KEMARIN BUNDA ADA DISINI 2

KEMARIN BUNDA ADA DISINI 2
Mau apa


__ADS_3

Rangga yang kesal dengan Marsya akhirnya pergi ke rumahnya Nando dan Lusi untuk ketemu dengan Anisa, dan berjuang untuk bujuk Anisa untuk membatalkan perceraiannya, disaat  Rangga tiba dirumahnya Lusi melihat ada Iis dirumahnya Lusi.


" Mau apa lagi kamu kesini? mau bujuk Anisa untuk kembali?" Tanya Iis menatap Rangga dengan sinisnya


" Iyah, karena saya bener bener tulus mencintai Anisa, perempuan yang selama ini saya rindukan, ingin bersama dengan Anisa tapi justru kamu hancurkan rumah tangga saya dengan Anisa, cuman karena saya tidak mau lagi menjadi suami kamu, karena sudah cukup lama saya terpaksa menjadi suami kamu, semakin lama semakin tersiksa diri saya yang pura pura bahagia bersama kamu, karena dikehidpan saya sudah ada Anisa maka, saya cuman ingin Anisa menjadi istri saya satu satunya" Ucap Rangga dengan teganya, tidak menghargai Iis sama sekali


" Maaf, mau sampai kapan pun, saya tidak akan mau menjadi istri kamu lagi, sudah cukup saya menjadi alasan sedih dan sakit hatinya perasaan perempuan lain, saya rela jadi janda diusia saya sudah senja, dari pada bahagia tapi melihat Iis dan Natalia sedih, mana tega saya" Ucap Anisa menolak untuk diajak rujuk oleh Rangga


" Is, jika kamu ingin saya hadir dalam pernikahannya Bobby dan Natalia, saat ijab kabul dan diresepsi pernikahan mereka, ada syarat yang harus kamu lakukan, supaya anak kamu tidak malu jika saya tidak hadir" Lanjut Rangga, Rangga tidak akan menyerah untuk mendapatkan hatinya Anisa lagi


" Saya tahu apa syarat yang kamu mau, saya tidak akan melakukannya karena kamu tidak pantas mendapatkan apa yang kamu inginkan,jadi laki laki kok semakin egois dan tidak tahu malu sih, lebih baik saya sendirian diatas pelaminan dari pada didampingin kamu tapi penuh kepalsuan mana enak" Tegas Iis menolak keinginanannya Rangga, Iis tidak ingin dimanfaatin oleh Rangga lagi, sudah cukup dimanfaatin selama setahun dan tidak ingin merasakan sakit hati karena sering dimanfaatin oleh Rangga


" Sudah jelas kan, tanpa saya menjawab tapi sudah dijawab oleh Iis barusan, semuanya sudah terlambat Rangga, Iis dan Lusi masuk kedalam rumah yuk, kita ngobrol bertiga didalam saja" Lanjut Anisa, Anisa tidak mau egois kembali demi Rangga

__ADS_1


Lusi dan Iis setuju untuk masuk kedalam rumah dan meninggalkan Rangga dengan perasaan keselnya


Dilain sisi, Satria menggantikan pekerjaannya Marsya, membuat Marsya duduk manis disofa


" Sabar yah sayang, jangan kesel yah dengan papi, yang selalu tidak mau melihat mami kerja sama sekali" Protes Marsya kesel karena tidak boleh kerja, setiap kali Satria masuk kedalam ruangannya dan semua pekerjaannya langsung di handel oleh Satria, tidak membiarkan Marsya merasa lelah


" Aku tidak akan tersinggung sayang, karena apa yang aku lakukan demi mami dan anak kita sayang" Ucap Satria berusaha tenangdan sudah terbiasa mendengar protesnya Marsya setiap kali dilarang kerja demi Marsya tidak merasa kelelahan sama sekali


" Menyebalkan sekali sih" Protes Marsya kesel, karena Satria tidak bisa dibujuk sama sekali


Dilain sisi, Nando melihat Rangga masuk kedalam panti asuhan, dengan lemesnya seperti tidak ada tenaga sama sekali


" Kamu kenapa Rangga? sepertinya tidak semangat sekali?" Tanya Nando basa basi, Nando sudah tahu masalah yang lagi dihadapi oleh Rangga sekarang

