KEMARIN BUNDA ADA DISINI 2

KEMARIN BUNDA ADA DISINI 2
Om minta maaf


__ADS_3

Rangga yang melihat Boby jalan ke depan pintu rumahnya, langsung ajak Boby bicara sebelum ketemu Natalia dan Iis.


" Boby tunggu sebentar, ada yang mau om bahas bersama kamu." Ucap Rangga yang ingin secepatnya masalah salah faham berakhir.


" Mau bicara apa om?" Tanya Boby berusaha sopan didepan Rangga, walaupun cukup tersinggung karena Rangga tidak menghargai Boby sebagai calon suaminya Natalia, dan mampu menjalankan perusahaan nya Rangga.


" Om minta maaf, soal kemarin yang minta Satria handel perusahaannya om dan tidak pernah bahas soal perusahaan ke kamu sama sekali." Lanjut Rangga menyesal, karena tidak pernah melibatkan Boby dengan urusan kantor.


" Sebelum bicara harusnya difikirin dulu om, dampak untuk orang lain seperti apa.  Om juga tidak bisa seenaknya memutuskan sendiri siapa yang pantas menjadi pengganti om, selama suaminya Natalia mampu untuk jalanin perusaahan yah itu lah yang pantas menjadi pengganti om, karena perusahaan itu kan memang punya Natalia dari kakek nya. Jadi suaminya Natalia lah yang punya hak penuh atas perusahaan itu, bukan suaminya Marsya, karena Marsya orang lain bagi keluarga besarnya Natalia walaupun dia anak kandung om. Jujur saya sedikit tersinggung karena om seperti tidak menghargai saya sebagai calon suaminya Natalia dan saya tersinggung karena om mengira saya tidak mampu jalanin perusahaan om bahkan om tidak pernah bahas masalah perusahaan sama sekali ke saya, dengan mudahnya om bilang bahwa Satria harus mampu handel tiga perusahaan sekaligus, selama Marsya mengandung. Siapa yang tidak marah om jika mendengar seperti itu om apa lagi Tante Iis yang sebagai pewarisnya pasti lah marah ke om" Tegas Boby terus terang,  Boby tidak peduli dianggap tidak sopan karena Rangga sendirilah yang bikin Boby kesel dengan ucapannya.


" Kamu bener, om terlalu fokus ke Satria dan Marsya saja, om minta maaf kalo selama ini tidak pernah bahas soal perusahaan ke kamu, selama belum menikah om tidak ingin membebani kamu. bukanTidak menghargai kamu sebagai calon suaminya Natalia dan om tahu prestasi kamu selama ini yang selalu berhasil mendapatkan proyek untuk perusahaannya Satria.pasti om akan angkat kamu sebagai pengganti om diperusahaan setelah kamu dan Natalia resmi menikah, karena om tidak meragukan ke mampuan kamu dalam bekerja dan kamu layak menjadi pengganti om selama kamu menjadi suaminya Natalia." Lanjut Rangga yang menyesal selama ini tidak pernah membahas soal perusahaan ke Boby, padahal sebentar lagi akan menikah dengan Natalia.


" Baik lah om, saya hargai penjelasan om. Tolong lain waktu harus difikirin lagi apa yang mau disampaikan ke orang lain, jangan sampai seperti ini terulang lagi om." Lanjut Boby yang tidak ingin marah terlalu lama, lagian Rangga calon mertuanya tidak baik juga marah terlalu lama dengan calon mertua sendiri.


Rangga setuju dan merasa malu sekali dengan ucapannya kemarin, Rangga langsung ajak Boby untuk masuk kedalam rumah, supaya bisa sarapan bersama Natalia, Iis, dan Anisa.


Dilain sisi, Anisa melihat Iis lebih banyak diam, meresa tidak enak hati membuat Iis marah seperti sekarang, cuman karena kemarin ucapannya Rangga.

