KEMARIN BUNDA ADA DISINI 2

KEMARIN BUNDA ADA DISINI 2
Bagaimana pekerjaan


__ADS_3

Bowo yang ingin memberikan dokumen yang harus ditanda tangani oleh Marsya, melihat Marsya sibuk dengan pekerjaan yang diberikan Rangga jadi tidak tega mengganggu konsentrasi Marsya.


" Om bawa dokumen baru? sini om, ngapain diam saja didekat pintu?" Tanya Marsya heran melihat Bowo yang tidak ada niatan jalan ke depan mejanya


" Om tidak tega saja melihat kamu banyak pekerjaan seperti ini, tapi jika tidak diserahkan ke kamu, proyek ini tidak akan jalan nantinya " Ucap Bowo akhirnya jalan ke depan mejanya Marsya


" Yah mau bagaimana lagi om, anggap saja ini latihan untuk Marsya om, bisa atur waktu kerja, pagi sampai siang kerjain pekerjaan disini dan dari siang sampai sore giliran Marsya kerjain pekerjaan di kantor ayah Rangga, untungnya Satria mau membantu pekerjaan di kantor ayah Rangga, jadi pekerjaan Marsya tidak terlalu banyak om" Lanjut Marsya tidak sanggup, mengerjakan terlalu banyak dokumen, untungnya Satria mau ikut capek dan mau latihan handel banyak pekerjaan dalam sehari.


" Yah sudah Marsya, ini dokumennya jika kamu merasa kesulitan kerjain karena ada proyek lain, bilang saja yah nanti om bantu oke." Lanjut Bowo yang mengerti tidak mudah bagi waktu dan tenaga handel dua perusahaan sekaligus, sejujurnya Bowo pun tidak mungkin sanggup bisa bagi waktu dan tenaga jika Nando punya perusahaan lagi, Bowo memberikan dokumennya untuk Marsya kerjakan


" Oke om" Lanjut Marsya berusaha tidak mengeluh sama sekali


" Om kembali ke ruangan om yah" Lanjut Bowo langsung jalan meninggalkan ruangannya Marsya


" Ini baru latihan Marsya, jangan ngeluh ingat ingat ini semua demi bantuin ayah" Batin Marsya berusaha menyemangati diri sendiri


Marsya kembali kerjain pekerjaan yang diberikan Rangga, yang hampir selesai.


Dilain sisi, Satria telefon Rudi untuk masuk kedalam ruangannya Natalia, Satria bersyukur sekali bisa selesaikan proyek yang diberikan Rangga dengan cepat walaupun diganggu oleh Natalia.


" Om, ini dokumennya sudah selesai saya kerjakan" Ucap Satria saat melihat Rudi masuk ke ruangannya Natalia

__ADS_1


" Serius? coba om lihat?" Tanya Rudi tidak percaya, Rudi langsung periksa desain yang sudah Satria kerjakan.


" Kamu bener bener hebat Satria, hasilnya bagus sekali dan akan om kirim langsung ke clien." Sambung Rudi bener bener bangga karena Satria bisa menyelesaikan nya dengan cepat


" Oke om, Marsya juga sudah selesai katanya om, paling sore akan dikasih langsung ke ayah, oh yah tolong om nasehatin Natalia om, selama kita satu ruangan, selama saya dan Marsya masih uji coba kerjain proyek disini, dan ada dia di ruangan ini. tolong jangan coba coba godain saya dengan goodaan tidak penting dan tidak jelas, jika dia mau kerja disini sebagai pemimpin perusahaan bisa jaga sikap dan ucapan, saya tidak akan tergoda sama sekali" Lanjut Satria dengan serius, Satria sengaja kasih tahu Rudi supaya Natalia malu dan bisa menjaga sikapnya


" Astaga Natalia, baik lah Satria nanti akan om nasehatin dia." Lanjut Rudi sambil menatap Natalia dengan kesal


" Baik om, saya ke kamu kantornya Marsya soalnya mau pulang bareng" Lanjut Satria yang mulai tidak suka dengan Natalia yang berani beraninya, godain Satria selama kerja. Satria langsung keluar dari ruangannya Natalia


" Kamu mau merebut Satria dari Marsya? cara kamu kampungan sekali, Natalia om kasih tahu kamu saja yah, stop untuk kamu punya fikiran merebut Satria dari Marsya, karena tidak akan pernah terjadi mengerti, yang ada kamu di marahin orang tua kamu dan kamu merasa terhina karena niat jahat kamu sendiri mengerti? om cuman kasihan saja melihat kamu di marahin terus, sudah tidak bisa kerja sama sekali dan sekarang mau berusaha merebut Satria? yang bener saja kamu?" Tanya Rudi yang menatap Natalia dengan keselnya


" Biarin laki laki tua dan bawel, tapi saya bisa kerja dan membanggakan orang tua kamu dan kakek kamu yang punya perusahaan ini, jika kakek kamu masih ada pun pasti marah karena cucu nya tidak bisa kerja sama sekali" Lanjut Rudi senyum sinis melihat Natalia yang mulai sombong, tapi Rudi senagaja bicara kasar ke Natalia supaya sadar akan sikapnya yang tidak pantas.


