KEMARIN BUNDA ADA DISINI 2

KEMARIN BUNDA ADA DISINI 2
Pakai jasa


__ADS_3

Marsya cuman bisa diem saja mendengarkan keinginan Lusi yang .ingin pakai jasa orang lain untuk merapihkan rumahnya Iis, supaya Marsya tidak ikut bantuin merapihkan rumah yang akhirnya terlalu kecapean dan akhirnya gagal proses punya anak, membuat Lusi tidak ingin Marsya merasakan keguguran juga


" Marsya selama tinggal disini pakai jasa ART yah Anisa, karena saya tidak mau Marsya terlalu cape ikutan beberes rumah ini, karena kan lagi program punya anak dan tidak boleh cape, kamu tidak ingin kan jika apa yang lagi diusakan Marsya sia sia cuman karena terlalu cape? karena saya dulu mengalami hal yang sama, kelelahan bekerja dan merapihkan rumah sendiri, akhirnya selalu keguguran sampai saya sama sekali tidak bisa  mengandung lagi, karena saya tidak mau pakai jasa orang lain untuk merapihkan rumah kita" Ucap Lusi terus terang dan tidak ingin Marsya merasakan keguguran yang seperti Lusi rasakan


" Bukannya tidak ingin Lusi, tapi Iis dan Ayah tidak ingin pakai jasa orang lain, saya kan tidak bisa paksa keinginan mereka, mau bagaimana pun ini rumahnya Iis yang punya hak penuh menentukan pakai jasa ART atau tidak dirumah ini" Ucap Anisa yang tidak ingin dianggap ngatur Iiis cuman karena membersihkan rumahnya sendiri


" Biarin saya yang bilang ke mereka, demi Marsya bisa berhasil punya anak juga, jika dilarang terpaksa Marsya akan saya larang tinggal disini, jika tidak pakai jasa orang lain untuk merapihkan rumah ini, dan dianggap memanjakan Marsya, saya tidak peduli yang terpenting saya semaksimal mungkin menjaga kondisinya Marsya supaya tidak terlalu cape dan gagal program punya anaknya" Tegas Lusi yang akan menolak keingiannnya Iis yang tidak ingin memakai jasa orang lain untuk merapihkan rumahnya Iis


" Tenang yah bunda, Marsya ikut saja apa kata bunda, jika ayah dan bunda Iis tetep tidak ingin pakai jasa orang lain, yah sudah Marsya sepenuhnya tinggal dirumah bunda, ya sudah jangan kesel seperti ini yah bunda" Ucap Marsya langsung peluk Lusi, Marsya bener bener bahagia sekali karena Lusi begitu pedulinya dengan kondisinya Marsya dan bener bener menjaga Marsya supaya tidak kecapean


" Maafin mamah sayang, yang tidak bisa tegas ke bunda dan ayah, karena kan ini rumah bunda kan, jadi ikut saja apa kata pemilik rumah" Lanjut Anisa yang mengalah, karena sadar diri jika Anisa numpang tinggal dirumahnya Iis


" Tapi saat ada Marsya wajib pakai jasa ART, saya yakin Rangga akan ada diposisi kita karena ini demi kepentingan Marsya juga, jika Rangga ingin memiliki cucu pertama yah harus nurut apa kata kita" Lanjut Lusi yang akan berjuang, dirumahnya Iis ada yang beberes, masak, dan sebagainya, supaya Marsya tidak bantuin sama sekali, supaya Marsya tidak terlalu kelelahan selama ada dirumah.

__ADS_1


Anisa yang mendengar keingiannya Lusi untuk berjuang ada ART dirumanya Iis, merasa cemburu dan iri karena Lusi berani melawan keingiannya Iis, yang tidak ingin pakai jasa orang lain sama sekali


Dilain sisi, Iis melihat Rangga, Nando,  dan Satria sapu halaman belakang rumahnya, membuat Iis langsung membuatkan minuman untuk Rangga, Nando, dan Satria yang lagi sapu bareng halaman belakang rumah


" Ayah, Nando, dan Satria, hayo minum dulu, kalian pasti cape sekali kan beberes halaman belakang rumah yang luas seperti itu" Ucap Iiis yang langsung taro minuman yang sudah dibuatkannya, langsung disimpan diatas meja


" Kebetulan sekali sayang, aku sudah mulai haus sekali sayang" Ucap Rangga langsung minum minuman penyegar, setelah sapu halaman belakang rumah, dari tadi Rangga tidak minum sama sekali


