
Marsya yang ingat kejadian semalam merasa bersalah dengan Natalia dan tidak menyangka jika ucapannya Rangga, bisa membuat Natali dan Iis marah besar.
“ Sayang, sekarang apa yang harus kita lakukan, aku bener bener tidak enak dengan Natalia sayang, bisa bisanya ayah bicara soal pekerjaan, dan minta papi mampu handel tiga perusahaan sekaligus, ayah bener bener tidak menghargai Boby sama sekali sayang?” Tanya Marsya bingung dan sedih harus bagaimana menghadapi masalah yang ada
“ Sama sayang, aku juga tidak enak ke Boby sayang, karena ayah bisa seperti itu sayang, yah cuman bisa minta maaf dan Boby bener bener membantu kita sekali loh, aku juga kecewa dengan ayah soal kemarin” Ucap Satria merasa bersalah ke Boby, karena Rangga tidak menghargai kehadiran Boby dan tidak anggap Boby sebagai calon menantunya sama sekali.
" Iyah sayang, yuk ke kantor sayang" Lanjut Marsya sudah siap untuk berangkat ke kantor
Satria dan Marsya langsung keluar dari kamar dan sarapan bersama Lusi dan Nando sebelum berangkat kerja.
Dilain sisi, Boby ikut sarapan bersama Natalia dan Iis diruang tamu, Boby bersusah mengerti kenapa Iis tidak ingin sarapan bersama Rangga dan Anisa diruang makan
" Bunda, ada temen yang butuh proyek pembangunan stadion olahraga, apa kalian mau jalanin bersama? Itu proyek besar dan kalian akan untung besar pastinya " Ucap Iis yang merasa bersyukur punya banyak kenalan, yang butuh desain untuk membangun gedung gedung yang dibutuhkan
" Boleh juga bunda, Natalia akan berusaha untuk bisa membuat desain untuk stadion olahraga." Ucap Natalia yang ingin buktikan ke Rangga, jika Natalia bisa kerja juga
" Boleh deh Tante, akan saya bantu Natalia untuk membuat desain yang diinginkan oleh clien.' Ucap Boby yang akan membantu Natalia untuk membuat desain yang bagus
" Alhamdulillah terimakasih yah Boby, mau bantuin Natalia mendapatkan proyek pertamanya dan proyek besar lagi, tunjukkan ke orang orang tidak tahu diri jika kalian layak untuk sukses." Lanjut Iis yang bener bener kecewa dengan Rangga yang bener bener sakiti perasaannya.
Boby yang selama ini tidak pernah peduli dengan ucapan orang lain, selalu tunjukkan keberhasilan demi membalas ucapan sombong orang lain ke Boby dan berusaha merendahkan Boby begitu saja.
Rangga diam diam melihat Iis sarapan bersama Natalia dan Boby di ruang tamu, merasa bersalah sudah menyakiti perasaan orang yang sudah dicintai Rangga dan berjasa bagi kehidupannya Rangga.
" Sayang, bicaralah baik baik ke bunda sayang, soal semalam jangan sampai salah faham ini berkepanjangan sayang, aku tidak enak dengan bunda karena ayah terlalu membanggakan Marsya dan Satria sampai melupakan kehadiran Boby dikelurga kita sayang, jangan sampai kesedihan bunda berkepanjangan sayang" Bujuk Anisa yang tidak tega melihat Iis marah ke Rangga, walaupun selama ini Iis selalu jahat ke Anisa tapi Anisa tidak ingin membalas kejahatannya Iis.
" Iyah sayang, nanti aku minta maaf dan memperbaiki semuanya sayang, aku menyesal dianggap pilih kasih sayang" Ucap Rangga menyesal karena sudah tidak menghargai Boby sebagai calon menantunya.
" Iyah sayang, aku mohon jangan ada perceraian yah sayang, karena aku tidak tega melihat Natalia kehilangan ayah nya cuman karena aku dan Marsya yang dianggap membuat ayah berubah karena kita ada dikehidupan ayah dan bunda" Lanjut Anisa tidak ingin ada perpisahan antara Iis dan Rangga.
__ADS_1
" Aku usahakan sayang, sudah jangan sedih terus yah sayang, jangan memikirkan masalah ini terlalu lama yah sayang, aku tidak ingin mamah merasa sedih dan merasa bersalah sayang" Lanjut Rangga langsung peluk Anisa supaya tidak terlalu banyak pikiran dan sedih
Dilain sisi, Lusi siapin makanan untuk Marsya makan pagi ini dan Lusi juga siapin susu ibu hamil untuk Marsya minum setelah makanan nanti.
