
Nando merasa bahagia sekali karena hari sabtu waktunya Marsya dan Satria libur kerja, membuat Nando ingin sekali ajak Satria dan Marsya jalan jalan sekeluarga bersama Lusi juga.
" Liburan yuk anak anak, enaknya kemana yah?" Tanya Nando setelah sarapan bersama
" Kebun binatang saja yuk ayah sepertinya seru kesana" Ucap Marsya yang ingin sekali melihat binatang lagi, Terakhir Nando ajak Marsya ke kebun binatang saat kelulusan SMU
" Boleh saja sayang, mau ajak Mamah, bunda, ayah, dan Natalia juga?" Tanya Lusi yang ingin ajak orang tua kandungnya Marsya jalan jalan juga
" Astaga perempuan centil itu ikut juga, yang bener saja sih, dia sudah berani godain saya selama di kantor" Batin Satria mulai tidak nyaman dengan kelakuannya Natalia
" Bagaimana kalo kita saja yang liburan?" Tanya Satria terpaksa tidak ajak Rangga dan Anisa, supaya Natalia tidak ikut pergi ke kebun binatang
" Jangan begitu dong sayang, aku ingin sekali bisa merasakan jalan jalan juga bersama ayah dan mamah juga" Lanjut Marsya sedih dan heran tidak seperti biasanya Satria tidak ingin keluarganya Rangga untuk ikut
" Iyah Iyah sayang, maaaf yah sayang" Lanjut Satria merasa bersalah dan menyesal karena menolak adanya Rangga bersama keluarganya cuman karena tidak ingin Natalia ikut.
" Setelah makan kita siap siap untuk ke kebun binatang tapi jemput dulu mamah, ayah, dan bunda juga Natalia. Untuk ikut jalan jalan keluarga besar." Lanjut Lusi yang setuju saja jalan jalan bersama Anisa, Rangga, Iis, dan Natalia.
" Oke bunda" Lanjut Marsya bahagia sekali, karena jadi jalan jalan bersama orang tua kandungnya juga
Dilain sisi, Anisa melihat Iis selalu gerak cepat untuk urus kebutuhannya Rangga setiap pagi membuat Anisa tidak ada kesempatan untuk urus suaminya.
__ADS_1
" Apa Iis sengaja yah, supaya aku tidak memberikan perhatian ke Mas Rangga, dari masak sampai siapin barang barangnya mas Rangga yang harus dipakai setiap pagi." Batin Anisa sedih dan kesel karena Anisa tidak dibiarkan memberikan perhatian untuk Rangga sama sekali.
" Ayah, katanya Marsya bareng, Satria, Nando,dan Lusi. mau kesini dan mereka mau ajak kita semua liburan ke kebun binatang sekarang" Ucap Anisa mellihat Rangga yang lagi bersama Iis
" Ngapain ke kebun binatang sih, mana seru sih mereka tuh, seperti anak kecil saja, lebih baik ke dufan atau ancol begitu, kalo ke kebun binatang membosan juga cuman melihat binatang saja,sedangkan kita diam saja" Protes Iis tidak setuju jika jalan jalan ke kebun binatang
" Tidak masalah sayang, kita hargai saja apa mau mereka, kita tidak pernah ke kebun binatang juga kan sayang" Ucap Rangga yang tidak ingin menolak diajak ke kebun binatang, karena waktunya liburan bersama keluarga,
" Baik lah sayang, aku ambilkan baju pergi kalo begitu, tunggu sebentar yah" Lanjut Iis yang ingin mengambilakn baju ganti Rangga, Iis bahagia sekali bisa, siapin semua yang dibutuhkan Rangga tanpa dibantu Anisa sama sekali
Rangga melihat Anisa tidak pernah urusin dirinya lagi, merasa sedih sekali karena Anisa tidak pernah masak maupun siapin bajunya, Rangga ingin sekali bisa manja dengan Anisa juga
Rangga setelah ganti baju langsung ajak Anisa dan Iis keluar kamar untuk ajak Natalia supaya mau ikut ke kebun binatang, bersama Marsya, Satria, Nando, dan Lusi.
