
Satria, Marsya, Nando, dan Lusi. setelah makan siang bersama dirumah, langsung ke rumahnya Rangga untuk membahas Marsya akan seterusnya bagi waktu nginep atau cuman sekali saja.
" Bagaimana sayang hasil ronsen tadi?" Tanya Anisa sejujurnya sedih sekali karena tidak bisa temani Marsya dan Satria ke rumah sakit
" Alhamdulillah bunda, kondisi badan kita sehat dan bisa menjalankan program hamil. tadi kita sudah belanja makanan yang dianjurkan oleh dokter kandungan untuk Marsya dan Satria konsumsi untuk kelancaran program punya anak" Ucap Marsya senang sekali, karena kondisi badannya bener bener sehat, bisa punya anak dan memberikan anak pertama untuk Satria
" Alhamdulillah jika kalian berdua sehat, Marsya jangan banyak fikiran dan terlalu cape kerja yah, supaya kalian bener bener berhasil punya anak, disaat hamil pun sama saja, tidak boleh terlalu banyak fikiran dan tidak boleh terlalu cape yah nak" Ucap Rangga berharap, program punya anak yang dijalani oleh Marsya dan Satria berjalan dengan lancar dan berhasil
" Amin amin ayah, Marsya akan turutin untuk tidak terlalu banyak fikiran dan tidak terlalu cape, demi bisa punya anak pertama" Lanjut Marsya yang tidak akan nekat mengerjakan pekerjaan kantor yang berlebihan karena tidak ingin apa yang lagi dikerjakan akan sia sia cuman karena terlalu cape dan terlalu banyak fikiran
" Oh yah Rangga, Anisa, dan Iis. maksud kita kerdua ikut kesini untuk membahas anak anak, tetep lanjut nginep disini dan bagi waktu tinggal bersama kalian atau kadang kadang saja?" Tanya Nando yang berusaha tidak egois, yang melarang Marsya tinggal bersama orang tua kandungnya, walaupun Nando ragu jika Marsya tinggall dirumahnya Rangga tidak ada air mata sama sekali, karena Iis dan Natalia tidak suka dengan kehadiran Marsya dirumahnya
" Kalo saya sih terserah Marsya saja, karena kan kenyamanan Marsya lebih penting kan, apa lagi mau program punya anak lagi, kalo merasa nyaman bagi waktu tinggal disini juga boleh kok" Ucap Iis terpaksa mau Marsya tinggal dirumahnya, sejujurnya Iis malas sekali menampung orang asing dirumahnya yang sudah merebut hatinya Rangga, cuman karena ada Marsya sebagai anak kandung dan Anisa perempuan yang diajak rujuk cuman karena rasa bersalah saja.
" Bagaimana Marsya mau bagi waktu atau tidak sayang?" Tanya Lusi, Lusi tidak boleh egois, menginginkan Marsya sepenuhnya tinggal dirumahnya, tapi Lusi harus terima kenyataan jika Marsya punya hak yang sama untuk tinggal bersama orang tua kandungnya
__ADS_1
" Apa bagi waktu yah, ah tidak ada salahnya lah, lagian Natalia tidak akan ganggu rumah tangga saya lagi, Natalia kan sudah punya pacar dan tidak akan menjadi alasan saya kesel dengan sikap seenaknya Natalia lagi" Batin Marsya yang setuju bagi waktu untuk nginep dirumahnya Rangga, Marsya tidak ragu untuk tinggal dirumahnya Rangga karena tidak ada lagi pengganggu rumah tangganya
" Empat hari dirumahnya ayah Nando dan tiga hari dirumahnya ayah Rangga,bearti Marsya dan Satria beli baju khusus untuk disimpan dirumah ini, bunda Iis minta ijin untuk tempati kamar dirumah ini untuk Marsya bisa tempati bersama Satria apa boleh?" Tanya Marsya melihat Iis yang terlihat kaget dengan keputusan Marsya dan Marsya sengaja waktu bersama Nando dan Lusi lebih banyak, mau bagaimana pun waktu Marsya lebih banyak bersama Lusi dan Marsya lebih tenang tinggal dirumahnya Lusi dan Nando
" Bagaimana apa kalian setuju dengan keputusan Marsya dan bunda Iis kita minta ijin tempati kamar yang ada dirumah ini" Ucap Satria melihat Iis yang diam saja
" Bagaimaana sayang boleh kan?" Tanya Rangga melihat Iis yang diam saja, setelah mendengar keputusannya Marsya
: Baik lah boleh saja" Lanjut Iis terpaksa dan tidak mungkin melarang Marsya tinggal dirumahnya, bisa bisa berantem dengan Rangga cuman karena melarang Marsya tinggal dirumahnya
" Bearti mulai minggu depan kan Marsya tinggal disininya? setelah seminggu full dirumah kita?" Tanya Nando sejujurnya sedih sekali, membiarkan Marsya pindah pindah tempat tinggal, seminggu dirumahnya dan seminggu dirumahnya Rangga
" Iyah Nando mulai minggu depan dan kita isi dulu kamar untk Marsya dan Satria sebelum mereka isi, dengan perabotan kamar apa lagi untuk makanan program hamil, wajib disediakan banyak didalam kamar" Lanjut Rangga bahagia sekali, karena bisa merasakan melihat anak menjalankan program hamil dan tidak sabar melihat Marsya mengandung anak pertama
Dilain sisi, Rudi melihat hasil kerjanya Natalia tidak ada perubahan, sudah malas komentar apapun, membuat Rudi langsung keluar dari ruangannya Natali dari pada sakit kepala karena menahan emosi terus.
