KEMARIN BUNDA ADA DISINI 2

KEMARIN BUNDA ADA DISINI 2
Tidak bisa


__ADS_3

Marsya melihat Rangga masuk kedalam ruangannya bahagia sekali, melihat Rangga dalam keadaan sehat dan bajunya sudah ganti.


" Bagaimana kabar anak dan cucu ayah yang ada didalam" Ucap Rangga senyum bahagia, akhirnya bisa ketemu lagi dengan Marsya.


" Alhamdulillah ayah sehat, ayah tinggal dimana sekarang?." Tanya Marsya sambil peluk Rangga, Marsya rindu sekali dengan Rangga dan kwartir Rangga tinggal dimana semalam, sebelum dapat kabar dari Rudi.


" Alhamdulillah sehat nak, ayah dirumahnya om Rangga sayang, mamah mana sayang?" Tanya Rangga, Rangga bener bener rindu dengan Anisa.


" Kok cuman mamah yang ditanya sih ayah, kenapa tidak bunda juga yang ditanya?" Tanya Marsya heran, karena Rangga tidak tanyakan dimana Iis berada


" Iis bukan lagi istri ayah, jadi ngapain sih ditanya lagi nak, istri ayah cuman mamah Anisa dan anak ayah cuman kamu seorang nak tidak ada lagi sayang. Jadi tidak usah tanya Iis lagi yah sayang dan Iis bukan lah bunda kamu" Lanjut Rangga, Rangga dengan mudah mengabaikan Iis karena selama ini Rangga tidak pernah mencintai Iis sama sekali.


" Astaga tega sekali ayah, mamah ada dirumahnya bunda Lusi, jika sikap ayah seperti ini terus Marsya ragu mamah mau rujuk kembali dengan ayah" Lanjut Marsya, Marsya langsung jalan ke sofa karena sudah tidak kuat terlalu lama berdiri.


" Apa Marsya rela jika mamah dan ayah bercerai cuman karena Iis saja? Apa Marsya tidak ingin melihat kedua orang tua Marsya akur dan tinggal bersama? Apa Marsya tega melihat ayah tinggal sendirian dan numpang terus dengan om Rudi?" Tanya Rudi, Rudi berusaha bujuk Marsya supaya tidak membiarkan Rangga dan Anisa berhasil bercerai.


" Ayah terlalu egois mementingkan diri sendiri terus, tidak menghargai perasaan orang lain, mamah tidak ingin bahagia diatas kesedihan perempuan lain dan tidak ingin mendapatkan omongan negatif dari orang orang, jika tahu ayah dan bunda bercerai karena kehadirannya mamah dan membuat sikap ayah semakin berubah ke bunda. Menyesal karena masa lalu itu wajar, tapi bukan berarti boleh seenaknya mengabaikan istri pertama begitu saja, dan seenaknya pilih kasih ayah. kurang apa sih bunda ke ayah selama kenal dan tinggal bersama? Sikap ayah seperti ini terus, tidak akan pernah bisa meluluhkan hati mamah untuk kembali jika ayah terus menerus egois?" Tanya Marsya, Marsya kali ini tidak ingin egois lagi dan mengabaikan perasaan nya Iis dan Natalia seperti awal ketemu dengan Anisa dan Rangga


" Tapi dari dulu sampai sekarang ayah bener bener mencintai mamah kamu sayang, bukan Iis perempuan itu cuman ayah manfaatin supaya jadi kaya raya sayang, bukan untuk dicintai sepenuh hati seperti mamah Anisa sayang, tolong mengerti perasaan ayah sayang dan mau yah melihat kita bersatu kembali" Lanjut Rangga berusaha tidak marah, saat tahu Marsya menolak Rangga mau rujuk dengan Anisa.

__ADS_1


" Tidak bisa, selama ayah egois tidak akan pernah bisa ajak mamah menikah lagi, karena sudah cukup mamah dan Marsya menjadi penyebab kesedihan bunda dan Natalia selama ini." Tegas Marsya yang berusaha tidak tergoyahkan dengan bujukannya Rangga sama sekali.


Rangga yang mendapatkan penolakan dari Marsya, rasanya ingin marah tapi tidak tega marah ke Marsya anak yang dirindukan dan paling disayanginya


Dilain sisi, Satria, Boby, dan Rudi. Ketemuan di kantornya Satria karena mau membahas keadaannya Rangga, dan juga bahas tempat tinggal untuk Rangga kedepannya.


" Pak Rangga semalam datang ke rumah saya, katanya kemarin kedua istrinya mau bercerai dengan pak Rangga selain itu tidak bawa apapun ke rumah saya, bahkan untuk bayar taxi saja tidak bisa akhirnya pakai uang satpam di rumah saya." Ucap Rudi terus terang


" Astaga sampai tidak bawa uang sama sekali, segitunya yah perempuan jika sudah marah ke suami apa lagi jika semuanya milik istri, suami tidak bisa melakukan apapun jika semuanya diambil." Ucap Bobby tidak menyangka jika Iis bisa tega dengan Rangga, bahkan tidak memberikan uang sama sekali.


