
Rangga setelah Marsya dan Satria pulang dari apatermennya, langsung ke dapur untuk ambil makanan, karena Rangga mulai lapar.
“ Astaga, ternyata sudah habis makanan didalam kulkas, bagaimana saya bisa makan, apa lagi mereka ke sini tanpa bawa makanan sama sekali dan pakai ancam saya untuk tidak membelikan makanan apapun, bener bener
mulai tega Marsya dan Satria,anak anak yang paling disayang justru bisa tega seperti ini, saya tidak rela memberikan restu pernikahan untuk Natalia dan Bobby apa lagi mereka gagal bujuk Anisa untuk mau rujuk dengan saya, tapi saya bingung sekarang lapar sekali tapi tidak ada uang sama sekali, masa harus ke rumah Iis pura pura bahas pernikahan Natalia demi bisa makan sih, rendah sekali hidup saya setelah kehilangan semuanya” Protes Rangga, Rangga merasa rendah setelah pisah dari Iis, mau memenuhi kebutuhan hidupnya harus bergantung dengan anak dan menantu, karena tidak memiliki apapun lagi.
Rangga yang merasa lapar akhirnya bikin teh manis hangat untuk memenuhi kebutuhan gula didalam tubuhnya, dan mengurangi rasa lapar walaupun cuman sebentar saja.
Dilain sisi, Satria yang selama ini tidak pernah melihat, monitor cctv unit apatermennya yang terhubung ke hanphonenya, langsung menyalakan monitornya demi bisa melihat kondisinya Rangga sekarang.
“ Ayah bener bener gengsinya tinggi sekali sayang, tidak mau memberikan restu sama sekali dan merasa rendah dan terhina karena ucapan kita tadi” Ucap Satria sambil melihat monitor cctv yang ada di hanphone nya
“ Aku tidak tega sayang,melihat ayah kelaparan seperti itu, apa yang kita lakukan ke ayah tega sayang? Aku tidak tega membiarkan ayah susah sendiri sayang?” Tanya Marsya sedih, sambil melihat rekaman Rangga yang ada di
dapur dan kesel karena didalam kulkas tidak ada makanan sama sekali.
“ Tidak sayang, justru yang tega itu ayah, karena tega sekali memanfaatkan perempuan yang mencintai ayah selama bertahun tahun cuman karena mau merubah kehidupannya supaya tidak hidup susah lagi, dan lebih
teganya lagi sikap dan ucapannya berubah drastic ke bunda dan Natalia, cuman karena kehadiran mamah dan mami dalam hidupnya ayah,justru jadi cuek dan lebih mementingkan mamah dan mami, dari pada dua perempuan yang sudah menemani hidupnya ayah dan tidak pedulia apapun yang dirasakan oleh bunda dan Natalia,
itu yang lebih tega sayang” Lanjut Satria, Satria memang tidak tega melihat mertuanya susah seperti sekarang, tapi Rangga memang harus dikerjain supaya ada efek jera dan mau sadar akan kesalahannya selama ini.
__ADS_1
“ Aku juga merasa bersalah sayang, tidak menyangka jika selama ini ayah cuman manfaatin bunda saja, bearti kita cuman melihat ayah menahan lapar dan kesel terus? Sampai batas kemampuan ayah?” Tanya Marsya yang merasa jahat sebagai seorang anak, cuman melihat saja kesusahan ayah nya karena tidak memiliki makanan sama sekali.
“ Betul sayang, karena ayah sudah dewasa dan aku yakin ayah tidak akan tahan lama lama menahan ego nya sayang, apa lagi jika tidak makan sama sekali, ayah tidak sebodoh itu sampai akhirnya jatuh sakit karena tidak
ada makanan sama sekali.” Lanjut Satria, Satria mau melihat sejauh mana sih keegoisan mertuanya dan sejauh mana mertuanya bisa selesaikan masalahnya sekarang
“ Yah deh sayang, kita cuman jadi penonton saja” Lanjut Marsya pasrah, Marsya berharap jika Rangga mau sadar akan kesalahannya dan kepeduliannya dengan Natalia mau hadir ke acara pernikahannya Natalia, maka Rangga tidak akan merasa kelaparan lagi.
Dilain sisi, Iis melihat Natalia dan Bobby begitu kompak, bawain barang barang pribadinya Bobby masuk kedalam kamarnya Natalia, membuat Iis bahagia melihatnya.
“ Bahagia sekali melihat mereka kompak seperti itu, semoga kekompakan mereka bisa sampai tua bersama, dan nasipnya Natalia lebih baik dari saya yang dicintai dengan tulus oleh Bobby tidak seperti Rangga yang cuman manfaatin saya saja” Batin Iis berharap, jika rumah tangganya Natalia jauh lebih baik dari pada rumah tangganya Iis, yang akhirnya berpisah karena dimanfaatin dan adanya orang ke tiga daalam rumah tangganya.
Dilain sisi, Untuk pertama kalinya Natalia melihat barang barang pribadinya Bobby, dan bantuin Bobby untuk keluarin barang barangnya dari dalam kardus ke kedalam lemari dan meja khusus yang dibeli untuk Bobby.
