KEMARIN BUNDA ADA DISINI 2

KEMARIN BUNDA ADA DISINI 2
Menikmati momentum


__ADS_3

Natalia sedih sekali karena bulan madunya cuman sebentar saja, padahal Natalia masih mau belanja tapi harus kembali ke tanah air karena harus kembali kerja.


" Sayang, aku masih mau belanja disini sayang, kenapa yah kita harus kembali ke rumah dan harus kerja sayang, sungguh pekerjaan itu merusak hari bahagia kita " Protes Natalia sedih, karena waktu liburannya cuman seminggu saja.


" Yah namanya orang dewasa sayang, punya tanggung jawab untuk mencari rezeki sayang, tapi untuk liburan kan masih bisa kita lakukan disaat kita libur kerja sayang, jadi tidak ganggu waktu libur kita sayang, jangan sedih lagi yah sayang nanti kita bisa liburan lagi kok" Bujuk Bobby supaya Natalia tidak sedih karena waktu liburan cuman sebentar saja.


" Iyah sayang, yuk pulang sayang" Lanjut Natalia berusaha tidak sedih lagi, karena waktu liburan cuman sebentar saja.


Bobby mencium keningnya Natalia, karena seneng melihat istrinya tidak sedih lagi, dan mau diajak pulang oleh Bobby.

__ADS_1


Dilain sisi, Marsya ajak Lusi, Anisa, dan Iis. untuk jalan jalan ke Mall, karena Marsya mau lihat lihat perlengkapan anaknya lagi.


" Mamah, Bunda Lusi, dan bunda Iis, kita beli makan yuk setelah itu kita ke toko perlengkapan anak" Ajak Marsya yang sudah mulai lapar


" Boleh sayang, memangnya Marsya mau makan apa?" Tanya Anisa melihat anaknya yang selalu makan banyak dan tidak takut gemuk.


" Tentu boleh dong sayang, yuk kita makan itu sekarang" Ucap Lusi yang setuju saja dengan makanan pilihan nya Marsya


" Ternyata kalo berdamai seperti ini berasa tenang sekali, tidak ada emosi dan air mata sama sekali." Batin Iis, Iis sudah beberapa kali ikut jalan bersama Marsya, Anisa, dan Lusi. berasa tenang dan tidak ada yang membahas soal Rangga sama sekali.

__ADS_1


" Isi, kenapa diam saja? apa yang kamu fikirin?" Tanya Lusi yang dari tadi melihat Iis diam saja.


" Saya cuman menikmati momentum jalan jalan seperti ini, tiga kali saya ikut jalan bersama kalian, tanpa ada perdebatan, emosi, dan air mata. terasa lebih tenang dan bahagia sekali seharian yah" Ucap Iis terus terang, Iis merasa bahagia sekali bisa berdamai dengan keadaan, dan bisa kompak bersama Anisa.


" Saya juga merasakan kedamaian yang kamu rasain, kita sudah menjadi keluarga alangkah baiknya jika kita Seperti ini kan, lebih enak dilihat dari pada emosi terus seperti tidak ada akhirnya saja." Ucap Anisa yang merasa bahagia bisa kompak bersama mantan istri pertamanya Rangga, walaupun awalnya penuh emosi karena menjalankan pernikahan poligami, dan disaat sudah bercerai dari Rangga bisa kompak dan bahagia bersama tidak ada yang bahas masa lalu sama sekali.


" Marsya bahagia sekali melihat bunda dan mamah, bisa akur dan kompak seperti ini, tanpa ada emosi sama sekali, membuat Marsya tenang melihatnya, semoga kalian bisa seperti ini terus selamanya dan tanpa ada berantem sama sekali yah " Ucap Marsya berharap, jika Anisa dan Iis akan berdamai terus tanpa ada masalah apapun dan tidak membuat sedih Anisa dan Iis.


" Amin amin Marsya" Lanjut Iis berharap juga, akan terus berdamai dengan Anisa dan Marsya tidak ada lagi yang membuat emosi.

__ADS_1


__ADS_2