" Ibu hamil harus banyak makan, supaya Dede bayi nya selalu sehat dan tidak kekurangan nutrisi sama sekali." Ucap Lusi langsung kasih piring beserta lauk ke Marsya
" Pasti bunda, semalam saja Marsya makan didalam kamar bunda, tidak tega bangunin Satria alhirnya makan sendiri deh." Ucap Marsya yang langsung makan makanan yang sudah disiapkan oleh Lusi.
" Kenapa merasa tidak tega sayang, aku rela bergadang demi temani mami makan sayang besok besok wajib, bangunin aku jika mami makan ditengah malam yah" Ucap Satria yang akan temani Marsya makan, dan tidak ingin membuat Marsya makan sendirian lagi.
" Iyah sayang" Lanjut Marsya pasrah, karena menolak keinginannya Satria didepan orang tuanya pasti akan ditegur balik membuat Marsya nurut saja.
Satria mengupas jeruk untuk Marsya makan sebagai makanan penutup untuk Marsya makan.
Dilain sisi, Iis setelah melihat Boby dan Natalia jalan meninggalkan rumahnya, langsung masuk kedalam rumah, saat tiba diruang tamu Iis senyum sinis melihat Rangga dan Anisa yang duduk santai diruang tamu
" Bunda, ada yang mau ayah bicarakan dengan bunda" Ucap Rangga melihat Iis yang mau melanjutkan jalannya untuk masuk kedalam rumah.
" Aku ikut senang jika mereka bisa kompak sayang, kenapa bicara seperti itu ke aku sayang, Maafin kesalahan aku semalam sayang, aku mencintai bunda dan menyayangi Natalia sebagai anak kandung aku juga sayang, jangan seperti ini ke aku sayang, aku bener bener sedih melihat bunda seperti ini" Bujuk Rangga yang tidak menyangka jika Iis bener bener marah ke Rangga.
Iis yang masih benci dengan Rangga langsung jalan begitu saja, dari pada ribut terus lebih baik menghindar tanpa bicara sama sekali.
" Sabar sayang, berjuang lah mendapatkan hati dan kepercayaannya bunda sayang, aku mohon pertahankan rumah tangga kalian yah sayang" Ucap Anisa berharap jika Rangga dan Iis tidak bercerai karena amarah dan kekecewaan yang Iis rasakan ke Rangga.
" Aku akan berjuang sayang, aku tidak ingin membuat Natalia kehilangan kasih sayang ayah kandungnya. Cukup Marsya yang mengalami nya dan Natalia jangan merasakan juga pahitnya hidup tanpa ada sosok ayah dalam hidupnya." Lanjut Rangga yang akan berusaha meluluhkan hatinya Iis kembali.
Dilain sisi, Satria melihat Boby jalan masuk kedalam lobi kantor, langsung ajak Boby bicara soal kemarin, tapi ditolak oleh Boby.
" Boby saya mau membahas soal kemarin, apa bisa bicara sebentar?" Tanya Satria melihat Boby yang sikapnya beda ke Satria.
__ADS_1
" Maaf tidak bisa, ini masih jam kerja dan saya mau mulai kerja dan mengerjakan proyek yang diberikan oleh Tante Iis untuk saya ajarin Natalia membuat Desain bangunan untuk proyek besarnya" Ucap Boby yang tidak ingin bicara sama sekali bersama Satria, apa lagi masih jam kerja.
" Baik lah" Lanjut Satria yang tidak ingin paksa Boby sama sekali, apa lagi membahas salah faham karena Rangga kemarin.
Dilain sisi, Natalia melihat Marsya datang ke kantornya, langsung menatap sinis kearah Marsya yang sendirian ke kantor padahal masih pagi.
" Disini tidak ada ayah, atau kamu mau usir saya?" Tanya Natalia menatap sinis ke arahnya Marsya
" Saya kesini untuk membantu kamu untuk bisa menguasai pekerjaan kantor, saya ingin kamu tidak dipandang sebelah mata lagi oleh ayah, cuman karena kamu tidak mau kerja" Ucap Marsya yang peduli dengan Natalia dan mengerti perasaan sedihnya Natalia.
" Saya tidak butuh bantuan kamu, dari awal kamu muncul, sudah menjadi perusak kebahagiaan saya dan bunda tahu, apa lagi kehadiran ibu kamu yang cuman jadi parasit dirumah saya, liat lah dokumen itu" Lanjut Natalia sambil lempar dokumen tepat didepan badannya Marsya
" Ini kamu bisa bikin? Kenapa kamu tidak mau dari awal kerjain dengan benar?" Tanya Marsya melihat desain bangunan yang dibuat oleh Natalia.