" Sayang, barang barangnya saja dulu yah yang ada didalam kamar ini, minggu depan baru aku yang akan ada disini untuk temani kamu selama kita menjalankan rumah tangga kita" Ucap Bobby sambil keluarin barang barangnya dari dalam kardus
" Iyah sayang, tidak masalah kok, justru aku pasti akan rindu dengan kamu dan semakin tidak sabar kita halal sayang, soalnya kan setelah resepsi pernikahan kita langsung bulan madu dan setelah sampai rumah kita tidak usah lagi cape cape bawa barang barang ini kan, apa lagi kamu setelah pulang bulan madu pasti mau langsung kerja kan, dan aku bisa langsung siapin kebutuhan kamu,jadi mempermudah kegiatan kita sayang" Ucap Natalia tidak merasa keberatan, karena Bobby simpan barang barang pribadinya dulu ke dalam kamarnya sebelum menikah
" Terimakasih sayang atas pengertiannya sayang, aku memang berfikir seperti itu sayang dan alhamdulillah sekali jika kamu duluan yang punya ide seperti ini untuk aku" Lanjut Bobby bahagia, karena Natalia tahu apa yang diinginkan oleh Bobby supaya tidak ribet setelah menikah
" Sama sama sayang" Lanjut Natalia, Natalia tidak ingin membuat Bobby ribet setelah menikah, Natalia ingin sekali setelah bulan madu sudah bisa menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri, menyiapkan barang barang yang dipakai Bobby untuk kerja dan siapin sarapan untuk Bobby
__ADS_1
Dilain sisi, Anisa dan Lusi melihat karyawannya masuk kedalam ruangannya, sambil bawa anak kecil yang nangis sambil duduk diatas kursi roda, merasa tidak tega sekali melihatnya.
" Kenapa dia menangis? kamu ketemu anak ini dimana?" Tanya Anisa sambil melihat anak kecil yang nangis terus
"Saya menemukan anak ini dipinggir jalan bu, saya tanya dimana ibu nya dan dia bilang tidak tahu, dia sudah duduk diatas kursi roda sudah ber jam jam tapi ibu nya tidak datang sama sekali, karena saya kasihan akhirnya saya bawa kesini saja bu" Ucap Karyawannya Lusi terus terang, Karyawannya Lusi ijin keluar panti karena mau ke supermarket untuk beli kebutuhan pribadinya.
" Apa kamu tahu rumah kamu dimana? akan kita anterin kamu sampai rumah dan selama ber jam jam tidak ada yang peduli sama sekali dengan anak sekecil ini?" Tanya Lusi heran,karena begitu banyak orang dewasa yang masih saja tidak memiliki perasaan ke anak kecil sama sekali
" Saya tidak tahu dimana rumah saya, selama saya di pinggir jalan, tidak ada yang peduli sama sekali dan begitu banyak yang lewat cuman melihat tanpa ada rasa peduli untuk tanya saya sama sekali" Ucap Anak kecil yang matanya bengkak karena sudah ber jam jam nangis, karena ditinggalin ibu nya begitu saja
" Apa alasan ibu kamu terahir saat meninggalkan kamu?" Tanya Anisa prihatin, karena sampai sekarang, masih banyak orang tua yang seenaknya tinggalin anak dipinggir jalan, dan tidak peduli dengan keadaan anaknya sama sekali
" Katanya mau ke warung, saya disuruh nunggu di trotoar sendirian, tapi saya tunggu tunggu tidak muncull juga. kenapa ibu saya tega meninggalkan saya sendirian begitu saja dipinggir jalan" Lanjut Anak kecil yang ditinggalin begitu saja oleh orang tuanya
" Sudah jangan menangis lagi yah, kamu disini akan aman dan banyak temen temen kamu juga selama tinggal disini" Lanjut Anisa, Anisa langsung gendong anak malang yang ada didepannya
" Kamu bikin berita, menemukan seorang anak yah, jika ada yang mencari anak ini yah kita kembalikan tapi justru sebaliknya, sesuai presedur panti ini untuk punya hak, menerima permintaan orang tua lain untuk adopsi demi masa depan yang membutuhkan orang tua." Lanjut Lusi, Lusi dengan senang hati membantu merawat anak yang ditinggalkan orang tuanya, begitu saja dipinggir jalan maupun didepan panti, demi anak yang ditemukan mendapatkan tempat tinggal yang layak dan mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari pengurus panti
" Siap bu Lusi, yah sudah saya bawa anaknya dulu yah bu untuk berita anak hilang, mandiin, dan memberikannya makanan yah bu" Lanjut Karyawannya Lusi, langsung ambil anak yang digendong oleh Anisa, dudukin ke kursi roda, dan bawa ke ruangan khusus membuat berita anak hilang
" Yah silahkan" Lanjut Lusi, mempersilahkan karyawannya bawa anak hilang dan diurus dengan baik, selama ada di panti asuhannya
__ADS_1