
Rangga dan Anisa masuk kedalam kamar, ternyata sudah ada Iis yang duduk disofa dan sambil memainkan laptopnya, Iis senyum sinis melihat Rangga dan Anisa masuk kedalam kamar.
" Kamu pasti puas dan bangga sekali ya Anisa, mendengar ayah minta Satria mampu menjalankan tiga perusahaan sekaligus, padahal Natalia mau menikah dengan orang sukses, apa ayah merendahkan calonnya Natalia yang seorang asisten CEO? padahal Boby juga hebat mampu punya banyak proyek yang didapat selama kerja, Marsya yang cuman menjalankan perusahaan pemberian ayah pungut saja terlalu dibanggakan didepan banyak orang, dimana otak dan hati ayah hah bicara seperti tadi, ayah lupa siapa pemilik perusahaan itu dan siapa yang membuat drajat ayah seperti sekarang hah? tega sekali merendahkan anak sendiri seperti hah!?" Tanya dan bentak Iis kecewa dengan Rangga, yang bicara tidak difikirkan akibatnya sama sekali
" Maafkan aku sayang, aku tidak bermaksud merendahkan anak kita dan merendahkan Boby seperti tadi sayang, maaf jika aku lupa kalo Natalia mau menikah cepat, aku minta maaf dan mengakui kesalahan aku sayang" Ucap Rangga menyesal karena lupa jika Natalia mau menikah
__ADS_1
" Saya justru sedih, karena ayah cuman fokus ke Satria seperti tadi, saya juga kesel dengan ucapannya ayah seperti tadi" Ucap Anisa yang akhirnya ikut bicara, tadi Anisa sengaja banyak diam supaya suasana tidak semakin buruk
" Halah kalian cuman benalu dihidup saya, cuman karena Natalia membiarkan anak kalian kerja sudah berani merendahkan anak saya seperti tadi, saya bener bener kecewa dengan kamu Rangga, setelah kamu ketemu dengan Anisa sikap kamu bener bener berubah tidak semanis sebelum ketemu Anisa sama sekali, setelah ketemu dengan Anisa kamu jadi seenaknya dan semakin pilih kasih, jika kamu tidak tulus mencintai saya untuk apa ajak pacaran sampai menikah, jika dulu saya tahu sikap kamu akan seperti ini selama ketemu Anisa, saya tidak akan sudi mau pacaran dengan orang susah seperti kamu, membantu kamu untuk kuliah demi membantu kamu mendapatkan gelar, dan ayah saya memberikan kamu perusahaan untuk mengangkat drajat kamu dari orang susah ke orang mampu, tapi ini balasan kamu atas kebaikan saya dan keluarga saya, kamu sadar tidak jika sikap dan ucapan kamu berubah semenjak ketemu Anisa pertama kali dan ajak Anisa menikah, seolah kamu tidak mencintai saya dan menikahi saya karena harta saja, memangnya kamu fikir kamu siapa yang bisa seperti ini ke saya dan anak saya?" Tanya Iis panjang kali lebar, Iis sedih dengan sikapnya Rangga yang seenaknya tidak memikirkan perasaan Natalia anak kandungnya sendiri
" Maafkan aku sayang, aku bener bener lupa jika Natalia akan menikah sayang, aku fokus mempertahankan perusahaan sayang , dengan percaya sepenuhnya ke Satria maafkan aku jika bunda, Natalia, dan Boby tersinggung sayang" Lanjut Rangga menyesal sudah membuat Iis marah dan kecewa seperti sekarang
__ADS_1
" Saya mohon jangan bercerai, saya selalu minta ayah untuk tidak terlalu pilih kasih ke kita maupun ke anak anak, saya mohon kalian jangan bercerai, kita bisa tetep menjalankan pernikahan poligami ini dengan bahagia dan bersikap adil" Lanjut Anisa berharap Rangga tidak setuju dengan perceraian yang Iis inginkan
" Jangan bercerai yah sayang, aku janji tidak akan bicara sembarangan seperti tadi, kita sudah tua, punya menantu, dan mau punya cucu kan masa bercerai sayang, Natalia juga mau menikah sayang, masa dihari pernikahannya kita sudah bercerai sayang, maafkan ucapan aku yang dianggap seenaknya sayang" Bujuk Rangga bener bener menyesal bicara seenaknya seperti tadi
Iis langsung merapihkan meja dan tidak ingin merespon ucapannya Rangga tadi, Iis bener bener sakit hati dengan Rangga, dengan mudah bicara seenaknya, dengan mudah minta maaf karena lupa Natalia mau menikah dan tidak menghargai Boby tadi saat makan malam bersama
__ADS_1
Rangga yang melihat Iis cuman diam saja, menjadi merasa bersalah karena bicara seenaknya, Rangga mengakui jika Iis bener bener tulus mencintai Rangga sampai rela paksa ayah nya untuk biayai kuliah sampai selesai, bahkan dengan relanya minta perusahaan ayah nya untuk Rangga jalanin. sekarang Rangga dengan mudahnya membuat Iis tersinggung, sedih, dan sakit hati. Rangga yang menganggap Satria dan Marsya yang bisa kerja, tapi Natalia tidak bisa kerja sampai membuat Rangga tidak menghargai anak sendiri, dengan bisa menjaga ucapannya didepan banyak orang