" Yah begitu lah Bobby, lebih baik kita berjuang dari nol usaha sendiri dan berjaya karena hasil usaha sendiri bukan pemberian dari orang lain. Jika sudah seperti ini yah jelas bunda tidak bisa disalahkan, dengan nasibnya ayah yang tidak punya apa pun" Lanjut Satria yang tidak menyalahkan Iis, karena tega membiarkan Rangga tidak memiliki apapun.


" Ayah akan tinggal di apartemen saya saja om, semuanya akan ditanggung oleh saya dan Bobby untuk memenuhi kebutuhannya ayah selama ayah belum memiliki istri lagi." Lanjut Satria yang mau tanggung biaya hidupnya Rangga Yaang tinggal sendirian.


" Baik lah Satria, saya juga akan membantu biaya kehidupannya ayah,walaupun tidak dihargai oleh ayah tapi sebagai menantu saya berusaha peduli dengan mertua sendiri, apa lagi tinggal sendirian kan." Lanjut Bobby yang berusaha mau bantuin kebutuhan hidupnya Rangga yang tinggal sendirian, dan sudah tidak memiliki pekerjaan sama sekali.


Satria yang mendengar Bobby mau membantu mertuanya, sangat bahagia dan lega karena Bobby tidak lepas tangan akan nasibnya Rangga sekarang.


Dilain sisi, Iis ketemu dengan Anisa, untuk menyerahkan surat perceraiannya untuk diproses dan supaya resmi bercerai dengan Rangga.

__ADS_1


" Anisa kamu yakin kan bercerai dengan Rangga? Mana surat cerainya apa sudah dibuat?" Tanya Iis memastikan Anisa tidak membohonginya


" Iyah yakin Is, ini surat cerai yang kamu minta dan saya mau ikut untuk menyerahkannya." Ucap Anisa, Anisa berusaha ikhlas harus kehilangan lagi orang yang dicintainya untuk selamanya. Anisa tidak ingin menjadi perempuan egois untuk ke dua kalinya.


" Bagus yuk, saya tidak terima jika Rangga bisa mengabaikan saya dan manfaatin saya sesuka hati dia tapi ke kamu begitu tulus ke kamu, Dia yang ajak nikah dan dia sendiri yang sakitin saya sesuka hati saya." Lanjut Iis tidak terima jika Anisa bisa bahagia bersama Rangga sedangkan dirinya pisah begitu saja tanpa ada niatan memperbaiki sikapnya.


" Iyah Is, hayo kita serahkan surat perceraian kita dan kita akan tenang tanpa punya suami yang tidak bisa bersikap adil ke istrinya " Lanjut Anisa berusaha menenangkan Iis, supaya tidak marah terus ke Rangga.


Iis langsung ajak Anisa untuk ke mobil dan jalan bareng untuk serahkan surat perceraiannya, supaya bisa resmi pisah dengan Ranggaa.


Dilain sisi, Satria melihat Rangga ada di ruangannya Marsya, berusaha santai dan senang melihat mertuanya ada di kantornya Marsya.


" Satria akhirnya datang juga kamu, ayah ingin bicara dengan kamu nak." Ucap Rangga berharap Satria mau bujuk Marsya, untuk membatalkan niatnya Anisa untuk bercerai


" Ada apa ayah? Apa yang mau ayah bahas bersama saya?" Tanya Satria yang menduga, Rangga berusaha bujuk Marsya dan Satria untuk batalin niatnya Anisa untuk tidak menceraikannya.


" Apa kamu tega melihat mertua kamu bercerai? Bantuin ayah dong bujuk Marsya untuk mau bujuk mamah tidak menceraikan ayah, padahal kita bertiga baru ketemu masa harus bercerai begitu saja, apa kamu tega melihat mertua kamu jadi duda diusia yang tidak muda lagi dan tinggal sendirian saja ." Lanjut Rangga dengan wajah yang dibuat sesedih mungkin, Demin mendapatkan simpati Marsya dan Satria


" Maaf tidak bisa ayah, Satria ikutin keputusannya Marsya dan mamah saja, Satria punya apartemen yang cukup nyaman untuk ayah tempati dan tidak usah kwartir akan ada yang bantuin ayah untuk merapihkan apatermen dan masak, ayah bisa ikut Satria sekarang kalo mau biar tahu tempat tinggalnya ayah" Lanjut Satria, Satria tidak ingin bujuk Anisa untuk membatalkan perceraiannya. Karena biar ada efek jera untuk Rangga supaya tidak seenaknya terus ke orang lain.

__ADS_1


__ADS_2