KEMARIN BUNDA ADA DISINI 2

KEMARIN BUNDA ADA DISINI 2
Apa yang


__ADS_3

Rangga tidak bisa tidur, memutuskan untuk ke rumahnya Nando lagi, berharap jika Anisa mau diajak rujuk dan Rangga tidak akan menyerah begitu saja menerima kenyataan kehilangan wanita yang amat di cintai oleh Rangga.


“ Anisa sayang, keluar lah sayang, aku mohon keluar lah” Teriak Rangga dari depan pintu masuk rumahnya Nando


“ Pak Rangga, maaf pak, ada apa anda teriak teriak didepan rumah?” Tanya Bik Sumini melihat Rangga yang tiba tiba datang dan teriak teriak didepan rumahnya Nando


“ Ayah, mau ngapain kesini?” Tanya Satria, Satria yang lewat ruang tamu tidak sengaja mendengar bik Sumini sebut nama Rangga, membuat Satria langsung kedepan


“ Mamah dan Marsya mana? Ayah ingin sekali ketemu dengan mereka,karena ayah sudah rindu sekali dengan mereka” Lanjut Rangga yang ingin sekali ketemu dengan Anisa dan Marsya


“ Kita bicara diluar saja ayah, jangan disini tidak enak dengan ayah Nando” Lanjut Satria, Satria tidak ingin membahas masalah yang seharusnya sudah selesai tapi masih saja dibahas oleh Rangga


“ Mamah dan Marsya ikut kan? Biar lebih cepet kita rujuk jika langsung bicara dengan mamah?” Tanya Rangga, Rangga sudah malas bujuk anak dan menantunya lagi, karena tidak memberikan perubahan sesuai keinginannya Rangga sama sekali


“ Baik lah, ayah langsung ke saung saja, nanti kita susul yah, saungnya ada disamping rumah” Lanjut Satria, Satria langsung masuk kedalam rumah untuk panggil Anisa dan Marsya, untuk bicara dengan Rangga

__ADS_1


Rangga langsung ke samping rumah, ternyata dibuatkan saung dan ayunan untuk duduk santai disamping rumah.


“ Niat sekali Nando, membuatkan seperti ini pantas saja Marsya semakin betah tinggal disini, apa lagi Marsya sebentar lagi akan memiliki anak, semakin tidak mau tinggal bersama saya” Ucap Rangga sedih dan kesel, karena Nando ada saja cara membuat Marsya betah dirumah


Dilain sisi, Satria bilang ke Anisa dan Marsya jika disamping rumah ada Rangga, yang ingin sekali bicara langsung ke Anisa dan Marsya.


“ Mah, disaung ada ayah dan mau ketemu kalian sekarang, menurut Satria sudah waktunya mamah ketemu ayah supaya ayah stop ganggu mamah lagi untuk membahas rujuk, karena Satria tidak enak dengan ayah Nando jika ada keributan terus” Ucap Satria yang sadar diri, jika Satria numpang tinggal dirumahnya Nando dan sering bikin keributan semenjak Anisa dan Iis mau cerai dari Rangga


“ Yah sudah sekarang kita kesana, mumpung Lusi dan Nando ada didalam kamar” Ucap Anisa merasa hal yang sama, jika masalah bersama Rangga harus diselesaikan.


Anisa kasih jaket untuk Marsya pakai supaya tidak merasa dingin, karena malam malam harus duduk didepan rumah


“ Alhamdulillah yah sayang,semuanya sudah selesai dan tinggal tunggu hari bahagia kita.” Ucap Bobby tidak menyangka jika sebentar lagi punya istri, dan mendapatkan istri karena dijodohkan secara tidak langsung oleh Satria


“ Iyah sayang,semuanya begitu cepet disiapkan yah sayang, tidak masalah kan setelah menikah kita tinggal disini untuk temani bunda?” Tanya Natalia yang tidak tega membiarkan Iis tinggal sendirian dirumah

__ADS_1


“ Tidak masalah sayang, semua anak yang baru menikah kebanyakan memang tinggal dirumah orang tua sayang, bahkan sampai anak anak kita dewasa pun masih tinggal bersama orang tua, tapi tergantung kalo nyaman dan orang tuanya bikin betah yah akan selamanya tinggal bersama orang tua, yah sama seperti Marsya dan Satria yang betah tinggal bersama ayah Nando dan bunda Lusi kan, yang bikin nyaman akan bikin betah anak setelah menikah sayang” Ucap Bobby sengaja, karena Bobby melihat bagaimana caranya Nando dan Lusi membuat Satria betah tinggal bersama orang tua angkatnya


“ Kamu bener, ayah Nando dan bunda Lusi mampu membuat kenyamanan untuk Satria dan Marsya untuk tinggal bareng sampai sekarang, insya allah cuman bunda disini sendirian tanpa ada ayah, kita akan betah tinggal disini sampai kita menua juga sayang” Lanjut Natalia yang yakin tidak aka nada yang namanya keributan lagi, selama Rangga tidak ada dirumahnya untuk selamanya


Bobby berharap hal yang sama, bisa betah tinggal bersama mertuanya, selama menjalani rumah tangga bersama Natalia dan berharap jika Iis bukan lah tipe mertua yang ribet


Dilain sisi, Rangga bahagia sekali karena akhirnya bisa ketemu lagi dengan Anisa, semenjak Anisa memutuskan untuk bercerai begitu sulit untuk ketemu dengan Anisa.


