
Boby selama perjalan menuju apatermennya memikirkan apa yang diinginkan bersama Natalia, membuat Boby tidak tega merusak Natalia sebelum halal dan Boby tidak ingin menyesal sebelum hari bahagianya tiba.
" Maaf sayang, aku tidak bisa merusak kamu sebelum halal, kamu mau kan melanjutkan hubungan ini dengan pacaran biasa saja tanpa ada kontak fisik sama sekali?" Tanya Boby berharap jika Natalia tetep mau melanjutkan hubungannya tanpa ada kontak fisik selama pacaran
" Kenapa sayang? kamu tidak percaya jika aku masih original? aku cuman bosan saja pacaran biasa saja sayang, aku ingin sekali mencoba pacaran ada kontak fisik pertama dan terakhir sampai halal bersama kamu?" Tanya Natalia sedih karena Boby menolak keinginannya
" Aku percaya sayang dan aku percaya didikan pak Rangga benar selama ini ke kamu, tapi kamu mau kan pacaran biasa saja, aku beneran serius loh mau taaruf bersama kamu, tapi untuk pacaran ada kontak fisik aku tidak mau sayang, tolong hargai niat baik aku untuk menjaga kamu sampai kita halal mau kan?" Tanya Boby berusaha bujuk Natalia untuk membatalkan niat gilanya untuk pacaran ada kontak fisik sampai halal, Boby tidak ingin rencana membantu Satria gagal total cuman karena menolak ajakan Natalia saja
" Menolak cowok sempurna seperti Boby, itu hal yang bodoh yang saya lakukan, baik lah jika dia mau pacaran biasa saja, mau bagaimana lagi dia tampan dan tajir juga" Batin Natalia rela menghilangkan keinginannya pacaran ada kontak fisik, dari pada tdak jadi pacaran dengan Boby
" Baik lah sayang, kita pacaran biasa saja sampai kita halal yah sayang" Lanjut Natalia pasrah menerima keingiannya Boby, dari pada jomblo terus
" Terimakasih sayang atas pengertiannya sayang" Lanjut Boby merasa lega karena akhirnya berhasil gagalin keinginannya Natalia yang ingin pacaran yang lebih
Dilain sisi, Rangga ingin sekali bersantai bersama kedua istrinya di halaman belakang rumah, mumpung Natalia, Satria, dan Marsya. belum pulang sama sekali, membuat Rangga ingin menikmati waktu bertiga tanpa anak sama sekali
__ADS_1
" Sayang sayangnya aku, aku tidak menyangka kok jika aku punya dua istri yang cantik cantik dan menua bertiga, sepertinya seru sekali, menghabiskan waktu bertiga sambil melihat cucu cucu kita tumbuh kembang sampai dewasa" Ucap Rangga yang tidak sabar ingin menjadi kakek dan istri istrinya menjadi nenek dan sebutan kedua istrinya pasti beda
" Iyah sayang, aku juga tidak sabar ingin secepatnya punya cucu, Natalia harus secepatnya cari calon suami supaya bisa memberikan kita cucu cucu yang lucu dan bisa diajak jalan" Ucap Iiis yang cuman berharap Natalia punya suami dan anak, sama sekali tidak menghargai Marsya sebagai anak tirinya
" Amin Bunda, semoga anak anak kita bisa memberikan kita cucu cucu yang lucu, pinter dan sesuai harapan kita semua, semoga Marsya dan Satria bisa secepatnya program punya anak supaya bisa memberikan kita cucu dan rumah ini jadi ramai, kita harus optimis jika Natalia secepatnya mendapatkan calon suami dan memberikan cucu untuk kita" Ucap Anisa berusaha menerima kehadiran Natalia sebagai anak tirinya, walaupun Anisa sadar sampai sekarang Iis dan Natalia tidak menerima kehadiran Anisa dan Marsya dalam kehidupannya
" Amin amin bidadari surga ku, kita herharap saja kedua anak kita bisa memberikan cucu untuk kita yah" Lanjut Rangga berusaha tidak protes, karena lagi lagi Iis tidak menghargai Marsya sebagai anak tirinya sama sekali
Dilain sisi, Marsya setelah jalan jalan ke Mall sebentar langsung ke rumahnya Nando dan Lusi untuk makan malam bersama, Karena Marsya rindu dengan kebersamaan bareng Nando dan Lusi juga rindu masakan Lusi.
