
Anisa kembali lagi ke rumahnya Lusi dan Nando, sejujurnya Anisa malu sekali dengan Lusi karena akan terus merepotkan Lusi selama Anisa tinggal dirumahnya terus.
" Lusi, maafin saya yah, karena saya tinggal lagi dirumah ini lagi" Ucap Anisa merasa malu sekali, karena baru saja menikah lagi selama setahun, sekarang bercerai dan tinggal dirumah Lusi tanpa ada suami lagi.
" Santai saja Anisa, karena saya tahu kok kamu mengambil keputusan bercerai pasti tidak lah mudah untuk dilakukan, tapi menghargai perasaan perempuan yang selama ini sudah baik dengan Rangga, saat tahu cuman dimanfaatin saja, wajib dibela dan harus ikhlas kehilangan juga dari pada dianggap tega sebagai perusak rumah tangga orang lain, lagian ke diri kita juga tidak akan merasa bahagia karena ada hati yang tersakiti kan, Natalia yang tidak tahu apa apa harus jadi korban keegoisan ayah nya selama ini kan, baru tahu jika sikap dan ucapan pilih kasihnya ternyata Rangga cuman manfaatin Iis tanpa ada rasa cinta sama sekali" Penjelasan Lusi terus terang, Lusi setuju Anisa bercerai dengan Rangga, dari pada dianggap plakor dan perempuan tega,membiarkan Iis pisah dengan suaminya dan kehadiran Anisa membuat sikapnya Rangga berubah
" Terimakasih yah atas kebaikannya Lusi, dan terimakasih atas sarannya, saya tidak akan setega itu membiarkan Iis sedih kehilangan Rangga, sedangkan saya bahagia terus bersama Rangga. tentunya saya tidak mau dianggap perempuan tega" Lanjut Anisa, Anisa lega sekali setelah cerita dengann Lusi, merasa tenang dan jawabannya Lusi sangat bijaksana sekaligus memang faktanya
Dilain sisi, Satria mencoba chat Rudi bertanyata, apa Rangga kerumahnya tau tidak dan Satria merasa lega sekali karena Rangga ada dirumahnya Rudi.
" Alhamdulillah, semalam ayah ada dirumahnya om Rudi jadi lega saat tahu ayah tidak tinggal diluar sendirian" Uucap Satria sambil kasih tahu Marsya soal Rangga ada dirumahnya Rudi
" Apa sebaiknya kita bantu ayah? walaupun ayah dan mamah bercerai, tapi aku sebagai anak tidak tega membiarkan ayah numpang tinggal dirumahnya om Rudi berasa tega sekali?" Tanya Marsya yang tidak tega, membiarkan Rangga tidak memiliki apapun
__ADS_1
" Soal bantuin ayah, kita harus bahas bersama Natalia dan Bobby juga,mau bagaimana pun mereka juga kan anak dan menantunya ayah juga, yang punya kewajiban memikirkan nasip ayah ke depannya, walaupun selama ini sikap ayah kurang baik ke Natalia" Lanjut Satria, Satria berharap Natalia mau menanggung biaya hidupnya Rangga, bareng Satria dan Marsya juga.
" Baiklah sayang, kita akan bahas bersama mereka, berharap Natalia tidak cuek dengan ayah walaupun pasti sakit hati akan sikap dan ucapannya ayah" Lanjut Marsya mengerti, orang yang terlalu disakiti tidak lah mudah untuk memberikan bantuan dan kata maaf untuk orang orang yang egois
Dilain sisi, Iis yang semakin benci dengan Rangga, minta ART nya untuk masukin semua barang barangnya Rangga kedalam kardus besar dan dimasukin kedalam gudang.
" Barang barangnya ayah mau disimpan sampai kapan bunda?" Tanya Natalia yang melihat Bik Sum masukin kardus kardus kedalam gudang
" Semoga setelah pernikahan Natalia harus jelas mau diapakan yah, karena tidak ingin cuman ada digudang saja, ayah bener bener bikin malu saja padahal Natali mau menikah, tapi sikapnya semakin parah ke bunda akhirnya perceraian tidak bisa dihindari, laki laki payah tidak tahu terimaksh sekali, untungnya Natalia mendapatkan suami yang tidak sepayah ayah" Lanjut Natalia bersyukur, karena ketemu Bobby saat calon suaminya sudah jadi orang sukses dan bisa membanggakan.
