KEMARIN BUNDA ADA DISINI 2

KEMARIN BUNDA ADA DISINI 2
Proses awal


__ADS_3

Marsya sebelum berangkat kerja kasih tahu Anisa, Rangga, Iis, dan Natalia.jika Marsya dan Satria hari ini ingin menjalankan program punya anak, melakukan pemeriksaan awal  kondsi kesehatan untuk Marsya dan Satria.


" Mamah,Ayah, dan bunda. doain yah proses awal Marsya dan Satria punya anak berjalan dengan lancar" Ucap Marsya tidak sabar ingin melakukan  tes kesehatan pertama kalinya


" Yang bener Marsya? Marsya beneran sudah siap menjadi seorang ibu sayang?" Tanya Rangga tidak menyangka jika Marsya mau menjalankan program punya anak


" Bener ayah, kita sudah menunda hampir setahun dan selalu iri melihat keluarga yang lengkap punya anak, apa lagi sering melihat baju anak maupun perlengkapan anak, selalu iri melihatnya dan selalu membayangkan punya barang barang untuk anak, oleh karena itu kita berdua memutuskan untuk punya anak" Lanjut Marsya yang ingin sekali memberikan keturunan pertama untuk Satria dan tidak terlalu lama menunda punya anak


" Alhamdulillah sayang,jika kalian sudah sepenuhnya siap punya anak, mamah selalu mendoakan yang terbaik untuk kebahagiaan rumah tangga kalian, apa mamah boleh ikut untuk temani kalian pemeriksaan pertama kalian?" Tanya Anisa yang ingin temani Marsya untuk pemeriksaan kesehatan untuk Marsya,


" Ngapain sih Anisa, nanti saja lah jika sudah positif saja, biarkan mereka menjalankan proses program punya anak berdua dulu, biarkan mereka menjalankan momentum berdua dulu, kita sebagai orang tua harus tahu waktu yang tepat untuk temani anak ke dokter kandungan" Ucap Iis berusaha melarang Anisa ikut, karena jika Anisa pergi maka Iis sendiri yang merapihkan rumah, tentunya Iis tidak akan biarkan itu terjadi


" Apa kata bunda bener, kita biarin mereka saja dulu yang jalanin proses program punya anak, jika sudah positif baru kita temani setiap bulannya untuk melakukan kontrol kandungan yah" Ucap Rangga yang ingin membiarkan Anisa dan Satria menghabiskan waktu berdua tanpa diganggu dengan kehadiran orang tua sama sekali


" Yah sudah jika memang seperti itu, mamah setuju sayang, kalian hati hati dijalan yah ke rumah sakitnya" Lanjut Anisa pasrah, karena Rangga melarang Anisa untuk ikut ke ruma sakit


" Yes, sudah beberapa kali ayah ada dipihak aku, bagus jangan biarin Anisa seenaknya dirumah ini" Batin Iiis penuh kemenangan, karena Rangga sering membela Iis dari pada Anisa, membuat Iis bahagia melihatnya

__ADS_1


Dilain sisi, Nando minta bantuan Bowo untuk handel perusahaan karena Nando dan Lusi mau temani Marsya dan Satria ke rumah sakit.


" Bowo, tolong handel urusan kantor hari ini yah, kamu juga sekalian handel pekerjaan di perusahaannya Rangga, soalnya kan Marsya dan Satria hari ini mau ke rumah sakit melakukan pemeriksaan awal untuk program punya anak" Ucap Nando melihat Bowo yang sengaja diminta ke rumahnya sebelum berangkat ke rumah sakit


" Baik lah, saya akan bantuin Rudi hari ini, saya ikut senang sekali karena akhirnya Marsya dan Satria siap punya anak" Ucap Bowo ikut senang mendengar kabar Marsya mau punya anak


" Terimakasih yah Bowo, karena masih mau saya repotkan urusan kantor, kamu tahu sendiri kan perusahaannya Rangga baru saja bangkit dari keterpurukan setelah Marsya gantiin Natalia, kamu tanya saja dengan Rudi apa hari ini Rangga ke kantor atau tidak, jika tidak ke kantor kamu tolong bantuin Rudi yah" Lanjut Nando yang tidak tega jika perusahaannya Rangga tidak ada yang bantuin selain Rudi jika Rangga tidak ke kantornya


" Sama sama pak, insya allah saya bantu jika Rudi memang butuh bantuan pasti akan saya bantu kok, baik lah pak kalo begitu saya ke kantor dulu" Lanjut Bowo berdiri dan jalan keluar rumahnya Nando, untuk ke kantor karena hari ini tidak ada Marsya selama Marsya ada di rumah sakit.