Rudi langsung keluar dari ruangannya Natalia dari pada kesel melihat tingkahnya Natalia


" Sial, semakin kagum lagi ke Satria bagaimana ini, apa sebaiknya direbut beneran yah dia, dengan cara yang tidak pantas sekalian, mumpung Satria yang ada disini." Batin Natalia yang tidak ingin cuman jadi adik iparnya Satria saja, tapi ingin lebih dari seorang adik ipar.


Dilain sisi, Marsya bahagia sekali melihat Satria masuk kedalam ruangannya dan sama sama bisa kerjain pekerjaannya Rangga dengan cepat.


" Ada yang bisa aku bantuin sayang?" Tanya Satria masuk kedalam ruangannya Marsya

__ADS_1


" Tidak ada sayang, semuanya beres Alhamdulillah sekali. perjuangan awal untungnya bisa aku selesaikan dengan cepat sayang" Ucap Marsya merasa lega, karena bisa kerjakan pekerjaannya Rangga kasih taddi


" Sama sayang, aku juga lega bisa bantuin ayah dan tidak membuat ayah rugi, akhirnya mendapatkan proyek juga sekian lama"Lanjut Satria, Satria tidak tega ceritain sikap kampungannya Natalia tadi selama di kantor, takutnya membuat Marsya marah


" Alhamdulillah sayang, pulang yuk sayang, aku sudah tidak sabar mau ketemu adik adik di panti asuhan sayang, mau main bersama, belajar, dan makan bersama" Lanjut Marsya yang ingat masa kecilnya dulu, perjuangannya Nando setelah pulang kerja langsung ajak Marsya kecil jalan jalan sampai Marsya tidur dan baru pulang ke rumah.


Marsya langsung merapihkan meja kerjanya, membuat Satria mau membantu Marsya merapihkan meja kerjanya.


Dilain sisi, Nando melihat Rangga yang melamun sambil melihat anak anak panti, yang lagi main merasa heran, membuat Nando langsung menghampiri Rangga.


" Kenapa melamun?" Tanya Nando melihat Rangga yang diam saja, didepan ruangannya.


" Saya membayangkan Marsya selama tinggal di panti asuhan waktu kecil dulu, kesehariannya sama seperti mereka yah, walaupun bedanya Anisa sering kunjungi Marsya disini." Ucap Rangga melihat anak perempuan, kebanyakan lagi main perosotan dan ayunan


" Sepertinya sih Iyah Rangga, apa lagi pas ada orang tua yang mau asuh anak anak disini, jadi ingat saya dan Lusi pertama kalinya asuh Marsya walaupun beda tempat, tapi perasaannya sama seperti mereka sih yang bahagia akhirnya asuh anak orang, yang Alhamdulillah anaknya penurut, baik, dan pinter lagi." Lanjut Nando bersyukur karena ketemu anak seperti Marsya, mudah diatur


" Kamu bener Nando, tapi andaikan Anisa mampu urus Marsya sendiri tanpa ada saya disampingnya, Marsya tidak akan mengalami tinggal di panti asuhan dan dibesarkan oleh kamu dan Lusi sampai dewasa bahkan" Batin Rangga, Rangga sedikit menyalahkan Anisa yang tidak mampu urus anaknya sendiri


" Iyah bener, Alhamdulillah yah kita jadi bisa berguna untuk anak anak yang tidak mampu hidup sendirian tanpa ada orang tua sama sekali, mereka korban keegoisan orang tuanya." Lanjut Rangga yang merasa dirinya egois, dan sekarang baru sadar betapa sedihnya jadi anak anak yang tinggal di panti asuhan.


Nando dan Rangga melanjutkan ngobrol sambil melihat anak anak di panti asuhan bermain, Rangga dan Nando menambah fasilitas yang dibutuhkan oleh anak anak panti, seperti dokter spesialis anak dan guru yang ajarin anak anak panti untuk belajar membaca dan berhitung.

__ADS_1


__ADS_2