KEMARIN BUNDA ADA DISINI 2

KEMARIN BUNDA ADA DISINI 2
Mamah rindu


__ADS_3

Marsya, Satria, dan Natalia. Setelah keliling kebun binatang memutuskan untuk gabung bersama orang tuanya, yang sudah sampai duluan.


“ Sudah sore pulang yuk anak anak” Ucap Lusi yang sudah puas jalan jalan bersama Nando


“ Hayo bunda, Marsya juga sudah lelah dan seru keliling kebun binatang nya” Ucap Marsya berusaha santai dan tidak menunjukan rasa keselnya sama sekali, karena ucapan dan tingkahnya Natalia tadi


“ Sayang, apa kalian mau nginep di rumah ayah? Mamah rindu sekali dengan kalian sayang?” Tanya Anisa berharap Marsya dan Satria mau nginep di rumahnya Rangga


“ Apa nginep? Yang bener saja sih, tadi habis ada perang ini disini nginep astaga mamah” Batin Satria bingung mau jawab seperti apa, mengiyakan keinginannya Anisa pasti Marsya sedih lagi tapi menolak mau bagaimana pun Anisa dan Rangga orang tua kandungnya Marsya


“ Kalian dari awal menikah sampai sekarang belum pernah tinggal di rumah sama sekali loh, sekali kali lah nginep dirumah juga, ayah, mamah, dan bunda. Ingin sekali menghabiskan waktu bersama kalian juga” Ucap Rangga sedih, karena Marsya dari awal ketemu dengan Rangga tidak pernah sekalipun tinggal di rumahnya


“ Apa karena ada bunda dan Natalia membuat kalian malas tinggal dirumah bunda?” Tanya Iis terus terang, walaupun Iis juga senang Marsya tidak pernah datang ke rumahnya untuk nginep


“ Bunda kok bicara seperti itu sih?” Tanya Marsya tidak menyangka jika ibu tirinya berfikir negative tentang Marsya


“ Habisnya dari awal ketemu ayah tidak pernah mau tinggal dirumah walaupun beberapa hari juga? Kenapa tidak betah tinggal dirumah mewah bunda juga? Mamah kamu saja betah kok, masa kamu tidak betah?” Tanya Iis senyum sinis melihat Marsya

__ADS_1


“ Astaga Iis, kenapa bicara negative seperti itu ke Marsya sih? Dia bukan anak yang seeperti itu kok?” Tanya Lusi tidak menyangka jika Iis bisa bicara seenaknya tentang Marsya


“ Hayo ka Marsya buktiin dong jika ucapan bunda tidak benar, dengan ka Marsya dan Satria nginep di rumah juga walaupun cuman seminggu saja, jika tidak bearti kaka memang tidak suka dengan adanya kita dirumah ayah?” Tanya Natalia sengaja memanasi suasana


“ Natalia kenapa bicara seperti itu sih?” Tanya Rangga kesel, karena Iis dan Natalia seperti kerjasama untuk menyudutkan Marsya


“ Sayang, ayah tidak mempermasalahkan kok jika kalian kadang kadang mau nginep di rumah orang tuanya Satria maupun di rumah ayah, mamah, dan bunda. Kalian jangan mau membuat orang lain berfikir negative tentang kalian, yang dianggap seperti itu” Ucap Nando jadi sedih, karena cuman karena Marsya dan Satria tidak pernah nginep di rumahnya Rangga jadi masalah


“ Astaga bunda, jangan bicara seperti itu Marsya mohon, Marsya tidak mau nginep di rumah kalian bukan karena itu, soalnya jarak rumah ayah Nando lebih deket ke kantor, dari pada rumah ayah Rangga. Maafin Marsya yang tidak pernah nginep dirumah kalian membuat bunda berpikir seperti itu, Marsya seneng kok di rumah ayah ada bunda yang bisa akrab bersama mamah, jadi jangan bicara seperti itu” Ucap Marsya sedih sekali, karena Iis bisa mengira Marsya tidak ingin nginep karena adanya Iis dan Natalia di rumahnya Rangga


