkan lah kita bercerai sayang, yang penting kita bersatu kembali, hidup bahagia bersama Marsya, Satria, dan cucu pertama kita sayanng, aku rela dibilang egois dan jahat dari pada bertahan tanpa ada rasa cinta justru semakin menyakiti perasaan bunda dan Natalia terus, hati dan fikiran aku selalu untuk mamah seorang,cinta pertama aku,dan belahan jiwa aku sayang" Lanjut Rangga jujur,lebih baik kehilangan Iis dari pada mempertahankan rumah tangga tanpa ada rasa cinta sama skali
Anisa bener bener kecewa dengan Rangga,yang egoois dan tidak memikirkan perasaannya Iis sama sekali, tidak mau berjuang untuk mempertahankan rumah tangga, dan rela kehilangan orang yang tulus mencintai Rangga dan rela berjuang membantu Rangga bangkit dari keterpurukan hidupnya Rangga, Anisa meninggalkan Rangga dari pada semakin kesel dengan suaminya yang mau menyerah membiarkan rumah tangganya semakin hancur, Anisa tidak ingin hidup bahagia diatas kesedihan perempuan lain,cuman karena keegoisannya Rangga saja.