
Rangga setelah melihat Satria dan Marsya pulang langsung memikirkan keinginnnya Lusi dan Nando yang ingin dirumahnya ada ART, supaya Marsya tidak cape membantu merapihkan rumah.
" Kenapa saya tidak bisa tegas seperti Nando yah yang ingin sekali punya ART dirumah ini, apa lagi sekarang Marsya lagi program punya anak, bagaimana ini, mau bagaimanapun rumah ini punya Iis harus menghargai keinginan dia yang tidak ingin ada yang bantuin merapihkan rumah sama sekali, tapi bahaya juga tidak Marsya bantuin merapihkan rumah bisa bisa kelelahan dan program punya anaknya gagal, astaga bingung sekali" Ucap Rangga bingung, karena tidak bisa menolak keingiannya Iis sama sekali
Rangga langsung masuk kedalam rumah setelah mobilnya Satria bener bener bener sudah pergi jauh dari rumahnya.
..........................................................................................................................
Lusi melihat sarapan yang bagus untuk program ibu hamil untuk Marsya konsumsi, membuat Lusi langsung masak sesuai resep yang sudah dibacanya.
" Mumpung Marsya belum bangun, jadi bisa masak untuk Marsya, jangan sampai dia ikut masak" Uucap Lusi yang siap siap untuk membuatkan sarapan untuk Marsya, Nando,dan Satria. sebelum berangkat ke kantor
Dilain sisi, Natalia melihat Anisa sapu bawah tangga, membuat Natalia mau isengin Anisa mumpung Rangga ada dikamar bersama Iis untuk memberikan vitamin pagi untuk Rangga.
" Tante pagi pagi sudah sapu seperti ini, cocok sekali loh tante kerjakan sendirian tanpa saya dan bunda bantu sama sekali" Ucap Natalia senyum sinis melihat Anisa yang masih pakai daster dan belum mandi
" Astaga Natalia, kenapa bicara tidak sopan seperti itu ke mamah, tidak sopan sama sekali sayang" Ucap Anisa, Anisa berusaha bersikap baik ke Natalia menganggap Natalia sebagai anak sendiri, karena Natalia anak kandungnya Rangga yang wajib juga diberikan perhatian dan kasih sayang
__ADS_1
" Memangnya saya peduli dianggap tidak sopan ke tante, lagian tante siapa sih dirumah ini? cuman perempuan tidak tahu diri, plakor, dan perusak rumah tangga orang lain,yang lagi akur akurnya tapi jadi sering berantem cuman karena tante dan anak tante yang tidak tahu diri sama sekali, sampai kapan pun saya benci tante dan tidak akan pernah menerima kehadiran tante, walaupun sebanyak apapun kebaikan tante tidak akan pernah merubah sikap saya ke tante mengerti" Tegas Natalia, Natalia acak acak sampah yang sudah Anisa rapihkan dan langsung pergi begitu saja, Natalia tidak peduli jika Anisa marah, dengan apa yang sudah Natalia lakukan
Anisa melihat kelakuan Natalia yang tidak sopan, berusaha sabar dan langsung rapihkan kembali sampah yang sudah berantakan akibat ulahnya Natalia barusan
Dilain sisi, Iis setelah memberikan vitamin pagi untuk Rangga, langsung ajak Rangga mandi dan siap siap ke panti asuhan, sejujurnya Iis tidak suka melihat Rangga jadi sering urusin anak orang,semenjak Marsya punya panti asuhan sendiri
" Sayang, aku ingin sekali ajak anak anak panti untuk jalan jalan,enaknya ke mana yah sayang yang seru untuk anak anak kunjungi?" Tanya Rangga pakai baju pilihannya Iis
" Ke pantai saja sayang, jalan jalan murah dan tidak ribet sama sekali kan: Ucap Iis, Iis tidak ingin Rangga bayarin acara piknik anak anak panti asuhan
" Yah sayang, ke depan yuk kita bantuin mamah sapu luar sayang" Lanjut Iis pura pura mau bantuin Anisa sapu rumah, supaya Rangga tidak curiga dengan niatnya Iis yang tidak ingin ada jasa orang lain sama sekali
Dilain sisi, Satria bahagia sekali, karena Marsya masih pagi sudah menawarkan diri untuk memberikan vitamin dua kali sebelum berangkat kerja.
