
Natalia yang malas dirumah memutuskan untuk langsung ke kantor, karena malas ketemu dengan Rangga dan Anisa terlalu lama dirumah, karena Natalia bener bener benci dengan Anisa dan Rangga.
" Sayang, jika kita sudah menikah kita tinggal sendiri yah, aku malas sekali satu rumah bersama ayah dan tante Anisa, aku semakin tidak suka dengan kehadiran mereka" Ucap Natalia yang tidak ingin selama menjalankan rumah tangga tidak tenang, dan emosi terus setiap melihat Anisa dan Rangga setiap hari
" Iyah sayang, aku turutin keinginan kamu sayang, yang penting kita bisa tenang menjalankan rumah tangga kita, jika tinggal dirumah kamu tidak mendapatkan kebahagiaan dan ketenangan kita wajib untuk menghindar sayang, percuma jika dipaksakan membuat kita tidak tenang sayang" Ucap Boby mengerti keinginannya Natalia, dari pada jadi beban lebih baik, jarang ketemu dengan Rangga dan Anisa.
" Terimakasih sayang,jika bunda masih mempertahankan pernikahannya dengan ayah, kita tidak akan pernah betah tinggal dirumah sayang, apa lagi Marsya dan Satria anak kesayangannya sering nginep pasti membuat kita lebih tidak tenang, karena begitu pedulinya ayah ke mereka beda perlakuannya ke aku" Lanjut Natalia sedih, karena Natalia tidak pernah melihat Rangga marah ke Marsya dalam segala hal
" Sabar dan ikhlas yah sayang, sekarang kan ada aku, kita akan bahagia berdua yah sayang" Lanjut Bobby yang berusaha menenangkan Natalia,supaya tidak terlalu sedih dengan sikapnya Rangga yang terlalu pilih kasih antara Natalia dan ke Marsya.
__ADS_1
" Iyah sayang: Lanjut Natalia bahagia karena Bobby selalu bisa membuat Marsya merasa tenang
Dilain sisi, Rangga yang rindu bersantai bersama Anisa dan Iis, ajak Iis untuk ikut santai dihalaman belakang rumah
" Bunda, kita santai bertiga yuk dihalaman belakang rumah?" Tanya Rangga, Rangga melihat Iis lagi lagi sibuk dengan laptopnya
" Mau sampai kapan marahnya bunda? apa tidak ada kesempatan kedua?" Tanya Rangga menatap Iiis, yang bener bener cuek dengan Rangga
" Seperti obrolan kemarin, sepertinya rumah tangga kita sudah tidak bisa lagi dipertahankan, percuma aku ada dideket ayah, jika ayah sudah tidak merasa bahagia ada aku ditengah tengah ayah dan Anisa" Lanjut Iis yang tidak ingin, menjalankan pernikahan poligami ini
__ADS_1
" Astaga sayang, jangan bicara seperti itu sayang, kebahagian kita yang menciptakan jadi kita bisa bahagia bertiga kok sayang" Bujuk Rangga berusaha untuk membatalkan perceraian
" Kebahagiaan dengan adanya orang ketiga, itu namanya egois, orang ketiga cuman karena rasa bersalah saja dengan teganya sakitin perasaan aku begitu saja" Lanjut Iis, Iis mulai kesal dengan Rangga
" Maafkan aku sayang, aku ingin Marsya bisa lebih deket dengan aku ayah kandungnya dan permintaannya Marsya untuk rujuk yah aku nurut apa keingina anak aku, maafkan aku jika bunda merasa tidak bahagia terus menerus dengan kehadiran mamah ditengah tengah rumah tangga kita" Lanjut Rangga, Rangga masih mencintai Anisa, tapi Rangga juga tidak ingin kehilangan Iis, perempuan baik yang mau mencintai Rangga apa adanya, membantu Rangga dari nol sampai sekarang sudah sukses
Iis cuman senyum sinis mendengar ucapannya Rangga dan melanjutkan aktifitasnya didepan laptopnya tanpa pedulikan Rangga lagi, Rangga yang merasa diabaikan langsung pergi saja dari pada mengganggu konsentrasinya Iis.
" Cuman segitu saja membujuknya,bagaimana mau mempertahankan rumah tangga, jika kamu saja tidak berjuang lebih keras membujuk saya, dasar benalu tidak tahu terimakasih, menyesal saya membantu kamu total jika tahu seeperti ini nasip rumah tangga bersama kamu Rangga, mau memunggut mantan istri kamu cuman karena rasa bersalah dan permintaan anak saja" Batin Iis semakin benci dengan Rangga yang tidak peka dengan perasaan istri sendiri
__ADS_1