__ADS_1
" Om bawa dokumen ini yah" Ucap Rudi langsung ambil dokumen dokumen yang ada dimeja Natalia dan langsung keluar begitu saja, karena Rudi sudah malas sekali banyak bicara dengan Natalia jika tidak ada perubahan sama sekali, sama saja bohong
" Sombong sekali dia, langsung keluar begitu saja, tidak ada sopan santuun sama sekali" Protes Natalia kesel, karena Rudi tiba tiba datang ke ruangannya untuk ambil dokumen dan langsung keluar begitu saja
Natalia yang sudah puas marah marah, melihat Rudi keluar dari ruangannya, langsung main hanphone karena tidak ada yang dikerjakan oleh Natalia sama sekali
Dilain sisi, Rudi setelah dari ruangannya Natalia langsung kasih dokumen yang didiamkan oleh Natalia ke Bowo dan Boby calon suaminya Natalia, yang sengaja diam diam Rudi undang untuk bantuin pekerjaannya Rudi
" Natalia bener bener tidak bisa kerja sama sekali, jika tidak dipaksa mau sampai kapan Natalia seperti ini terus?" Tanya Bowo, menurut Bowo kurang tegas Rangga menghadapi Natalia, membuat Natalia malas bekerja
" Natalia malas kerja karena merasa dirinya seorang bos besar, jika Marsya dan Satria yang kerja kan, otomatis Natalia tidak harus melakukan apapun, karena sudah ada Marsya dan Satria yang kerja, membuat Natalia untuk apa cape cape kerja jika ada mereka dan Natalia bisa bebas kemana pun tanpa memikirkan pekerjaan sama sekali dan tinggal terima hasil Marsya dan Satria memimpin perusahaan pemberian kakeknya" Ucap Boby terus terang dan merasa aneh dengan pola fikirnya Natalia yang bener bener tidak ingin kerja sama sekali,tapi mau rekeningnya diisi penuh setiap saat
" Orang malas akut yah seperti itu lah Boby, terus tujuan kamu ajak nikah Natalia tiba tiba apa? tulus mau taaruf atau ada niat dibalik ajakan kamu ke Natalia?" Tanya Bowo tidak yakin jika Boby mau ajak nikah Natalia tiba tiba karena cinta, karena setahu Bowo jika Boby tidak terlalu sering ketemu Natalia bagaimana bisa ajak nikah begitu saja
" Sial, dua om ini apa apaan sih, kasih pertanyaan seperti itu sangat menyebalkan sekali" Batin Boby kesal karena Bowo dan Rudi, punya dugaan jika Boby ajak nikah Natalia tiba tiba ada maksud dan tujuannya
__ADS_1
" Walaupun jarang ketemu dan pernah ketemu kan bisa menimbulkan rasa penasaran, dan ingin sekali ajak Natalia pacaran setelah menikah, sudah lah jangan berfikiran negatif ke saya, doain saja proses pernikahan lancar,hari pernikahan lancar,dan rumah tangga awet sampai kakek dan nenek saja" Lanjut Boby yang malas dicurigain oleh Rudi dan Bowo, walaupun dugaan mereka benar, tapi Boby berusaha menjaga rahasia yang diminta oleh Satria, demi Natalia tidak menjadi penggoda kaka iparny dan tidak merusak rumah tangganya Satria yang baru setahun menikah harus ada cobaan orang ketiga dan saudara sendiri yang mau merebut Satria dari Marsya