
Rangga yang sering kerumahnya Rudi, memutuskan untuk kerumahnya Rudi dan minta dibayarin taxi Karena tidak bawa uang sama sekali.
" Pak, ada lima puluh ribu? Saya pinjam dulu buat bayar taxi, saya tidak bawa dompet soalnya." Ucap Rangga yang sejujurnya malu sekali karena tidak bawa uang sama sekali
" Boleh pak" Ucap Satpam nya Rudi langsung keluarin uang dari dalam dompetnya dan langsung bayar ke supir taxi
" Saya ke dalam yah, mau ketemu dengan pak Rudi." Lanjut Rangga langsung jalan begitu saja masuk kedalam rumahnya Rudi.
" Bos besar naik taxi? Dan tidak bawa dompet? Aneh sekali, tidak seperti biasanya pak Rangga seperti itu?" Tanya Satpam sambil melihat Rangga masuk kedalam rumahnya Rudi
Dilain sisi, Anisa merapihkan baju bajunya untuk keluar dari rumahnya Iis, Anisa sejujurnya berat pisah dengan Rangga tapi Anisa tidak tega menjadi alasan kesedihannya Iis pisah dari Rangga.
" Dirumah ini, kebersamaan dengan ayah akhirnya bisa dirasakan lagi dan dirumah ini juga berpisah kembali dengan ayah, andaikan dia tidak memanfaatkan Iis selama ini, pasti tidak akan ada perpisahan seperti ini, orang yang dirindukan akhirnya pisah lagi." Batin Anisa, Anisa sedih sekali karena harus pisah kembali dengan Rangga orang yang dirindukannya selama ini.
" Akhirnya tidak ada yang bersama laki laki payah itu yah" Ucap Iis lega, karena Anisa dengan mudahnya ikut menceraikan Rangga.
__ADS_1
" Iyah Is, saya tidak tega saja, membiarkan kamu bercerai sedangkan saya bersama Rangga dan bahagia diatas penderitaan kamu. Kamu tenang saja disaat Natalia menikah, saya, Marsya, Satria, Nando, dan Lusi. Bakal datang kok tidak akan membiarkan kamu sendirian disaat Natalia menikah nanti" Ucap Anisa, Anisa akan mendampingi Iis, tidak akan meninggalkan Iis begitu saja.
" Terimakasih yah Anisa atas niat baik kamu" Lanjut Iis bahagia karena disaat pernikahannya Natalia nanti, masih ada yang temani Iis disaat ijab kabul nanti untuk pernikahannya Natalia.
Anisa berusaha senyum mendengar ucapannya Iis, karena Anisa berusaha untuk tidak egois karena kehadiran Anisa, sudah menghancurkan rumah tangganya Iis yang sudah lama dijalanin bersama Rangga
Dilain sisi, Natalia setelah melihat Rangga pergi dari rumahnya, merasa kasihan sebenarnya, karena Natalia tahu jika Rangga sudah tidak memiliki keluarga sama sekali dan tempat tinggal.
" Ayah pergi kemana yah? malam malam seperti ini harus pergi dari rumah, kasihan sekali dengan nasipnya ayah sekarang, tapi ayah sendiri yang jahat dengan bunda jadi wajar jika diusir seperti sekarang, tapi tetep saja tidak tega melihat ayah pergi tanpa membawa apapun dari sini?" Tanya Natalia sedih, karena membiarkan Rangga pergi dari rumah
" Saya juga jika tahu akan seperti ini, tidak akan minta ayah dan mamah rujuk kok, apa lagi jika tahu selama ini ayah memanfaatkan kekayaannya bunda saja, lebih rela ayah dan mamah tidak rujuk lagi tapi semuanya baik baik saja, dari pada rujuk akhirnya seperti sekarang tiga tiganya sudah jalan masing masing, jujur saya merasa bersalah Natalia, tapi yang kamu tahu kan, saya baru ketemu ayah dan tidak tahu niat ayah sebenrnya seperti apa menikahi bunda, jadi saya bener bener menyesal sudah menyebabkan semuanya hancur" Ucap Marsya menyesal, karena keinginannya justru sekarang menghancurkan rumah tangganya Iis dan Rangga
" Kalian tidak ada yang salah, yang salah keegoisan ayah, kita lihat saja besok apa om Rudi jujur apapun yang disampaikan ayah atau tidak,tapi kita harus jaga jaga dengan om Rudi, karena orang yang sakit hati akan berbuat nekat demi balas dendam dan rasa sakit hatinya, walaupun ayah yang saalah, tapi tidak akan mau disalahkan atas kegoisannya selama ini" Lanjut Satria, Satria sudah faham apa saja yang akan dilakukan orang orang egois jika merasa salah dan tidak akan terima karena niat jahatnya ketahuan dan tidak dapat apapun dari apa yang didapatnya dengan cara yang tidak baik