__ADS_1


" Saya kesel sekali, karena Iis selalu komporin Anisa untuk bercerai dengan saya, padahal saya ingin sekali mempertahankan pernikahan saya bersama Anisa tapi diganggu terus oleh Iis" Protes Rangga kesel, karena keinginannya gagal total


" Saya rasa Anisa wajar menolak ajakan kamu, disaat Anisa baru datang dan Iis memberikan ijin kamu untuk poligami dengan syarat bisa adil, eh kamu abaikan keinginannya Iis sama sekali tidak kamu hargai, dengan seenaknya selama setahun kamu pilih kasih, kamu dengan mudah marah dengan Iis dan Natalia padahal hal sepele saja bisa marah, membuat Iis semarah marah dan curiga dengan sikap kamu seperti itu, Anisa yang merasakan sikap kamu beda antara ke Iis dan Anisa membuatnya curiga, apa lagi dengan kejujuran yang Iis sampaikan otomatis membuat Anisa merasa bersalah menerima ajakan menikah kembali, apa lagi ajakan menikah karena keinginan Marsya yang ingin melihat orang tuanya bersatu kembali, ternyata tidak membuat bahagia sama sekali, otomatis membuat Marsya dan Anisa merasa bersalah dan Anisa mau ikut ikutan tinggalin kamu karena merasa bersalah dan tidak ingin dianggap perempuan tega oleh orang lain" Lanjut Nando yang sudah tahu ada apa sebenernya dengan rumah tangganya Rangga.


" Sekarang saya harus apa? masa harus menyerah kehilangan Anisa sama sekali? dan kehilangan anak yang saya rindukan sih, anak yang saya cuman berani lihat dari jarak jauh saja. hayo lah Nando tolong bantu saya?" Tanya Rangga berusaha bujuk Nando supaya mau bujuk Marsya meluluhkan hatinya Anisa untuk bisa bersama kembali


" Maaf tidak bisa, itu urusan pribadi kamu, suruh siapa seenaknya dan sekarang terima dengan ikhlas kehilangan keduanya sekaligus, berani sakitin mereka yah harus berani terima akibatnya dong, jika kamu mau ada aktivitas yah silahkan saja datang kesini, saya terima saja jika kamu masih peduli dengan anak panti tapi jangan harap saya dan istri saya mau bantu kamu yah" Lanjut Nando, Nando langsung keluar dari ruangan dan lihat lihat anak anak pantinya


" Sial, bahkan Nando tidak mau bantu sama sekali, Iis bener bener perempuan penghancur kebahagiaan saya bersama Anisa, Marsya, dan Satria saja" Protes Rangga kesel, karena Nando menolak untuk bantuin Rangga.


Dilain sisi, Marsya ajak makan siang bersama Natalia dan Bobby, untuk mau makan siang didepan kantornya bersama Satria


" Tadi ayah ke kantor, dan minta saya untuk bujuk mamah supaya kembali bersama ayah." Ucap Marsya terus terang, tidak ingin menutupi apa yang dilakukan oleh Rangga didepannya Natalia

__ADS_1


" Tuh orang bener bener tidak tahu diri sekali, kalo tidak mencintai yah bisa jaga ucapan dan sikapnya bukan sebaliknya kan. bunda dilupakan begitu saja tidak ada yang diingat sama sekali, bahkan tidak diperjuangkan sama sekali, ayah fikir bunda perempuan apaan, yang seenaknya dimanfaatin dan seenak diabaikan seperti sekarang, jahat sekali jadi laki laki parah, awas saja kalian dan tante Anisa jika suatu saat rujuk bersama ayah, saya sendiri yang akan hancurkan rumah tangga ayah dan tante Anisa!" Ancam Natalia tidak akan tinggal diam, melihat ayah nya akur bersama Anisa tapi bunda nya tidak diajak rukun juga.


" Kamu tenang saja, saya tidak akan setega itu kok, saya dan mamah akan terus menolak kehadiran ayah, yang semakin keterlaluan egois nya, melupakan begitu saja istri pertama dan mengabaikan anaknya juga." Lanjut Marsya yang yakin tidak ingin lagi melihat Anisa dan Rangga rukun dan tinggal bersama dengan ikatan pernikahan lagi demi menghargai perasaannya Iis dan Natalia


__ADS_2