“ Sayang, akhirnya kita ketemu lagi, aku rindu sekali dengan mamah,Marsya, dan Satria” Ucap Rangga bahagia, bisa ketemu dengan Anisa


“ Tapi maaf, saya tidak rindu dengan suami seperti ayah yang tidak bisa menjadi suami yang baik untuk mamah dan tega menyakiti istri pertama cuman karena kehadiran mamah, sakitin begitu saja istri yang sudah menemani ayah selama bertahun tahun, menjalani hari hari bersama, maaf saya tidak ingin dianggap perempuan yang tega sakitin hati perempuan lain terus menerus, ayah bahkan mengabaikan anak kandung sendiri dan terlalu pilih kasih, memangnya ayah fikir saya dan Marsya bahagia dengan sikap seenaknya ayah seperti itu?” Tanya Anisa yang tidak menyangka laki laki yang selama ini dikagumi, bisa tega manfaati orang lain demi merubah kehidupan diri sendiri, supaya tidak hidup susah terus


“ Apa yang harus aku lakukan sayang, demi mendapatkan kepercayaan mamah lagi? Dan bisa rujuk lagi, kita bisa menjalani rumah tangga dengan bahagia, tanpaa ada orang ke tiga lagi dalam rumah tangga kita, kita bisa tinggal bersama Marsya dan Satria beserta cucu kita, kalian tidak usah tinggal disini lagi, karena kan Marsya punya orang tua kandung utuh, sudah cukup kalian tinggal disini” Lanjut Rangga yang tidak inggin tinggal jauh lagi dengan anak,menantu, dan cucunya juga.


“ Egois sekali ayah ini, Marsya sayang kalian semua dan tidak akan meninggalkan ayah Nando dan bunda Lusi, mau bagaimana pun mereka orang tua angkat Marsya yang begitu peduli dan perhatian ke Marsya, jika disuruh menjauhi mereka selamanya tentunya Marsya tidak akan pernah mau, kalo bagi waktu untuk tinggal masih mau” Tegas Marsya yang tidak akan meninggalkan Nando dan Lusi begitu saja.

__ADS_1


“ Yang bisa ayah lakukan sekarang adalah,menerima kenyataan yang ada, ini lah akibat dari keegoisan ayah dan harus bisa menjadi manusia yang lebih baik lagi, mamah tidak akan melarang anak anak memberikan perhatian dan memberikan biaya untuk kebutuhan ayah sehari sehari, tapi untuk rujuk kembali mamah tidak bisa, apa lagi ayah dengan mudah ancam Iis lagi untuk bujuk mamah supaya mau rujuk dengan ayah, ancaman ayah ke Iis jika Iis gagal bujuk mamah untuk rujuk bersama ayah, ayah tidak akan memberikan restu pernikahan untuk Natalia bersama Bobby, tidak datang diacara ijab Kabul dan resepsi pernikahan Natalia dan Bobby. Bagaimana bisa mamah mau menerima ajakan ayah untuk rujuk jika ayah masih saja setega itu ke mereka dan membuat mereka semakin sedih dengan sikap seenaknya ayah, tanpa memikirkan perasaan mereka sama sekali” Tegas Anisa yang sudah tidak ingin bahas rujuk lagi dengan Rangga, Anisa ingin hidup tenang walaupun tanpa adanya Rangga dikehidupannya


“ Ayah sudah dengar kan sendiri keputusan mamah, tolong hargai keputusannya mamah untuk tidak rujuk dan tetep bercerai, walaupun tidak bersatu kembali masih bisa ketemu kok walaupun dengan status saudara saja, ayah dengar sendiri kan kalo mamah tidak akan melarang kita untuk memberikan perhatian ke ayah tapi tanpa ada ikatan keluarga sama sekali. Lebih baik sekarang ayah pulang dan jangan bikin keributan disini, karena kita tidak enak dengan ayah Nando dan bunda Lusi” Tegas Satria berusaha sopan dengan Rangga, walaupun kesel karena lagi lagi Rangga membuat Marsya sedih dengan ucapannya yang seenaknya


__ADS_2