" Apa perlu besok om Rudi dipecat? demi jaga jaga supaya tidak jahat dengan saya? karena saya takut ayah memanfaatin om Rudi?" Tanya Natalia sudah panik dengan apa yang akan dilakuan oleh Rangga
__ADS_1
" Jangan Natalia, biarkan om Rudi berhenti dengan status pensiun, selama kondisi perusahaan stabil yah biarin saja, tapi jika sebaliknya baru akan saya bantu untuk hadapi ayah dan om Rudi, lagian kamu sebentar lagi akan menikah, saya yakin Boby tidak akan tinggal diam jika ada yang ganggu kamu, jadi tenang saja" Lanjut Satria yang tidak ingin sembarangan ambil keputusan apapun selama kondisi masih baik baik saja
" Setuju saja deh" Lanjut Natalia pasrah dan setuju tidak akan gegabah untuk mengambil keputusan, dari pada menyesal nantinya dan malu sendiri jika dianggap berfikiran negatif ke Rudi
Dilain sisi, Rudi tidak menyangka dengan nasipnya Rangga sekarang, yang diceraikan oleh Iis dan Anisa sekaligus, lebih parahnya Rangga tidak boleh bawa apapun dari rumahnya Iis, karena semua barang yang dimiliki Rangga adalah haknya Iis sepenuhnya.
" Rudi untuk sementara waktu saya tinggal disini yah, sial perempuan itu menceraikan saya seenaknya, apa lagi Anisa perempuan yang selama ini saya rindukan dan cintai ikut ikutan menceraikan sayacuman karena perempuan cerewet dan matre seperti Iis, bener bener menyebalkan sekali, sekarang saya harus bagaiamana Rudi untuk kehidupan saya?" Tanya Rangga yang bener bener tidak tahu harus bagaimana dengan nasipnya sekarang
" Ini semua salah anda sih pak, walaupun anda tidak mencintai bu Iis, setidaknya jangan pilih kasih lah pak didepan bu Iis, karena kan anda seperti sekarang karena kebaikan bu Iis kan, dan sekarang anda bercerai dengan bu Iis kehilang segalanya pak, sudah kehilangan istri pertama dan kehilangan istri kedua, sekaligus kehilangan tempat tinggal juga, saya rasa untuk rujuk dengan bu Anisa akan sulit pak, jika bu Anisa merasa bersalah dengan bu Iis terus menerus, apa lagi bu Anisa pasti akan tinggal dirumahnya pak Nando dan bu Lusi, akan sulit untuk ketemu sih," Ucap Rudi terus terang, selama Anisa merasa bersalah, akan sulit diajak rujuk dan membatalkan perceraian
" Saya akan berjuang untuk mendapatkan hatinya Anisa lagi, saya tidak akan rela kehilangan istri dan anak saya lagi yang sudah saya tinggalkan waktu saya masih hidup susah dulu" Lanjut Rangga akan berjuang, untuk mempertahankan rumah tangganya bersama Anisa
" Apa anda tetep bercerai dengan bu Iis?anda bener bener tega menyakiti hati perempuan yang tulus mencintai anda pak, anda boleh tinggal disini dan saya akan memberikan anda baju sekaligus barang barang untuk anda pakai pak, karena anda selama ini selalu memberikan saya bonus lebih terus, tidak ada salahnya sekarang saya bantu kesusahan anda" Lanjut Rudi, Rudi tidak menyangka jika Rangga sampai sekarang masih memanfaatkan Iis dan semakin keterlaluan pilih kasihnya
" Yah lah, sudah ada Anisa untuk apa saya mempertahankan rumah tangga, yang tidak didasari rasa cinta sama sekali, saya tidak ingin tersiksa menjalankan rumah tangga tapi tidak merasakan kebahagiaan sama sekali, terimakasih yah Rudi sudah mau bantu saya,besok saya akan ke kantornya Marsya untuk bujuk Anisa membatalkan perceraian dan saya akan lebih berjuang mempertahankan rumah tangga bersama Anisa, bahagia bersama Anisa, Marsya, Satria, dan cucu saya." Lanjut Rangga semakin yakin dengan keputusannya untuk mempertahankan rumah tangganya bersama Anisa, perempuan yang selama ini Rangga rindukan dan cintai.
__ADS_1
Rudi cuman berharap sahabatnya bisa bahagia dengan caranya, walaupun menyakitin perasaan perempuan yang bener bener mencintai Rangga dan membuat Rangga sesukses sekarang, dan membiarkan anaknya kehilangan sosok ayah kandungnya