
Rangga yang mendapatkan kabar dari Rudi, jika semua barang barangnya sudah dibakar oleh Iis langsung marah besar dan langsung ke kantornya untuk ketemu dengan Iis langsung/
" Apa yang kamu kamu lakukan dengan barang barang saya?" Tanya Rangga penuh amarah ke Iis karena tega membakar semua barang barangnya terutama foto pernikahannya bersama Anisa yang sengaja Rangga pajang dimeja kerjanya
" Memangnya kenapa? hak saya dong untuk membakar sampah sampah tiidak penting untuk saya, jika marah lebih baik dirumah, tidak pantas ribut di kantor, jangan seperti orang yang tidak tahu sopan santun sama sekali" Uucap Iis berusaha tenang, menghadapi Rangga suami yang tidak tahu diri sama sekali dan tega teganya selama ini membohongi Iis selama bertahun tahun.
" Baik lah" Lanjut Rangga berusaha mengalah, Rangga kesel sekali karena Iis berani sekali membakar foto pernikahannya bersama Anisa, acara ijab kabul yang sangat Rangga rindukan dan ingin diulang kembali
Rangga ikut Iis untuk keluar dari ruangannya, Rudi berusaha diam saja dan tidak ikut campur sama sekali, karena bingung mau bela Iis karena atasannya atau bela Rangga karena sahabatnya dari masa kuliahdan sejujurnya kesel karena Iis seenaknya bakar barang barangnya Rangga.
Dilain sisi, Bobby merasa lega karena akhirnya resmi juga, keluar dari kantornya Satria dan akan menjadi rivalnya Satria.
__ADS_1
" Terimakasih atas kerja keras selama ini yah, dan selamat datang calon adik ipar. tidak menyangka yah kita bertemen dari kecil sampai sekarang, dan status kita yang dari sahabat berubah menjadi ipar. terimakasih sudah belajar mencintai Natalia sepenuh hati dan saya titip adik tiri saya yah, tolong cintai dia setulus hati dan jaga dia sebaik baiknya suami menjaga istrinya segenap jiwa dan raga kamu" Ucap Satria yang tidak menyangka, jika Bobby bener bener mau belajar mencintai Natalia.
" Sama sama Satria, Natalia aslinya baik dan periang kok, karena dia ada benci dengan Marsya dan merasa perusahaannya ayah Rangga dari kakeknya, membuat Natalia seenaknya jadinya. jika kita tidak ada masalah dengan Natalia, orangnya baik sekali dan menghargai orang lain sekali " Ucap Bobby, karena selama ini Bobby tidak ada masalah apapun dengan Natalia, jadi tahu sisi baiknya Natalia
" Mungkin saja Bobby, oh yah saya mohon jangan membuat Natalia semakin jauh dengan Marsya yah, mau bagaimana pun merrka saudara satu bapak, tidak baik saling bermusuhaan terus." Lanjut Satria berharap jika Bobby bisa bujuk Natalia, mau berdamai dengan Marsya.
" Maaf, untuk bersikap baik, itu urusan Natalia, karena selama Natalia melihat sikap ayah Rangga, terlalu pilih kasih, saya tidak bisa melarang Natalia untuk marah, karena saya menghargai perasaannya Natalia, yang harus dirubah yah ayah Rangga, jika terus dan terus pilih kasih otomatis tali persaudaraannya Natalia dan Marsya semakin putus. jadi semua tergantung dari ayah mertua saja, masih tega atau tidaknya melihat kaka dan adik tidak akur terus" Tegas Bobby yang tidak ingin paksa Natalia, menerima Marsya sebaik kaka tirinya tapi Natalia selalu sedih, melihat Rangga terlalu pilih kasihnya.
Dilain sisi, Rangga setelah sampai dirumahnya Iis, langsung marah besar karena Iis dengan teganya bakar foto pernikahannya bersama Anisa dan bakar semua foto foto bersama Marsya.