__ADS_1


" Is, apa kamu masih marah, karena ayah terlalu mementingkan Marsya dan Satria?" Tanya Anisa sedih melihat Iis tidak seperti biasanya, Iis selalu saja ada saja alasan untuk kerjain Anisa setiap harinya


" Jelas marah lah, lagian marah ke kamu tidak ada gunanya juga, tidak bisa membantu sama sekali kok, jadi diam saja lah benalu dari pada saya semakin benci sama kamu. Kamu cuman benalu bagi hidup saya dan anak saya sampai kapan pun mengerti" Tegas Iis yang tidak akan pernah menerima kehadiran Anisa sampai kapan pun, karena kehadiran Anisa tidak pernah membuat Iis bisa bahagia setiap Deket dengan Rangga, karena Rangga selalu memprioritaskan Anisa dan Marsya terus


" Maafin saya, saya juga tidak ingin menjadi plakor dan istri kedua seperti ini, jika bukan demi kebahagiaan Marsya tidak akan mau seperti sekarang" Lanjut Anisa sedih, karena kehadiran Anisa ternyata tidak membuat Iis bahagia selama bersama Rangga dan Anisa setiap saatnya.


Iis langsung keluar dari kamar, dari pada ladenin Anisa yang cuman membuat Iis marah dan sedih terus setiap kali ingat Rangga terlalu pilih kasih


Dilain sisi, Lusi menyiapkan bekal untuk Marsya makan di kantor, karena Lusi ingin memastikan makanan yang harus dimakan Marsya.


" Marsya ini bekal untuk Marsya makan di kantor yah, selama hamil Marsya harus bawa bekel makan di dalam kantor bersama Satria,  jangan beli diluar yah" Ucap Lusi, Lusi ingin memastikan apa saja yang akan dimakan oleh Marsya


" Terimakasih yah bunda, selalu mau repot untuk makanan Marsya di kantor, Marsya senang sekali setiap hari bisa bawa bekel masakan bunda lagi." Ucap Marsya senang karena Lusi tidak pernah bosan masak, dari kecil sampai dewasa Lusi selalu mau masak untuk Marsya bahkan untuk bawa bekel pasti Lusi yang masak


" Sama sama anak anak, ini dimasukin kedalam paparbage kalian yah" Lanjut Lusi, langsung masukin kotak makan untuk Marsya dan Satria kedalam paparbage


Lusi selalu senang bisa masak untuk Marsya, karena Marsya selalu habis setiap kali dibawakan bekel oleh Lusi.

__ADS_1


Dilain sisi, Natalia yang masih marah dengan Rangga belum bisa bicara sama sekali dengan Rangga, selama makan Natalia cuman mau bicara dengan Bobby dan Iis.


" Bunda, hasil desain proyek kemarin sudah Natalia kirim ke email client, kemarin pas dikantor sebelum pulang" Ucap Natalia bahagia karena bisa fokus kerjain proyek yang diberikan Iis dan hasilnya lumayan rapih.


" Alhamdulillah sayang, Iyah sayang bunda tahu kemarin temen bunda kasih tahu jika Natalia sudah mengirimkan hasil desainnya, dan lagi mereka lihat." Ucap Iis bahagia dan lega, karena Natalia bisa juga kerjain proyek yang ada


" Proyek apa Natalia? Kok ayah tidak tahu jika ada proyek yang kamu kerjain?"  Tanya Rangga kaget dan penasaran karena Natalia mendapatkan proyek, tanpa Rangga tahu dan Rudi tidak pernah cerita ke Rangga soal proyek yang dikerjakan oleh Natalia


" Mana ayah tahu jika Natalia ada proyek, jika yang ayah perhatikan saja cuman anak kesayangan dan menantu kesayangan ayah saja kan sedangkan Natalia tidak pernah diperhatikan oleh ayah sama sekali" Lanjut Natalia dengan sinis melihat Rangga


" Sayang, ke kantor yuk kita kerja dari pada disini percuma Deket dengan orang yang tidak bisa menghargai kita sama sekali" Sambung Natalia langsung berdiri dan ajak Bobby untuk ke kantor, dari pada melanjutkan makan bersama Rangga.


" Makanan Natalia kan belum habis sayang" Lanjut Rangga sedih karena Natalia masih marah dengan Rangga


Natalia langsung tarik tangannya Bobby untuk meninggalkan meja makan lagi, karena malas terlalu lama dideket Rangga.


Bobby cuman pasrah saja diajak oleh Natalia pergi.

__ADS_1


Iis yang melihat Natalia masih marah dengan Rangga, langsung meninggalkan dapur percuma terlalu lama dideket Rangga dan Anisa.


__ADS_2