
Kemarin bunda ada disini: Suami yang setia
Rangga menyambut baik keinginannya Bobby untuk ajak Natalia menikah lebih cepat, Rangga melihat Bobby tulus membuat Rangga bahagia karena Natalia mendapatkan calon suami yang lebih baik dari pada mantannya.
" Om terima baik niat kamu Bobby, semoga kamu bisa menjadi suami yang terbaik untuk Natalia dalam segala hal" Ucap Rangga berharap Bobby tidak pernah sakiti Natalia apapun alasannya.
" Semoga kamu jadi suami yang setia yah Bobby, jangan pernah menduakan cinta kalian karena tujuan menikah untuk setia dengan satu wanita, bukan menikah untuk menyakiti apa lagi berbagi dengan perempuan lain yah" Ucap Iis sengaja, karena Iis tidak ingin Natalia merasakan pahitnya dipoligami dan melihat sendiri bagaimana perubahan sikap suami setelah menikah lagi.
" Astaga dia nyindir didepan banyak orang seperti ini, sebegitu sakit kah perasaannya Iis diduakan oleh saya selama ini. Maafkan aku sayang tapi aku masih mencintai Anisa, dan ingin kembali bersama Anisa cuman kan ada kamu dalam hidup aku" Batin Rangga sedih dan kesel denger ucapannya Iis tadi, yang sengaja sindir Rangga begitu saja.
" Insya Allah Tante, Bobby akan setia dengan Natalia tidak akan sakiti Natalia karena adanya perempuan lain, insya Allah bahagia bersama sampai tua menua bersama cuman berdua saja" Ucap Bobby bersama bisa menjaga hati dan pikirannya dan bisa setia dengan Natalia seorang.
" Amin amin,kalian kapan menikahnya? jangan kelaman pacarannya tidak baik, lebih enakan halal supaya bisa saling menjaga dan saling berbagi dalam segala hal?" Tanya Iis yang berharap pernikahan Natalia dan Bobby tidak terlalu lama dilaksanakannya
" Lina bulan lagi tante, supaya semuanya beres baru kita melaksanakan pernikahannya" Lanjut Bobby, Bobby tidak sabar menunggu waktu pernikahannya tiba dan berharap bisa menjadi suami yang baik dan mengerti apapun keingiinan istri
" Apapun yang kalian butuhin insya allah kita sebagai orang tua akan bantu dengan senang hati" Lanjut Rangga berusaha peduli dengan pernikahan anak sendiri
__ADS_1
Natalia yang mendengar ucapan Rangga, rasanya kesel sekali karena Rangga didepan orang lain bisa bersikap seolah peduli dengan anak sendiri
Iis langsung ajak makan Bobby beserta kedua orang tuanya, membuat Bobby dan kedua orang tuanya ikutin orang tuanya Natalia untuk makan siang bersama setelah selesai membahas perniakahannya bersama orang tuanya Natalia
Dilain sisi, Nando dan Lusi melihat anak kecil datangin Nando dan Lusi diruangannya setelah makan siang selesai.
" Ada apa kesini?" Tanya Lusi penasaran melihat anak panti masuk kedalam ruangannya
" Bunda, mau tidak angkat saya sebagai anak bunda? karena saya tidak ingin diangkat orang tua asuh lainnya" Ucap Anak panti terus terang, karena masih berharap kedua orang tuanya datang menjemput di panti asuhan, setelah meninggalkannya didepan panti asuhan begitu saja
" Kenapa kamu mau kita yang adopsi kamu? memangnya kenapa jika orang tua lainnya yang akan adopsi kamu?" Tanya Nando bingung,karena baru kali ini ada anak asuhnya, yang ingin Nando dan Lusi yang menjadi orang tua asuhnya
" Karena jika saya diadopsi orang lain,maka orang tua saya akan sulit ajak saya pulang, tapi jika ayah dan bunda yang adopsi pasti masih mau ijinin orang tua saya yang bawa pulang ke rumah saya dan kumpul bersama orang tua saya" Lanjut Anak panti berharap jika suatu saat kedua orang tuanya kembali untuk ajak pulang,dan tidak keluar dari panti asuhan sama sekali
" Oh seperti itu yah, kita tidak akan menawarkan orang lain untuk adopsi kamu, selama kamu masih mau disini dan menunggu kedua orang tua kamu datang lagi, tapi untuk adopsi kamu maaf yah kita tidak bisa terima karena usia kita sudah terlalu tua untuk adopsi seorang anak, tapi jika kamu masih betah disini yah silahkan saja tinggal sesuka hati kamu" Lanjut Lusi, Lusi merasa kasihan melihat anak sekecil itu,sudah jauh dari orang tua dan sengaja ditinggal begitu saja
" Apa kamu setuju? kamu akan kita biayai pendidikan kamu dari taman kanak kanak sampai lulus kuliah yah, supaya tumbuh kembangnya di panti asuhan sampai kedua orang tua kamu kesini lagi" Lanjut Nando tidak masalah, memberikan biaya pendidikan bagi anak asuhnya yang tidak mau diadopsi oleh orang lain
__ADS_1
" Mau sekali, terimakasih ayah dan bunda sudah memberikan ijin tinggal di panti asuhan sama orang tua saya kembali kesini" Lanjut Anak panti, berharap suatu saat bisa ketemu lagi dengan orang tuanya.
