
Anisa kaget sekali saat mendengar keinginannya Iis, jika Iis mau ajak Anisa duduk dipelaminan bersama Iis dan Rangga saat pernikahannya Natalia dan Bobby nanti.
" Anisa, sekarang kamu dan Rangga cobain baju kebaya untuk ikut hadir di pernikahannya Nalia dan Bobby yuk, karena acaranya sebentar lagi kan" Ucap Iis berusaha santai dan sudah malas sekali emosi, karena sekeras apapun melarang Rangga untuk ajak Anisa, tetep saja Rangga akan cari cara untuk deket dengan Anisa lagi
" Kamu yakin Is? kenapa kamu mau saya dan Rangga datang? bukannya orang tua kandungnya Natalia itu kamu dan Rangga kan?kenapa saya harus ikut?" Tanya Anisa merasa heran, karena tiba tiba tiba Iis ajak Anisa.
" Karena permintaannya Rangga, dia datang ke rumah bilang mau kasih restu untuk pernikahannya Natalia dan Bobby, dan dia minta saat Rangga duduk diatas pelaminan ada saya dan kamu sebagai syarat dia alasannya karena kita belum resmi bercerai dari dia, karena Natalia saya mengijinkan keinginannya Rangga, walaupun saya mengerti maksudnya Rangga, mau ada kamu diatas pelaminan tidak mau cuman saya saja yang bersama dia, kalo bukan karena kebahagiaan Natalia tentu sudah saya tolak keinginannya,segitu besarnya cinta Rangga ke kamu Anisa, sampai menghalalkan segala cara untuk bisa deket dengan kamu dan modus ke kamu tentunya, saya bener bener sakit hati dengan cara Rangga ke Saya dan terlalu mengistimewakan kamu,andaikan dari awal saya cuman dimanfaatin tentunya saya tidak mau seperti ini rumah tangga saya" Tegas Iis terus terang, Iis bener bener benci dengan Rangga, karena memanfaatkan pernikahan anaknya demi bisa deket dengan Anisa tanpa memikirkan perasaan Iis sama sekali
__ADS_1
" Maafkan saya Is, saya juga tidak mau terjebak dalam situasi seperti ini, saya juga sama seperti kamu Is, yang tidak tahu dan tidak menyangka jika Rangga bisa sejahat itu ke kamu Is, dan saya bukan perempuan yang egois, saya juga memilih pisah dengan Rangga karena tidak tega melihat kamu dan Natalia menderita cuman karena kehadiran saya dan Marsya saja, saya juga tidak ingin bahagia tapi membiarkan kamu dan Natalia sedih,sakit hati, dan kecewa dengan sikapnya Rangga yang semakin keterlaluan,baik lah Is saya hadir dalam pernikahannya Natalia, saya tidak ingin membuat Natalia sedih dan malu karena Rangga kesel karena saya tidak hadir, saya tidak ingin merusak kebahagian anak kamu dihari bahagianya" Lanjut Anisa, Anisa janji hadir karena tidak ingin membuat Natalia sedih cuman karena Rangga kesel, cuman karena Anisa tidak hadir dan tidak mau duduk diatas pelaminan
" Bagus, saya harap masalah ini cepet selesai, saya bener bener sudah benci dengan Rangga semakin seenaknya, yah sudah kalian beli kebaya yang sama seperti saya,saya tidak mau ikut dari pada saya kecewa dan sedih melihat Rangga berusaha modus ke kamu selama jalan sedangkan saya dicuekin dari pada merasa terhina dan sedih, lebih baik kalian saja yang pergi berdua" Lanjut Iis yang sadar diri dan tidak paksakan diri untuk ikut, dari pada menderita sendiri
" Yah sudah jika kamu memang tidak mau ikut, saya janji tidak akan terbujuk dengan Rayuannya Rangga, selama belanja berdua karena saya tidak ingin dianggap perempuan tega" Lanjut Anisa, Anisa janji jika Anisa tidak akan terbujuk dengan ucapannya Rangga yang pastinya mau modus terus selama belanja berdua
" Ya saya mencoba percaya dengan kamu Anisa" Lanjut Iis sudah pasrah, apapunn yang terjadi sudah tidak ingin marah marah lagi dengan Rangga, karena tidak membuat Iis bahagia jika emosi terus ke Rangga
__ADS_1
" Kamu kesini lagi? Marsya mana? Anisa juga tidak kamu ajak lagi kesini dan kamu bawa apa Satria kesini?" Tanya Rangga, Rangga mempersilahkan Satria untuk masuk kedalam unit apatermennya
" Marsya ada di panti asuhan bersama Bunda, ayah Nando,dan mamah. Satria kesini untuk bawain ayah makanan karena Satria baru inget jika disini persediaan makanan sudah habis" Ucap Satria bohong, Satria tidak mungkin bilang jika tahu Rangga kehabisan makanan dan baru pulang dari rumahnya Iis
" Inget juga kamu ternyata dengan mertua kamu yah, oh yah tadi ayah sudah ke rumahnya Natalia dan bilang jika ayah akan hadir di pernikahannya Natalia dan Bobby,mau duduk manis diatas pelaminan karena ayah belum resmi bercerai dengan Iis dan Anisa, membuat ayah ingin duduk diatas pelaminan bersama kedua istri ayah" Lanjut Rangga, Rangga tidak akan kasih tahu alasan yang sebenernya ke Satria, supaya tidak membuat menantu dan anaknya ancam Rangga lagi, cuman karena ajak Anisa.
" Dasar modus, acaranya siapa eh ajak ajak mamah segala, tega sekali sih ayah ini yah, tapi apa bunda setuju diatas pelaminan ayah duduk bersama mamah juga? apa bunda tidak tersinggung?" Tanya Satria penasaran dan tidak percaya jika Rangga masih saja ada alasan deket dengan Anisa, padahal sudah proses bercerai
__ADS_1
" Iyah setuju lah, dari pada ayah tidak datang, karena ayah sungguh sungguh mencintai mamah, tentunya akan cari cara untuk bisa deketin mamah lagi, sudah lah Satria tidak usah protes karena mamah datang saat pernikahannya Natalia nanti,yang terpenting ayah datang saat ijab kabul dan menyambut tamu undangan kan oh yah setelah acara Natalia,ayah harap jangan paksa paksa ayah lagi untuk bersikap manis ke Iis dan Natalia, karena yang ayah sayangi dan pedulikan Mamah, Marsya, kamu, dan cucu ayah.tidak ada yang lain dan jangan paksa ayah apapun alasannya oke" Lanjut Rangga, Rangga langsung ambil paparbage yang dipegang oleh Satria.
" Dasar tidak tahu diri sama sekali, terserah ayah saja lah, yang terpenting disaat Natalia dan Bobby nikah, ada ayah, bunda, dan mamah. acara berjalan dengan lancar dan tidak membuat masalah sama sekali" Lanjut Satria pasrah, yang terpenting acara pernikahannya Boby tidak berantakan dan tidak membuat Bobby malu dan semakin marah dengan mertuanya