" Malas lah, awalnya saya mau leha leha dirumah, dan jalan jalan bersama bunda membiarkan kamu yang kerja dan kita yang menghabiskan uang karena kamu karyawan saya. Dengan mudahnya ayah minta Satria handel perusahaan ini, padahal ayah tahu jika Boby calon suami saya dan ikut acara makan kemarin, seolah olah Boby tidak bisa kerja dan tidak layak untuk memimpin perusahaan kakek, sebegitu nya ayah membanggakan dan peduli dengan kamu dan Satria, bertahun tahun saya hidup bersama ayah, tapi ayah dengan tega mengabaikan calon suami saya yang punya hak lebih atas perusaahan ini.kalian cuman orang asing yang dipungut ayah kembali, cuman karena rasa bersalah ayah dan sebegitu nya ayah pilih kasih antara anak dan menantunya." Lanjut Natalia berusaha tidak sedih, karena Rangga bener bener tidak tanya Boby kapan menikah dan menawarkan Boby untuk menjadi penggantinya Rangga dikantornya.
" Saya tidak merasa jadi anak yang diutamakan oleh ayah kok, saya minta maaf Natalia mau bagaimana pun kita saudara jangan marah terus menerus tidak baik." Lanjut Marsya berusaha bujuk Natalia untuk tidak terlalu lama marahnya.
" Pergi lah!" Bentak Natalia yang langsung melihat komputer dan berusaha melanjut kan pekerjaannya, Natalia akan membuktikan jika Natalia layak menjadi pengganti Rangga dikantornya.
Marsya melihat Natalia cuek, bener bener merasa sedih dan bersalah,Marsya terpaksa keluar dari ruangannya Natalia dan kembali ke kantor, membiarkan Natalia melanjutkan pekerjaannya.
Dilain sisi, Satria setelah selesai kerja, langsung ke ruangannya Boby untuk bahas soal semalam, Satria bener bener merasa bersalah sekali ke Boby atas ucapannya Rangga yang seenaknya
" Boby saya minta maaf soal semalam, kamu pasti tersinggung dengan ucapan ayah mertua saya" Ucap Satria merasa tidak enak hati, karena Rangga tidak pernah membahas soal pekerjaan dan dengan mudah minta Satria mampu handel tiga perusahaan sekaligus.
" Saya kesel dan kecewa dengan om Rangga, beliau enak sekali minta kamu handel perusahaan nya begitu saja, tanpa bahaas bersama saya yang akan menjadi jadi suaminya Natalia. Selain itu juga saya sering sekali bantuin pekerjaan perusahaannya om Rangga dan selalu sukses. Menyesal saya bantuin kamu Satria jika tahu saya tidak dihargai oleh om Rangga sama sekali, pantas saja Natalia dan Tante Iis marah seperti kemarin" Ucap Boby yang menyesal sudah setuju menikah dengan Natalia dan tidak dihargai sebagai calon menantunya sama sekali.
" Terus sekarang mau kamu apa? Apa kamu mau membatalkan pernikahan kalian? Apa tega membuat Natalia sedih karena pernikahan nya tidak jadi, karena ucapan seenaknya ayah Rangga?" Tanya Satria tidak menyangka ucapan Rangga, membuat Bobby kecewa seperti ini
__ADS_1
" Saya akan bertahan dan tetep menikah, walaupun tidak dihargai oleh om Rangga, setidaknya saya masih ada Tante Iis yang bisa menerima kehadiran saya, saya berhenti kerja dari sini dan saya akan fokus kerja dikantornya Natalia saya rasa itu keputusan yang terbaik. Lagian juga hitungan hari saya dan Natalia akan membicarakan pernikahan dan akan saya percepat juga" Tegas Bobby semakin yakin mempertahankan hubungannya dengan Natalia.
" Syukurlah saya ikut bahagia dengernya, kamu tidak membuat Natalia sedih karena pernikahan kalian tetep berjalan, yah saya setuju kamu berhenti kerja karena setelah menikah kamu akan memimpin perusahaan nya Natalia juga kan. Terimakasih selama ini sudah bekerja dengan baik di perusahaan saya dan berjasa untuk perkembangan perusahaan saya, saya mengerti kamu akan menjadi pendamping Natalia untuk menjalani perusahaannya dan saya tidak sabar melihat kamu sebagai adik ipar saya" Lanjut Satria yang menerima keinginannya Bobby untuk berhenti kerja lebih cepat, untuk bantuin Natalia kerja dan jalanin perusahaannya tanpa bantuan Marsya dan Satria lagi.