“ Astaga kenapa jadi seperti ini, maafin saya jika saya rindu dengan Marsya membuat kalian jadi salah faham seperti ini” Lanjut Anisa sedih, tidak menyangka Iis bisa berfikir negative seperti itu dan membuat semua keluarganya jadi salah faham


“ Yah baik baik, Satria akan ajak Marsya untuk nginep di rumah ayah Rangga, maafin Satria yang tidak pernah inisiatif untuk nginep dsini, akhirnya jadi salah faham seperti ini, membuat kalian jadi sedih” Lanjut Satria jadi merasa bersalah, karena dari awal tidak pernah ajak Marsya nginep sama sekali, walaupun cuman seminggu dalam sebulan


“ Kok jadi merasa bersalah sih Satria, memang dasarnya saja ka Marsya tidak bisa menerima kehadiran saya dan bunda kan di rumah tangganya ayah dan tante Anisa? Apa ka Marsya mau usir kita dari rumah kita sendiri, supaya kaka bisa bebas bagi waktu tinggal dirumahnya om Nando dan ayah? “ Tanya Natalia senyum sinis melihat Marsya, jadi dipojokin seperti ini oleh orang tuanya


“ Bicara apa kamu Natalia, yah sudah sekarang kita pulang dan bahas ini dirumah saja” Lanjut Rangga semakin kesel, karena Natalia semakin memanasi suasana yang serba salah dan membuat Nando dan Lusi merasa bersalah tidak pernah tanya soal tinggal dirumahnya Rangga dan Anisa, sedangkan Anisa baru merasa rindu setelah beberapa bulan Marsya menikah dan tetep tinggal dirumahnya.

__ADS_1


" Yuk semuanya pulang lagian cuacanya sudah mendung" Lanjut Nando merasa tidak tega melihat Marsya disalahkan, cuman karena tidak pernah nginep dirumahnya Rangga, dulu Nando selalu berusaha tidak membuat Marsya sedih apapun alasannya, selalu berusaha membuat Marsya bahagia


 " Yuk rapihkan bekas makan kita tadi" Lanjut Lusi langsung merapihkan bekas makan Nando, Marsya, dan Satria tadi


" Bunda, kita kerjain tante Anisa yuk" Bisik Natalia sambil melihat Anisa yang bantuin Lusi bersihin bekas makan tadi


" Caranya?" Tanya Iis penasaran karena Natalia ada saja ide untuk kerjain Marsya dan Anisa


" Pas dirumah Natalia kasih tahu, biar tante Anisa tidak betah di rumah kita" Lanjut Natalia dengan senyum sinis melihat Anisa


" Kalian kenapa ngobrolnya Bisik bisik sih?" Tanya Rangga kesal melihat Natalia dan Iis ngobrol berdua saja


" Urusan perempuan sayang, Natalia mau ke salon katanya, sudah lama tidak perawatan kulit wajah dan badan mau di lulur sayang" Lanjut Iis bohong, tidak mungkin terus terang ke Rangga


" Oh cuman ke salon saja, maaf yah sayang aku sudah berfikir negatif sayang" Lanjut Rangga menyesal karrna sudah takut jika Iis dan Natalia sakitin Anisa


" Tidak masalah sayang, ayah kurangin lah terlalu bucin dengan cinta pertama ayah, membuat ayah selalu berfikir negatif ke aku karrna aku bukan cinta pertama ayah, jadi ayah bisa seenaknya, ingat sayang jangan pilih kasih sayang, pernikahan poligami harus bisa adil sayang, jangan selalu berfikir negatif ke aku terus sayang, hargai aku dengan berfikir positive juga sayang".Bujuk Iis sengaja gandeng tangannya Rangga, disaat bersamaan Anisa melihat Iis berusaha manja manjaan dengan Rangga

__ADS_1


" Iyah sayang, maafin aku jika bunda merasa aku tidak adil sayang, aku akan berusaha tidak berfikir negatif ke bunda dan Natalia juga".Lanjut Rangga berusaha untuk percaya jika Iis tidak merencanakan isengin Anisa


Iis bahagia saat Rangga janji tidak pilih kasih dengan tidak berfikir negatif ke Iis dan Natalia lagi


__ADS_2