
Natalia yang melihat Boby duduk dikursi ruang tamu merasa bahagia sekali, karena masih pagi sudah didatangi oleh Boby walaupun Boby tidak kasih kabar tapi Natalia bahagia melihatnya
" Pagi sayang, kenapa tidak bilang mau kesini sayang? kenapa kamu pakai baju kerja?" Tanya Natalia senyum manis melihat Boby, terlihat tampan pakai baju kerja, walaupun bingung maksud kedatangannya Boby ke rumanya
" Pagi juga sayang, aku mau jemput kamu untuk berangkat bareng ke kantor sayang, aku anterin kamu ke kantor pagi ini mau kan?" Tanya Boby sambil pegang tangannya Natalia dengan romantis, pakai dicium segala telapan tangannya Natalia
" Bagus juga tuh Natalia mau tidak? kapan lagi ke kantor ditemani pacar sendiri" Tanya Rangga senang, karena Boby mau ajak Natalia ke kantor, semoga ini langkah awal Natalia mau semangat kerja
" Yah baik lah sayang, aku mau ikut ke kantor, tunggu sebentar yah aku mau ganti baju dulu" Lanjut Natalia pasrah, tidak tega menolak ajakan Boby karena sudah jauh jauh ke rumah, masa tidak jadi ke kantor pagi ini, Natalia langsung jalan masuk kedalam kamarnya
" Boby terimakasih yah, pagi pagi mau kesini untuk menjemput Natalia ke kantor, semoga dengan adanya kamu membuat Natalia mau kerja dan mau menjadi pemimpin dikantornya om" Ucap Rangga berharap Natalia mau berubah dan pelan pelan mau kerja, karena Rangga juga ingin melihat Natalia menjadi pemimpin perusahaan, bukan cuman Marsya saja yang bisa kerja
" Insya allah om, saya pelan pelan bantuin Natalia untuk mau kerja om, karena mau bagaimana pun Natalia pewaris tunggal perusahaan om dari kakeknya, jadi Natalia harus bisa kerja secara profesional" Lanjut Boby yang akan berusaha maksimal mungkin untuk bantuin Natalia mau kerja, karena Boby sudah janji dengan Satria untuk total bantuin Natalia
Rangga berharap Boby berhasil bujuk Natalia mau kerja dan bantuin Natalia untuk mempelajari apa saja yang akan dikerjakan Natalia nanti
Dilain sisi, Iis diam diam minta Anisa untuk bawain minuman untuk Boby, Iiis pura pura mau cuci baju dan tidak sempet bawain minum untuk Boby
" Anisa, tolong ambilin minum untuk Boby yah, saya mau cuci baju soalnya tanggung lagi saya kerjai" Ucap Iis yang ingin kerjain Anisa, apa lagi Anisa pakai daster
" Yah sudah saya kedepan" Uucap Anisa yang tidak berfikir negatif, Anisa langsung simpan sapu yang lagi dipegangnya dan ambilin minum untuk Bobydan langsung jalan ke dapur
__ADS_1
" Anisa memang pantas bawain minuman untuk tamu spesialnya Natalia, dan baju Anisa cocok sekali menjadi ART tidak pantas menjadi majikan seperti saya" Batin Iis, Iis senyum sinis melihat Anisa yang percaya saja dengan ucapan Iis, Iis melanjutkan cuci baju karena ada Rangga, membuat Iis mau cuci baju
Dilain sisi, Lusi bahagia sekali melihat hasil pemeriksaan Marsya dan Satria yang sama sama sehat, dan siap menjalankan program punya anak
" Alhamdulillah sekali, kondisi kesehatan ibu Marsya dan pak Satria sama sama sehat, mereka bisa menjalankan program punya anak pertama" Ucap Dokter kandungan yang baru selesai baca hasil ronsennya Satria dan Marsya
" Alhamdulillah dokter saya bahagia sekali anak dan menantu saya sehat dokter, apa saja yang harus dilakukan mereka supaya program punya anak ini berjalan dengan lancar?" Tanya Lusi bahagia mendengar hasil ronsen Marsya kalo Marsya sehat dan bisa menjalankan program punya anak
" Yang harus dilakukan terutama untuk ibu Marsya yaitu, Rutin ajak suami panjat pinang, menjaga berat badan ideal, Hindari stres, hindari terlalu lelah dalam bekerja, hidup sehat dengan banyak olahraga, makanan sehat untuk membantu kesuburan seperti ikan. Hal ini karena ikan mengandung zat yang baik dan dapat mengoptimalkan kinerja reproduksi, yaitu omega-3. contoh ikan yang mengandung omega-3 adalah salmon, tuna, sarden, dan ikan lele. Meski memiliki manfaat baik, tetap perlu membatasi konsumsi ikan agar terhindar dari hal yang tak diinginkan." Lanjut Dokter kandungan sambil menuliskan vitamin untuk Marsya dan Satria minum
" Insya allah dokter,saya akan ikutin apapun saran dokter demi kita bisa memiliki anak pertama" Ucap Satria, Satria tidak akan membiarkan Marsya stres karena memikirkan hal hal yang tidak penting yang mengganggu program hamil dan tidak akan membiarkan Marsya terlalu cape dalam bekerja
" Baik dokter,saya akan ikutin apapun saran dokter" Ucap Marsya pasrah, karena Marsya tidak boleh pegang perusahaannya Rangga sama sekali, apa lagi selama program punya anak, Marsya juga tidak ingin gagal cuman karena Marsya mau bantuin Rangga untuk pegang perusahaannya.