" Cumi asin kesukaan Marsya, sebentar lagi matang sayang, bagaimana pekerjaannya Marsya, apa ada kesulitan?" Tanya Lusi masak cumi asin kesukaannya Marsya, ada sambal terasi, dan sayur bening kesukaannya Marsya
" Alhamdulillah sampai sekarang tidak ada kendala apapun bunda, walaupun Marsya menjalankan dua perusahaan sekaligus tapi alhamdulillah semuanya berjalan dengan lancar, lagian juga Satria sering bantuin Marsya juga jadi tidak merasa berat menjalankan dua perusahaan bunda" Lanjut Marsya lega karena bisa menjalankan dua perusahaan yang diamanatkan untuk Marsya,yang harus dijalanin dengan baik dan benar setiap harinya
" Alhamdulillah sayang, jika semuanya berjalan dengan lancar, ingat yah sayang jika Marsya merasa sudah tidak enak badan jangan paksakan diri untuk tetep bekerja, ingat Marsya punya dua asisten yang bisa membantu pekerjaan Marsya disetiap perusahaannya dan punya suami yang pasti selalu siap bantuin Marsya kerja yah sayang, jangan merasa mampu melakukan banyak pekerjaan tapi mengabaikan kesehatan juga tidak baik sayang" Lanjut Lusi berharap Marsya bisa menjaga kesehatannya, ditengah tengah kesibukannya
__ADS_1
" Insya allah bunda, Marsya bisa menjaga kesehatan kok, apa lagi Marsya dan Satria sudah ada rencana program punya anak bunda, besok Satria dan Marsya mau cek kesehatan kita berdua, baru melakukan program punya anak bunda, semoga kondisi Marsya sehat semuanya, supaya mampu memberikan banyak anak untuk Satria, karena Marsya dan Satria selalu iri melihat keluarga lengkap ada banyak anak lagi menikmati jalan jalan bersama dan makan bersama bunda" Lanjut Marsya optimis jika kondisi kesehatannya sehat semua, tidak ada penyakit yang menghalangi Marsya memberikan keturunan untuk Satria
" Alhamdulillah Marsya dan Satria akhirnya sudah siap punya anak, bunda ikut bahagia mendengarnya sayang, amin sayang semoga kondisi kamu dan Satria sama sama sehat dan mampu punya anak yah sayang, dan ingat jangan terlalu cape supaya program punya anaknya tidak sia sia sayang karena kamu banyak pekerjaan dan akhirnya kecapean dan keguguran sayang, oleh karena itu Marsya tidak boleh terlalu cape yah sayang" Lanjut Lusi merasa lega dan bahagia akhirnya Marsya mau melakukan program punya anak, berharap kondisi fisiknya Marsya sehat dan mampu menjalankan program punya anak
" Amin bunda pasti, Marsya akan menjaga kesehatan dan tidak terlalu cape bunda, karena Marsya yakin jika Satria juga melarang Marsya terlalu cape juga, bunda harus selalu sehat yah bunda supaya bisa main dengan cucu pertama bunda sampai dewasa yah, supaya cucu pertama bunda tahu, kalo punya nenek sempurna seperti bunda yang luar biasa bagi kehidupan Marsya" Lanjut Marsya peluk Lusi, berharap Lusi selalu sehat, bisa melihat cucu pertamanya, bermain bersama cucu,dan bisa melihat cucunya tumbuh dewasa.