Dilain sisi, Rangga pertama kalinya sarapan tidak ada Iis, Natalia, dan Anisa. membuat Rangga tidak memikirkan tiga perempuan yang pernah ada didalam hidupnya
" Harus bisa menerima kenyataan, jika saya sudah kehilangan Iis dan Natalia,harus bisa berjuang mendapatkan Anisa kembali cinta pertama saya" Ucap Rangga yang berharap jika Anisa mau diajak rujuk
__ADS_1
" Kamu ke kantornya Marsya, pakai mobil yang kamu kasih, sebagai bonus karena saya mampu mendapatkan proyek besar selama sebulan" Ucap Rudi yang tidak tega, jika Rangga naik taxi online terus, untuk ketemu dengan Marsya dan Anisa
" Terimkaasih yah, jadi ingat pas kita beli mobil itu yah,betapa bahagaianya kita, dalam sebulan ada tiga proyek besar yang kita dapat dan kamu minta ditemani beli mobil itu" Ucap Rangga yang bahagia, saat ingat bagaimana perjuangannya Rudi untuk mendapatkan proyek besar dalam satu bulan
" Iyah betul, saya rasa kamu pantas pakai mobil itu sekarang, semoga saja Anisa dan Marsya mau bersama kamu lagi, sebagai satu keluarga lagi, walaupun tidak akan mudah tapi berjuanga lah kawan" Lanjut Rudi yang berharap jika Rangga bisa merasakan kebahagiaan lagi bersama keluarganya seperti dulu lagi
Dilain sisi, Bobby tidak menyangka jika calon mertuanya pada bercerai, dan tidak menyangka jika Rangga selama ini pura pura mencintai Iis demi bisa hidup enak dan tidak hidup susah lagi.
" Kemarin setelah kamu dan orang tua kamu pulang, bunda bilang ke saya, Marsya, dan Natalia. jika bunda dan ayah akan bercerai karena selama ini ayah memanfaatkan bunda karena anak orang kaya, pura pura cinta dengan bunda, demi bisa dikuliahin dan diberikan perusahaan. dari situ lah bunda marah besar ke ayah, minta cerai bahkan ayah diusir dari rumah tanpa bawa apapun, selain itu mamah juga mau bercerai dengan ayah, karena tanpa kita tahu setelah kehadiran mamah dirumah membuat sikap dan ucapan ayah berubah drastis ke bunda, terlihat jelas pilih kasihnya membuat mamah tidak tega dengan bunda yang selama ini dihianatin cintanya dan dan cuman dimanfaatin saja oleh ayah,membuat mamah ikut ikutan minta cerai, tidak tega bahagia diatas penderitaan orang lain begitu saja, pasti tidak akan bahagia sama sekali" Penjelasan Satria panjang kali lebar, Satria sengaja cerita ke Bobby, supaya Bobby tahu masalah yang menimpa mertunya sekarang
" Gila juga yah ayah, tega sekali memanfaatin bunda selama bertahun tahun, dengan teganya menikahi mamah dikirain bisa adil menjalankan rumah tangga poligaminya, ternyata tidak bisa sama sekali, bahkan dengan teganya menunjukan sikap pilih kasihnya ke bunda dan Natalia yang sudah tinggal bersama ayah selama dua puluh tahun kan. bener bener jahat sekali jadi laki laki" Ucap Bobby tidak menyangka jika calon mertuanya, sudah tidak bisa setia dengan satu perempuan dan selama ini cuman dimanfaatin saja
" Yah begitu deh, untungnya ayah sekarang tinggal dirumahnya om Rudi, jadi ayah mendapatkan tempat tinggal yang layak, setelah diusir dari rumah oleh bunda dan ditinggal juga oleh mamah, kasihan dengan nasip ayah mertua sekarang, tapi ini lah akibatnya karena terlalu egois dengan perempuan yang sangat berjasa bagi hidupnya" Lanjut Satria, Satria sejujurnya tidak tega dengan nasipnya Rangga, tapi Satria memaklumi jika Iis bisa marah besar ke Rangga
__ADS_1