" Sayang, cantik sekali pakai baju formal itu" Puji Boby yang terpesona melihat Natalia pakai baju kerjanya
" Terimakasih yah sayang atas pujiannya" Ucap Natalia tersipu malu dipuji oleh Boby didepan orang tuanya
" Setelah pulang kerja, kamu ke rumah yah Boby, kita bahas acara lamaran kamu dan rencana keluarga kamu ke rumah om" Ucap Rangga yang ingin membahas lamaran dan pernikahannya Natalia dan Boby
" Siap calon ayah mertua, nanti Boby pasti kesini kok anterin Natalia pulang" Ucap Boby jadi gugup karena Boby beneran akan menikah dengan Natalia
__ADS_1
" Kalian memang cocok sih menikah, sama sama cakep dan sama sama tajir lagi, tante tidak menolak kamu jadi menantu tante, karena memang status sosial yang sama memang cocok untuk bersatu" Ucap Iis yang tahu kesuksesannya Boby memuat Iis tidak menolak niat baiknya Boby ajak Natalia untuk menikah
" Bunda,tante Anisa bikin malu sekali sih, ada tamu tapi pakai daster seperti itu" Bisik Natalia ke Iis, yang tidak suka kehadiran Anisa
" Biarin saja,memang bunda sengaja,mempermalukan tante Anisa didepan Boby" Bisik Iis yang sengaja mempermalukan Anisa, karena Anisa tidak pantas pakai baju bagus selama ada dirumah
" Ngapain sih mereka bisik bisik seperti itu, bikin penasaran saja" Batin Rangga melihat Natalia dan Iis bicara berduaan saja
" Yah sudah semuanya kita pamit dan mau ke kantor dulu" Lanjut Boby langsung mencium tanggannya Rangga, Iis, dan Anisa
Natalia ikutin mencium tangannya Rangga dan Iis sebelum pergi, Natalia tidak pernah mencium tangannya Anisa sama sekali, karena Natalia tidak suka dengan Anisa yang ada dirumahnya, Natalia gandeng tangannya Boby untuk pergi dari rumahnya dan jalan ke kantornya Rangga.
Dilain sisi, Lusi ajak Marsya, Satria, dan Nando untuk ke pasar beli ikan yang disarankan oleh dokter kandungan, Lusi bersyukur sekali karena Marsya dari kecil tidak sulit makan membuat Lusi bisa dengan santai beli ikan yang harus dimakan oleh Marsya.
" Kita akan beli ikan salmon, tuna, sarden, dan ikan lele. selain ikan, kita juga akan beli sayuran hijau, seperti bayam, kangkung dan brokoli, dan juga beli buah buahan sebagai makanan pelengkap seperti alpukat dan jeruk yah" Ucap Lusi yang akan beli semua makanan yang disarankan oleh dokter untuk Marsya konsumsi
" Alhamdulillah Marsya dari kecil sampai dewasa, tidak pernah susah makan dan semuanya di makan oleh Marsya, jadi sekarang kita belanja banyak tidak akan kesulitan karena tidak ada yang ditolak oleh Marsya untuk dikonsumsi demi kelancaran program hamilnya yah nak" Ucap Nando, Nando bersyukur sekali, karena Marsya dari kecil tidak pernah memilih makanan apapun, membuat Nando lega belanja makanan sekarang, tidaak akan ditolak oleh Marsya sama sekali
" Ayah bener sekali, waktu kuliah juga, setiap Satria ajak makan pasti selalu diterima baik oleh Marsya, jadi sekarang kita beli makanan banyak untuk Marsya tidak kwatir ditolak oleh Marsya sama sekali" Ucap Satria senang, karena Marsya dari awal kenal sampai sekarang tidak pernah memilih makanan sama sekali
" Selama makanan enak yah aku makan sayang, apa lagi sekarang wajib makan lebih banyak kan aku, demi menjalankan saran dari dokter tadi" Ucap Marsya, Marsya selama tinggal bersama Nando dan Lusi, jadi mengerti bagaimana susahnya mencari rezeki untuk mendapatkan makanan, oleh karena itu tidak pernah memilih makanan sama sekali, karena melihat perjuangannya Nando kerja dari pagi sampai sore, demi Marsya beli makanan apapun yang Marsya mau
__ADS_1
Marsya ikutin Lusi masuk kedalam pasar, untuk belanja makanan ditemani oleh Nando dan Satria setelah pulang dari rumah sakit