" Aaaahhh,sayang, mulai hari ini kita ganti yuk panggilan sayangnya bagaimana? supaya kedengarannya romantis sayang?" Tanya Dan Desa hannya Marsya yang semakin lama semakin merdu didengar oleh Rangga
" Sayangnya aku mau dipanggil apa? papah dan mamah? ayah bunda? mami dan papi?" Tanya Rangga yang setuju mengganti nama panggilan sayangnya, Rangga pelan pelan menggerakan pinggangnya
__ADS_1
" Mami dan papi saja sayang, apa mau? aaaahhhhhh papi sayang sunggung luar biasa?" Tanya dan Desa hannya Marsya, Marsya yang tidak inging panggilan ayah dan bunda, karena panggilan kesayangannya itu untuk orang tuanya saja
" Tentu boleh dong mami sayang, terimakasih yah mami sayang sudah memberikan vitamin dua kali pagi ini sayang, aku bener bener bahagia sekali mami sayang" Lanjut Satria bahagia sekali karena hari ini Marsya bener bener memberikan vitamin yang dobel
Marsya ngangguk dan seneng saja memberikan vitamin yang banyak untuk Satria pagi ini.
Dilain sisi, Natalia dan Iis bener bener menolak keinginannya Rangga untuk pakai jasa orang lain lagi untuk merapihkan rumahnya, apa lagi cuman ada Marsya yang akan sering nginep dirumah dan lagi program punya anak, seperti dispesialkan dan dimanja oleh Rangga.
" Ayah sudah memutuskan untuk tetep memakai jasa ART untuk bantuin merapihkan rumah ini, Bunda mau kan punya cucu pertama bunda? apa bunda tega membuat Marsya gagal punya anak karena bantuin kita merapihkan rumah ini?" Tanya Rangga berharap Iis mau dibujuk oleh Rangga
" Enak sekali Marsya dimanja seperti itu oleh ayah, saya iri sekali mendengarnya" Protes Natalia kesel karena Marsya dimanja oleh Rangga
" Sayang, jika kamu sudah menikah dan menjalankan program punya anak juga sampai mengandung, pasti ayah manja juga kok, ngapain iri sama kaka sendiri sih Natalia, sudah yah jangan menolak, lagian dulu kita pakai ART terus kan, ayah memang senang kita setelah tidak memakai jasa orang lain untuk merapihkan rumah ini, tapi tapi alangkah enaknya pakai jasa orang lain yah Natalia dan bunda, sudah cukup lah kita merasakan cape dan senang urus rumah sendiri tapi waktu jalan jalan kita kurang, karena sudah lelah beberes kan hampir seharian, lagian bunda sudah lama juga tidak ke salon kan sayang." Bujuk Rangga berharap jika Iis mau pakai jasa orang lain lagi,untuk merapihkan rumahnya
" Ayah bener sih, semenjak beberes rumah sendirian, bunda sudah jarang sekali ke salon sayang, baik lah kita cari ART lagi" Lanjut Iiis pasrah dan mau turutin apa kata Rangga, walaupun gagal kerjain Anisa lebih lama lagi
" Terimakasih mas, tanpa kamu tahu, kamu sudah kurangin beban aku sayang untuk tidak terlalu cape membersihkan rumah ini sendirian" Batin Anisa merasa lega dan bahagia karena Rangga sendiri lah yang mau pakai jasa orang lain lagi. Anisa tidak peduli jika Iis kesel tapi setidaknya Anisa tidak cape lagi dan Marsya setiap nginep dirumah pun tidak merasa cape juga
__ADS_1