
Iis yang melihat Marsya dan Satria jalan masuk kedalam rumahnya, langsung senyum sinis karena anak kesayangan Rangga nginep dirumahnya selama seminggu dan Iis sengaja tiba tiba pecat ART nya supaya bisa kerjain Anisa dan Marsya supa tidak seenaknya tinggal dirumahnya
" Ayah, bik Nur tiba tiba minta berhenti tadi siang, apa sebaiknya kita cari penggantinya?" Tanya Iis pura pura bingung karena tidak ada yang bantuin dirumah sama sekali
" Apa tidak ada bik Nur, kenapa tiba tiba minta berhenti yah aneh, padahal bik Nur sudah kerja disini sudah dua puluh tahun kan, masa tiba tiba berhenti begitu saja?" Tanya Rangga tidak sepenuhnya percaya dengan ucapannya Iis
" Entahlah sayang, mana aku tahu sayang, terus bagaimana dan siapa yang urus rumah jika tidak ada bik Nur" Lanjut Iis pura pura bingung, karena ini adalah rencananya Iis , karena Iiis tidak rela Marsya selama seminggu dirumahnya tidak melakukan apapun
" Bunda tenang saja, Marsya akan bantuin merappihkan rumah kok, Marsya sudah biasa merapihkan rumah bersama bunda Lusi jadi tidak masalah selama nginep disini bantuin merapihkan rumah" Ucap Marsya yang tidak merasa direpotkan untuk merapihkan rumah
" Memangnya tante dan om tidak ada ART sama sekali?" Tanya Natalia tidak percaya dengan ucapan Marsya
" Ada, tapi bunda selalu ajarin Marsya untuk bisa mandiri jadi dijarin merapihkan rumah dan merapihkan kamar sendiri, walaupun ada yang bantuin juga, tapi harus bisa beberes sebagai perempuan dan harus bisa mandiri" Lanjut Marsya tidak merasa keberatan sama sekali jika disuruh cape selama nginep
__ADS_1
" Jangan jangan, biarin ayah cari ART baru saja, masa kamu bantuin Bunda dan mamah beberes sebelum dan sesudah kerja sih, kamu pasti lelah sekali Marsya, ayah tidak setuju" Lanjut Rangga tidak setuju jika Marsya harus cape urus rumah juga
" Tidak masalah sayang, lagian kan dirumah ada mamah dan bunda yang akan bantuin Marsya beberes rumah kok, sudah tidak usah pakai orang lain, kodrat seorang perempuan kan memang harus bisa merapihkan rumah dengan tenaga sendiri" Ucap Anisa sengaja karena tidak ingin dianggap manja, cuman karena harus pakai tenaga orang lagi untuk merapihkan rumah
" Satria rasa seru juga ayah, kita semua saling membantu merapihkan rumah ini, jika dikerjakan bersama sama tidak akan repot sama sekali kok, sudah tidak masalah ayah tidak usah pakai tenaga orang lain lagi" Ucap Satria sengaja, Satria berusaha ikutin keinginan Marsya supaya tidak dianggap manja dan tidak akan membiarkan Natalia menghina Marsya lagi cuman karena tidak ingin merapihkan rumah bersama sama
" Yah sudah lah, jika memang itu mau kalian, ayah ikut senang karena kalian mau kerjasama untuk merapihkan rumah kita anak anak" Lanjut Rangga bahagia dan bangga karena Marsya mau cape cape merapihkan rumah bersama sama
" Idih cari muka saja perempuan itu, tapi didikan orang tua angkat bagus juga sih, berguna untuk sekarang jadi kan bisa membuat Marsya cape dan tidak seenaknya tinggal dirumah tapi tidak melakukan apapun, kan enak sekali hidupnya Marsya selama seminggu disini" Batin Natalia setuju tidak pakai tenaga orang lain, untuk merapihkan rumah apa lagi tidak ada ART sama sekali
" Hayo mah" Lanjut Marsya , Marsya ikutin Anisa untuk jalan ke kamarnya bersama Satria juga, untuk simpan barang bawaannya
Rangga melihat Anisa temani Marsya ke kamarnya merasa iri sekali, karena Rangga tidak bisa ikut demi menjaga perasaannya Iis supaya istri pertamanya tidak merasa cemburu karena Rangga lebih banyak menghabiskan banyak waktu bersama Anisa dan Marsya
__ADS_1
Dilain sisi, Lusi merapihkan kamarnya Marsya, pertama kalinya Marsya nginep di rumahnya Anisa, membuat Lusi merasa kesepian sekali, tapi Lusi juga tidak bisa melarang Marsya untuk nginep dirumah orang tua kandungnya.
" Baru pertama kali tidak ada Marsya rasanya sepi sekali rumah ini, tapi melarang Marsya juga tidak boleh dan selama tinggal disana Marsya pasti tidak merasa bahagia, karena ada Iis dan Natalia yang selalu memancing emosi terus menerus, ya allah kasihannya Marsya punya ibu tiri tidak baik sama sekali dengan Marsya anak yang baik, pinter, dan rajin. ada saja yang tidak suka dengan kehadiran Marsya" Ucap Lusi yang sudah menduga, jika Marsya tidak akan betah tinggal dirumahnya Anisa
Dilain sisi, Natalia melihat Satria jalan sendiri ke dapur, membuat Natalia langsung peluk Satria dari belakang, membuat Satria kesal sekali dengan sikapnya Natalia yang tidak sopan sama sekali
" Jangan jadi perempuan menjijikan deh Natalia, sudah tidak bisa kerja dan sekarang mau merayu suami kaka sendiri, jangan merendahkan diri sendiri seperti ini, kamu orang terpandang masa seperti ini sih Natalia sadar lah Natalia, keinginan kamu tidak akan pernah jadi kenyataan" Tegas Satria terus terang, Satria bener bener tidak peduli jika Natalia tersingung tapi jika didiamkan akan seenaknya ke Satria dibelakang Marsya dan Satria tidak ingin selingkuh.
" Menjijikan didepan kaka ipar seperti kamu sih saya rela Satria, karena saya kagum dengan kamu bagaimana dong, sudah lah Satria selingkuh dalam rumah tangga itu hal yang biasa kok, jadi santai saja lah" Lanjut Natalia sengaja pakai baju seksi untuk tidur, dan kebetulan sekali melihat Satria jalan sendiri ke dapur untuk ambil minum
" Kasihannya membalas dendam membuat kamu menjadi perempuan menjijikan dan bodoh seperti ini" Lanjut Satria berusaha melepaskan tangannya Natalia, takut ada yang melihat dan tidak ingin menjadi salah faham
" Baik lah, i love you" Lajut Natalia dengan manja dan Natalia langsung mencium Satria sebelum Natalia pergi, setelah mencium Satria langsung pergi, sebelum Satria marah sebelum tidur
__ADS_1
" Menyesal saya ambil minum seperti ini" Lanjut Satria kesal karena Natalia lagi lagi godain Satria dan berani sekali mencium Satria sebelum pergi, Satria semakin kesal dengan tingkah Natalia tapi bingung harus bagaimana lagi bersikap dengan Natalia yang semakin keterlaluan.
Satria cuci muka di westafel supaya tidak ada bekas Natalia sama sekali sebelum ketemu dengan Marsya , Satria takut menyakiti perasaan Marsya cuman karena Natalia yang terus menerus menggodanya, setelah puas cuci muka langsung kembali kekamar berusaha santai dan seolah tidak terjadi apapun selama ada di dapur