Lusi mendengar ucapannya Marsya jadi terharu, Lusi berharap jika usia Lusi bisa panjang umur, dan selalu bisa mendampingi Marsya dan bisa main bersama cucu cucunya juga.
Dilian sisi, Nando ajak Satria main catur bersama, sambil menunggu Lusi dan Marsya selesai masak makan malam
" Bagaimana kamu dan Marsya selama tinggal dirumahnya ayah Rangga, apa sering berantem dengan Iis dan Natalia yang sepertinya tidak suka dengan kehadirannya Marsya dan Anisa?" Tanya Nando yang penasaran dan takut Marsya selama tinggal dirumahnya Rangga tidak pernah bahagia sama sekali
" Satria rasa sih wajar ayah jika mereka tidak bisa menerima kehadiran Marsya dan mamah, siapa sih perempuan yang mau dimadu apa lagi madunya mantan istri suaminya kan dan punya anak lagi dari masa lalunya, yang minta orang tua rujuk anak sendiri, tentunya bunda Iis tidak sepenuhnya menerima kehadiran mamah dan Marsya, apa lagi bunda Iis sangat berjasa bagi kehidupan ayah di masa lalu dan membuat ayah Rangga bisa bangkit dari keterpurukan hidupnya, memberikan perusahan kecil untuk bantuin ayah Rangga, dan sekarang mereka tinggal dirumah pemberian orang tuanya bunda Iis, jadi wajar jika bunda Iis sedikit bertingkah sampai sekarang dan tidak terima kehadiran mamah sampai sekarang" Ucap Satria yang memaklumi tingkah laku Iis dan Natalia yang terlihat sombong dan seenaknya ke Marsya dan Anisa
" Tapi kalo dimaklumi terus yah ayah tidak rela dong Satria, enak sekali mereka dengan mudah sakitin Marsya karena sudah berjasa dalam kehidupannya Rangga, jadi punya hak sakitin Marsya sesuka hati, ayah tidak terima jika tahu anak kesayangan ayah disakitin terus karena kesombongan mereka terus menerus, lebih baik ayah paksa Marsya jangan nginep disana lagi kalo cuman untuk menerita terus, ayah membesarkan Marsya tanpa ada air mata sama sekali, masa bersama Rangga penuh air mata dan rasa sakit hati terus menerus, mana ada kebahagiaan dalam rumah tangga kalo begitu terus kan, kamu jangan bodoh Satria yang cuman bisa diem saja saat melihat dan mendengar Marsya dihina dan dikerjain oleh Natalia dan Iis, ingat Satria jika ayah tahu Marsya menderita terus selama ada dirumah itu, ayah sendiri yang melarang Marsya tinggal disana, ayah punya hak melarang Marsya kesana jika membuat Marsya tidak bahagia sama sekali mengerti? ayah harap kamu bisa membuat Marsya bahagia selama menjalankan rumah tangga bersama kamu yah dan ingat hargai istri kamu untuk dibahagiakan bukan dibuat sedih apapun alasannya" Tegas Nando sambil melihat Satria, karena Nando tidak akan pernah terima siapapun yang sakitin perasaan Marsya sesuka hati, apa lagi cuman karena berjasa terharap Rangga punya hak sakitin Marsya selama tinggal dirumahnya
__ADS_1
" Iyah ayah tenang saja, Satria juga tidak akan tinggal diam kok, saat tahu Marsya disakitin oleh Natalia dan bunda Iis, Satria ingin melihat Marsya bahagia bukan menderita dan banyak nangis ayah, jadi jangan cemas yah dan jangan melarang Marsya nginep disana cuman karena takut Marsya disakiti, insya allah Satria akan selalu melindungi Marsya dan tidak akan pernah membiarkan mereka dengan bebas sakitin Marsya" Lanjut Satria berusaha meyakini Nando semua baik baik saja, Satria tidak ingin Nando memberikan batasan untuk Marsya bisa ketemu dan kumpul bersama orang tua kandungnya, cuman karena takut Marsya disakitin saja