" Kita mau ke kebun binatang diajak Marsya, sekarang mereka lagi ke sini untuk jemput kita, naik mobil elef nya Nando" Ucap Iis terpaksa ikut liburan, karena tidak akan membiarkan Anisa berduaan dengan Rangga sama sekali
" Jalan jalan, kalo naik mobil elef pasti Satria juga ikut, hemm ikut juga ah lumayan bisa deketin dia lagi, saya tidak peduli dengan Marsya" Batin Natalia yang bahagia karena liburan keluarga ada Satria juga
" Baik lah, Natalia ikut, tunggu sebentar lagi Natalia mau ganti baju dulu" Lanjut Natalia yang rela ganti baju dan makeup supaya bisa ketemu dengan Satria
" Kita tunggu di mobil yah sayang" Ucap Rangga langsung gandeng tangannya Iis dan Anisa untuk jalan bersama sama ke depan rumah, sambil nungguin Natalia selesai siap siap
__ADS_1
Dilain sisi, Satria melihat Marsya siapin masakan untuk piknik di kebun binatang, Satria jadi senang melihatnya karena Marsya mau cape cape masak untuk piknik keluarga besar sekarang.
" Aku selalu bantuin bunda masak sayang, setiap kali mau jalan jalan kemana pun, selalu seneng bawa makanan sendiri supaya terasa piikniknya dari pada beli kan beda lagi sensasinya" Ucap Marsya yang merapihkan makanan yang dibawanya ke tempat makan
" Sama sih seperti bunda aku sayang, yang selalu mau masak setiap kali piknik berrsama keluarga maupun bersama karyawan kantor, walaupun sudah ada makanan tapi katanya lebih asik makan dengan masakan sendiri untuk piknik sensasinya beda saja" Ucap Satria yang tidak menyangk jika kebiasaan bunda nya dan Marsya sama
" Perempuan yang bisa masak, pasti paling seneng untuk masak sendiri untuk dijadikan bekel selama jalan jalan,selain hemat supaya nuansa piknik lebih seru karena ada perjuangan untuk menyediakan makanan selama piknik bersama" Ucap Lusi yang merasakan masak sendiri dan makan yang dibeli untuk dibawa ke tempat pinik beda sekali rasanya
" Bunda bener sih, jadi lebih seru perempuan yang bisa masak yah, mau berjuang cape cape masak untuk jalan jalan bersama keluarga" Lanjut Satria bangga dengan perempuan perempuan yang mau cape masak demi keluarganya
Dilain sisi, Iis melihat Rangga keluar dari mobil, ambil kesempatan untuk saakitin perasaannya Anisa supaya tidak betah tinggal dirumah dan akhirnya berpisah dengan Rangga lagi.
" Heh perempuan benalu, ngapain sih kamu betah numpang hidup dirumah saya hah? apa tidak malu kamu tidak melakukan apapun dirumah contohnya kerja begitu? enak sekali numpang makan dan tidur dirumah mewah saya?" Tanya Iis dengan sengaja, supaya Anisa semakin tidak betah
" Bukannya seorang istri memang seharusnya jadi ibu rumah tangga bisa kan? memanjakan suami dan urus suami selama ada di rumah?" Tanya Anisa menatap heran ke arah Iis, yang sepertinya tidak suka jika Anisa dirumah terus menerus
" Itu sih bagi perempuan malas dan mau numpang hidup enak yah seperti kamu,yang tidak ingin mandiri dan cari kegiatan diluar supaya tidak numpang hidup terus" Lanjut Iis senyum sinis melihat Anisa yang sepertinya tersinggung dengan ucapannya Iis
" Kamu anggap saya benalu? kamu sendiri tidak kerja sama sekali kan?" Tanya Anisa heran melihat Iis, yang mudah sekali membuat Anisa sakit hati dengan ucapannya
" Heh, kemewahan yang sekarang kamu nikmati berkat pemberian siapa hah? ngaca tuh baru kamu bicara seperti itu, memang yah orang kampung seperti kamu tidak tahu diri, bukannya cari kesibukan diluar dengan bekerja, supaya tidak menjadi beban suami terus, apa lagi anak kesayangan kamu akan menjadi karyawan saya dan anak saya kan, dengan jabatan yang membanggakan" Lanjut Iis senyum sinis melihat Anisa mulai merasa malu
__ADS_1
" Maafkan saya, baik lah saya akan lebih sering ke panti asuhan untuk bantuin Lusi dan Nando supaya tidak terlalu sering dirumah dan ada kegiatan" Lanjut Anisa sedih, merasa malu direndahkan oleh Iis, dan kesel karena Iis selalu saja bicara seenaknya ke Anisa dengan mudah
Iis senyum kemengan melihat Anisa sedih dan merasa terhina dengan ucapannya, Iis berharap Anisa secepatnya keluar dari rumahnya selamanya