Dilain sisi, Iis didepan Natalia dan Marsya bilang jika Iis dan Rangga akan bercerai, setelah Natalia selesai menikah nanti.
"Natalia, maafin bunda sayang, setelah kamu selesai menikah nanti, kamu akan kehilangan ayah kamu selamanya, karena bunda sudah ajuin perceraian dengan ayah kamu" Ucap Iis yang kasih lihat surat perceraiannya ke Natalia
" Loh bunda kenapa bercerai? apa karena tante Anisa semakin keterlaluan selama menumpang dirumah kita?" Tanya Natalia menatap sinis kearah Anisa
" Jaga bicara kamu Natalia, tidak sopan sekali bicara dengan orang tua, mamah tidak numpang disini,tapi tinggal bersama ayah karena istri ayah juga!" Bentak Rangga tidak terima dengan ucapannya Natalia,yang tidak sopan dengan Anisa
" Mudah sekali bentak anak saya, iyah sih yang bukan cinta pertama dan bukan anak yang diabaikan dan dipungut tidak pernah dibentak sama sekali, bahkan terlalu dibanggakan sampai lupa punya anak kandung dan punya calon menantu, yang tidak dihargai sama sekali" Sindir Iis menatap sinis kearah Rangga yang semakin keterlaluan ke Rangga
" Saya mohon Is jangan bercerai, orang yang pantas pergi dari sini adalah saya, karena kehadiran saya dirumah ini justru membuat sikapnya Rangga berubah ke kamu dan Natalia,maafkan saya jika membuat Rangga tidak peduli dengan Iis yang istri sahnya,jadi yang pantas pergi adalah saya, yang sudah menyebabkan hubungan kalian semakin tidak harmonis,jujur saya merasa bersalah sekali" Ucap Anisa,Anisa rela kehilangan Rangga lagi, dari pada membuat rumah tangganya Iis dan Rangga semakin retak
" Marsya mohon, jangan ada perceraian baik bunda dan mamah,jangan ada yang membahas perceraian dan meninggalkan ayah seorang diri, pernikahan poligami terjadi karena keinginannya Marsya, dulu Marsya egois tidak terlalu memikirkan perasaan bunda sama sekali,tapi memikirkan mamah dan mamah akan tinggal bersama siapa, tidak mungkin terus menerus tinggal dirumahnya bunda Lusi kan, jadi yang Marsya fikirkan yah bagaimana mamah tinggal dan siapa yang jagain mamah,jadi waktu itu keinginannya Marsya untuk menerima kehadiran ayah sebagai orang tua kandung, yah harus menikahi mamah kembali supaya kita bertiga bisa kumpul, maafkan Marsya bunda jika keinginannya Marsya justru membuat sikap dan ucapannya ayah berubah drastis selama ada mamah dan Marsya ditengah tengah kehidupan kalian,Marsya mohon jangan ada percerain sama sekali, pernikahan poligami ini salah Marsya" Ucap Marsya terus terang,Marsya sebagai seorang anak ingin sekali kedua orang tuanya rukun,dan bisa bersama kembali, keinginannya Marsya justru menyakiti perasaan Iis dan Natalia yang kehilangan perhatian dan kasih sayang dari Rangga
"Maaf kamu tidak bisa merubah sikapnya ayah ke kita Marsya, bunda bener percuma mempertahankan rumah tangga yang tidak bahagia sama sekali dan tidak bisa adil untuk apa, ayah kamu juga tidak tahu diri, egois cuman memikirkan perasaannnya sendiri, jika saya tahu akan seperti ini, saya dan bunda akan menolak keinginan ayah untuk rukun bersama tante,walaupun ada ancaman dan bentakan dulu, bisa kita tolak jika tahu akan seperti ini" Lanjut Natalia yang semakin benci dengan Rangga,jika ingat dulu bagaimana Rangga ancam Iis dan Natalia demi mendapatkan restu menikah lagi
__ADS_1
" Ayah kenapa harus ada ancaman dan bentkan sih untuk mendapatkan restu dari bunda dan Natalia,sikap ayah kenapa tidak bisa adil sih,kurang baik apa sih bunda sebagai seorang istri? Satria bener bener tidak habis fikir dengan ayah" Ucap Satria tidak menyangka, jika Rangga setega itu ke Iis dan Natalia,untuk bisa menikah kembali dengan Anisa.