" Sudah pada masuk yuk sudah pada kelelahan seperti itu" Lanjut Iis tidak tega, melihat ketiga cowok tampan harus sapu cape cape halaman belakang dari tadi


" Rajinnya kalian bertiga, yah sudah lah silahkan lanjutkan sapunya dan saya kedalam dulu kalo begitu" Lanjut Iis yang berhasil mendapakan pujian dari Rangga, Anisa lebih memilih didalam kamar bersama Marsya dari pada beberes rumah lagi


Dilain sisi, Boby setelah dari ruangannnya Rudi selama dua jam, langsung ke ruangannya Natalia seolah olah Boby baru datang dan ingin sekali ketemu dengan Natalia

__ADS_1


" Sayang, maaf yah aku terlambat kesininya sayang" Ucap Boby yang berusaha santai, karena Boby merasa lelah sekali karena dari pagi sampai siang kerjain banyak kerjaan dan dikerjakan diruangannya Rudi


" Tidak masalah sayang, apa sudah makan sayang?" Tanya Natalia bahagia sekali, karena akhirnya ketemu dengan Boby lagi


" Belum sayang, makan yuk sayang aku sudah lapar sekali sayang" Lanjut Boby melihat mejanya Natalia bersih tanpa ada berkas apapun diatas meja, cuman bisa diam saja karena semua pekerjaannya Natalia dikerjakan oleh Bowo dan Boby selama dua jam


" Hayo sayang" Lanjut Natalia langsung keluar dari meja kerjanya dan gandeng tangannya Boby untuk keluar dari ruangannya untuk makan siang bersama Boby diluar kantor


Dilain sisi, Lusi sebelum pulang minta Rangga untuk pakai jasa orang lain untuk merapihkan rumahnya, apa lagi setiap tiga hari sekali, Marsya akan tinggal dirumahnya, supaya Marsya dan Satria tidak cape merapihkan rumah, apa lagi Marsya lagi program punya anak, yang harus dijaga baik baik.


" Rangga, saya minta tolong ke kamu, untuk pakai jasa orang lain untuk beberes, masak, cuci baju, dan setrika baju. saya tidak ingin Marsya bantuin merapihkan rumah karena kan tahu Marsya lagi program hamil, jangan sampai Marsya kelelahan karena terlalu banyak cape dikantor dan harus cape juga dirumah, apa kamu mau program punya anak, yang dijalankan Marsya gagal?" Tanya Lusi menatap Rangga,yang setuju merapihkan rumah bersama Iis dan Anisa saja


" Jangan lebay deh Lusi, lagian yang merapihkan rumah juga, cuman saya, ayah, dan Anisa saja kok. jika Marsya tidak mau bantu karena program hamil yah silahkan saja, tidak saya paksa juga, siapa sih orang tua yang ingin anaknya tidak bisa memberikan keturunan apa lagi cuman karena kelelahan. lagian masih ada Natalia dan Satria yang bantu, beberes rumah seperti ini sebagai wujud kebersamaan dan kekompakan tahu, kalo Marsya mau bersantai didalam kamar juga boleh saja kok, jangan lebay seolah olah saya menginginkan Marsya tidak punya anak, jangan seperti itu Lusi" Protes Iis kesel, karena Lusi bisa berfkir apa yang Iis inginkan,supaya Marsya kelelahan dan tidak rela jika Marsya maupun Anisa tidak melakukan apapun selama ada dirumahnya

__ADS_1


" Saya setuju dengan keinginannya Lusi, saya tidak peduli dianggap lebay dan berfikiran negatif, karena tidak mungkin Marsya tidak bantuin kalian beberes dan melihat kalian kelelahan sementara Marsya diam saja didalam kamar, jika kalian tidak setuju dengan idenya Lusi maka saya menolak Marsya dan Satria tinggal disini selama tiga hari sekali, demi menjaga Marsya tidak merasa kelelahan berlebihan" Tegas Nando, dari awal Nando tidak suka Marsya tinggal dirumahnya Rangga, karena dibuat kelelahan apa lagi Marsya mau program punya anak, Nando tentunya akan melindungi Marsya semaksimal mungkin


" Marsya terserah kalian, apa yang dibilang ayah Nando bener, Marsya tidak mungkin diam saja melihat kalian kelelahan sedangkan Marsya ada didalam kamar sendirian" Ucap Marsya setuju pakai jasa ART, dari pada program punya anaknya sia sia hanya karena beberes rumah saja


__ADS_2