Dilain sisi, Pertama kalinya Boby jemput Natalia untuk ke kantornya, Boby tahu jika Natalia malas kerja tapi Boby berusaha bujuk Natalia untuk mau kerja, atas permintaan Satria sebagai konsekuensi Boby menerima keinginannya Satria untuk menjadikan Natalia pacar sekaligus calon istri.


Dilain sisi, Satria dan Marsya jemput Nando dan Lusi untuk ikut ke rumah sakit, sebelum berangkat, Lusi ajak makan Satria dan Marsya dirumah.


" Hayo anak anak makan sebelum kita ke rumah sakit" Ucap Lusi langsung ambil nasi untuk Marsya, walaupun Marsya sudah dewasa tapi Lusi masih suka manjain Marsya dengan ambilin Marsya makan dan kadang suka disuapin jika Marsya yang minta


" Iyah bunda, setelah dari rumah sakit, kita langsung tinggal disini yah, Marsya kangen tidur disini bunda" Ucap Marsya manja, Walaupun Anisa ibu kandungnya tapi rasa sayang Marsya lebih besar ke Lusi, yang sudah mengisi hari hari Marsya lebih banyak dari pada Anisa

__ADS_1


" Boleh sayang, bunda juga rindu sayang" Lanjut Lusi bahagia karena Marsya rindu tidur dirumahnya dan rindu dengan kebersamaannya dengan Lusi


" Apa seterusnya akan bagi waktu seperti ini?" Tanya Satria penasaran, karena takutnya Anisa minta untuk nginep lagi


" Soal itu, kita akan bahas bersama Anisa, Rangga dan Iis. mau bagaimana pun kita harus menghargai keinginan mereka anak anak, tapi jika kalian tidak betah tinggal disana karena disakitin oleh Iis dan Natalia, kalian punya hak tetep tinggal disini seutuhnya, karena ayah tidak akan melarang maupun mengijinkan kalian tinggal disana, tapi keputusan nginep disana ada ditangan kalian jadi terserah kalian saja" Lanjut Nando tidak ingin egois untuk memberikan ijin maupun melarang Marsya untuk kumpul bersama keluarga kandungnya, Tapi Nando melarang tinggal di rumah Rangga jika tidak merasa bahagia dan penuh air mata


" Baik ayah kita mengerti" Ucap Satria, Satria mengerti maksud Nando, Satria bahagia melihat Nando yang bener bener ingin melihat Marsya bahagia dan tanpa ada air mata sama sekali jika tidak merasa nyaman ada dirumahnyya Rangga


Dilain sisi, Iis yang melihat asistenya Satria  datang ke rumahnya merasa aneh, karena setahu Iis hari ini Satria temani Marsya ke rumah sakit


" Kamu kesini mau cari Satria?" Tanya Iis menatap Boby jalan menghampiri Iis yang ada didepan pintu rumah


" Selamat pagi calon mertua, apa calon mertua tidak dikasih tahu Natalia jika kita ingin menikah?" Tanya Boby ramah melihat Iis


" Natalia belum cerita apapun kok ke tante, apa lagi soal kalian mau menikah, tante kaget dan bahagia mendengarnya jika kalian mau menikah, memangnya kapan jadian?" Tanya Iis bener bener kaget, karena Natalia tidak cerita apapun ke Iis soal hubungannya dengan Boby


" Kemarin tante, Boby ajak taaruf dan diterima baik oleh Natalia tante, dan Boby sudah sampaikan keinginan kita mau menikah ke orang tua Boby, mungkin dalam waktu dekat ini akan Boby kasih tahu acara lamarannya tante" Lanjut Boby berusaha berfikir positif, jika Natalia tipe cewek yang tidak terlalu sering terbuka dengan orang tua apa lagi urusan pribadinya

__ADS_1


" Alhamdulillah jika Natalia mendapatkan calon suami seperti kamu, tante setuju Natalia bersama kamu, yuk masuk kedalam rumah karena Natalia ada di kamarnya nanti tante panggilin Natalia" Lanjut Iis, Iis sejujurnya kesal karena Natalia tidak cerita, jika Natalia ingin menikah dengan Boby


" Alhamdulillah mendapatkan restu juga, terimakasih tante, iyah tante saya masuk kedalam rumah" Lanjut Boby merasa lega karena Iis memberikan restu Boby untuk menikah dengan Natali


__ADS_2