" Kamu perempuan macam apa hah, tega sekali membakar foto foto pernikahan saya dan Anisa, kamu tahu kan Anisa perempuan yang saya rindukan dan ajak Anisa nikah kembali itu impian saya, kenapa foto kenang kenangan pernikahan saya dan Anisa kamu bakar juga? kamu iri hah!?" Tanya dan bentak Rangga tidak terima jika foto foto pernikahan bersama Anisa dibakar
__ADS_1
" Dimana otak dan hati kamu Rangga? sebagai manusia dimana hati kamu? kamu sama sekali tidak hargai aku sebagai perempuan dan istri kamu juga? walaupun tidak cinta saya setidaknya hargai perasaan saya? apapun sampah yang ada di ruangan anak saya pantas dimusnahkan tanpa ada yang disisakan sama sekali, pernikahan kalian pun biaya nya dari saya dan suka suka saya jika harus dimusnahkan mengerti? kamu cuman numpang hidup disini dan kamu cuman sampah bagi saya yang nyesel saya pungut?" Tanya Iis, Iis berusaha tegar hadapi laki laki macam Rangga, yang tidak tahu diri dan tidak punya hati sama sekali.
" Ada apa ini? kenapa kalian teriak teriak dirumah? memang kalian fikir ini dihutan apa?" Tanya Natalia heran, karena kedua orang tuanya sudah bercerai saja masih berantem saja.
" Laki laki tua ini, marah semua sampah sampah dia, bunda bakar terutama foto pernikahannya dibakar sampai bentak bentak dan bicara kasar ke bunda. dia tidak ada hati sama sekali setiap bicara ke bunda" Lanjut Iis menatap sinis kearah Rangga
" Natalia, ayah tidak merestui pernikahan kamu dan Bobby, karena kalian semakin seenaknya ke ayah dan bunda kamu semakin seenaknya ke ayah seenaknya sekali bakar semua barang barang ayah. terutama foto pernikahan bersama mamah dan itu yang ayah inginkan kasih lihat ke mamah kamu supaya tidak menceraikan ayah karena kalian!" Bentak Rangga kesal ke Iis karena seenaknya ke Rangga
" Oh karena foto jadi ngamuk seperti ini, jika ingin rujuk, berjuanglah langsung ke orangnya bukan cari simpati dengan cara kampungan seperti ini, minta orang orang disekitar untuk bujuk Tante Anisa kenapa tidak yakin diterima lagi oleh Tante Anisa? malu sekali sih jadi laki laki, wajar kalo semua barang barang ayah di bakar karena tidak guna untuk saya dan bunda sama sekali? lebih baik pergi dari sini, Natalia jamin ayah tidak akan bisa merusak hari penting Natalia, andaikan Natalia tahu lahir kedunia ini punya ayah macam ayah seperti ini modelnya, Natalia tidak akan pernah mau lahir ke dunia ini jika dibuat sedih dan sakit hati terus menerus oleh ayah dengan seenaknya tanpa fikir perasaan Natalia sama sekali, Natalia tidak terima punya orang tua macam ayah yang tidak punya hati dan pikiran sama sekali!" Bentak Natalia penuh amarah, Natalia semakin benci dengan Rangga yang tidak ada niatan merubah diri untuk bisa hargai Iis dan Natalia sebagaai keluarganya.
" Kamu denger ucapan Natalia, jika dia tahu punya ayah model seperti kamu dia tidak akan mau dilahirkan ke dunia ini, begitu juga dengan saya andaikan dari awal saya tahu di manfaatkan oleh kamu, cuman untuk dimanfaatkan hartanya saja tentu saya tidak akan terima ajakan kamu untuk menikah mengerti, jadi keluar lah dari sini sampah karena kamu tidak pantas terlalu lama ada disini" Bentak Iis kesel dengan Rangga, semakin keterlaluan dengan Iis dan Natalia
__ADS_1
Rangga mengepalkan tangannya setelah mendengar ucapannya Iis dan Natalia, merasa kesal sekali dan berasa direndahkan sekali walaupun ucapannya bener jika Iis tahu di manfaatin oleh Rangga tentu akan menolak ajakan menikah, Rangga langsung keluar dari rumahnya Iis dengan penuh amarah setelah mendengar ucapan Iis dan Natalia barusan